Nara

Nara
Pilihan


__ADS_3

"Jadikan dia asisten peribadi kamu.!"


"Asisten peribadi Nek, apa Nenek bercanda.?"


"Buat apa Nenek bercanda, bukankah selama ini seharusnya kamu butuh asisten yang harus ikut bersama kamu,!" menurut Nenek dia cocok, apalagi dia juga perlu uang untuk biaya adik nya sekolah.


"Tapi Nek."


"Tapi apa, Nenek tidak ingin ada penolakan,!" bukankah selama ini kamu selalu kerepotan setiap pagi nya, dan selalu telat saat masuk kantor.?


"Iya Nek tap."


Belum sempat Andi menjawab, Desita langsung memotong ucapan dari Andi.


"Tapi apa,?" kamu pilih dia jadi asisten kamu, atau Nenek akan carikan kamu jodoh.


"Ya ampun Nek, jangan buat aku seperti Arga.!"


"Jika kamu tidak mau seperti Arga, maka turuti apa kata-kata Nenek.!"


"Dan kamu Laila, mulai besok kerja di apartemen milik Andi,!" nanti kamu datang setiap pagi nya, dan pulang di antar Andi setelah dia selesai bekerja di kantor.


"Baik Nek."


'Bismillah semoga saja pak Andi orang baik, menolak pun aku tidak bisa karena perlu uang cepat,' batin Laila.


Setelah selesai makan siang, Desita meninggalkan Andi dan Laila berdua.


Desita mengatakan ingin pergi ke suatu tempat, dan akan di antar oleh supir, ketika Andi menawarkan ingin mengantar Desita pulang.


"Biar aku antar Nek."


"Tidak usah, Nenek mau pergi ke tempat teman Nenek," kamu antar saja Laila nanti.!


"Baik Nek," jawan Andi.


Setelah Desita pergi meninggalkan Andi dan Laila berdua.


Suasana menjadi hening, mereka sama-sama diam dan tidak ada yang duluan membuka suara.


Setelah cukup lama, akhirnya Andi memberanikan diri untuk berbicara kepada Laila.

__ADS_1


"Maapkan Nenek Laila, Nenek memang seperti itu," maap jika pekerjaan yang Nenek berikan seperti itu.


"Tidak apa-apa pak, saya tidak masalah selagi saya di beri gajih."


'Segitu polosnya pikiranmu Laila, nama nya juga bekerja pasti nya akan aku gajih,' batin Andi.


Setelah itu Andi dan Laila meninggalkan restoran itu, dan berniat untuk mengantarkan Laila pulang ke rumah nya.


***


Setelah sholat Isa, Arga bersiap-siap dengan pakaian muslim nya yang sangat rapi.


Malam ini Arga mendapatkan undangan arisan para laki-laki di rumah pak Rt.


"Yakin mas ikut arisan bapak-bapak.?"


"Lah memangnya kenapa sayang, apa ada yang tidak mas ketahui.?"


"Tidak ada sih mas, nanti juga mas akan mengetahui nya."


"Yasudah kalo begitu mas pergi dulu ya sayang."


"Iya mas, hati-hati ya.!"


Arga menaiki motor metik nya, dan segera meninggalkan rumah nya untuk pergi ke rumah pak Rt.


Saat di perjalanan Arga melihat pak Budi yang seperti nya juga ingin pergi ke rumah pak Rt, namun pak Budi hanya berjalan kaki saja.


"Pak Budi, ayo kita berangkat bersama.!"


"Jalan kaki saja pak Arga, dekat kok."


"Ayo pak Budi kita sama-sama.!"


"Yasudah terimakasih loh pak Arga."


"Sama-sama," jawab Arga.


Setelah Arga sampai di depan rumah pak Rt, ternyata orang-orang juga pada berdatangan.


"Ayo silahkan masuk,!" ucap pak Rt kepada Arga dan pak Budi.

__ADS_1


Ternyata semua orang pada berkumpul, untuk memulai acara tersebut.


Dari dalam rumah, ada seorang perempuan yang menatap Arga dari kejauhan penuh cinta.


"Apa kamu lihat-lihat suami Nara, suka ya.?"


"Apaan sih ngaur deh, mana ada."


"Alah mulut mu itu loh pandai berbohong, tapi dari sorot mata mu ini tidak bisa untuk berdusata."


"Ya aku akui sih dia ganteng, tubuh nya kekar, dan yang paling membuat aku terkejut ternyata dia juga memiliki usaha Pisang Keju AD dimana-mana."


"Wah benarkah.?"


"Benar lah, masa aku berbohong."


"Wah suami idaman sekali."


Hingga acara di mulai, namun perempuan itu masih saja betah memandangi wajah tampan Arga dari kejauhan.


Hingga pak Rt mengatakan hidangan cepat di keluarkan.


Kedua gadis tersebut dengan gaya anggunnya berjalan menghampiri bapak-bapak tersebut.


Namun perempuan yang selalu menatap Arga dari kejauhan itu, tidak senghaja menumpahkan air sirup ke pakaian Arga.


"Maapkan saya mas, sungguh saya tidak senghaja."


Jika saat ini Arga bukan berada di keramaian orang-orang, mungkin bisa di pastikan perempuan tersebut sudah dapat cacian dari Arga.


Jika saja saat ini Arga sedang berada di kantor, jangan harap bisa selamat begitu saja.


Arga mengetahui sejak dia masuk tadi, tidak sengahaj Arga melihat perempuan tersebut selalu menatap aneh kepada diri nya.


"Iya tidak apa-apa," jawab Arga secara singkat.


Arga dapat melihat tatapan perempuan itu ada maksud lain, namun Arga menepisnya dan membuang jauh-jauh.


'Mas dengan cara mu seperti ini, semakin membuat ku seakan harus berjuang untuk mendapatkan mu, tidak perduli kamu sudah milik orang lain,' batin Anita.


Mau tau kelanjutannya, yuk gaes beri author semangat 😘😘

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, dan Vote 😘😘😘😘😘


__ADS_2