
Setelah kepergian Arkana, rumah terasa menjadi sepi. Kini Arga, hanya sendiri ditemani hari-hari yang akan terasa sangat sepi.
’’Begini rasanya hidup sendiri, Sayang, aku kangen sama kamu, kenapa kamu begitu cepat meninggalkan aku. Bukankah kita berjanji akan selalu setia dan akan menua bersama,’’ guman Arga, yang kini sangat merasakan kesepian.
Namun lamunan Arga terhenti ketika Handphone berbunyi. Disana tertera sebagai nama Arkana yang telah menghubungi.
’’Iya Nak, ada apa? Apakah kamu sudah sampai?" ucap Arga kepada Arkana.
" Iya Papah aku sudah sampai baru saja, Bagaimana kabar Papah Apakah di sana Papah merasa sangat kesepian? Maafkan aku yang harus meninggalkan Papah,’’ ucapkan Arkana, yang merasa kasihan kepada Papah nya itu.
’’ Bukankah suatu saat nanti kamu juga akan meninggalkan Papah, itu adalah hal wajar bagi Papah. Jadi siap atau tidak secepatnya itu akan terjadi,’’ jawab Arga.
’’Aku sangat menyayangimu papah, Jagalah kesehatanmu disana!" Perintah
Arkana kepada Ayah nya itu.
__ADS_1
’’ jagalah juga kesehatan, jangan terlalu banyak begadang disana!" Jawab Arga.
Sambungan telepon terputus, kini Arga merasa lebih tenang saat mendengar suara satu-satunya orang yang Arga sayang. Tidak ingin terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, harga memutuskan untuk segera pergi ke cafenya. Mungkin disana sedikit membuat Arga merasa lebih nyaman. Dibandingkan harus sendirian di rumah.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Arga sampai di tempat cafe tersebut. Harga disambut dengan banyaknya karyawan yang selalu menghormati dan patuh. Mereka semua terbilang masih sangat muda. Namun jiwa semangat mereka sangatlah besar.
’’Selamat pagi Pak Arga,’’ sapa Dewi, perempuan yang berumur 25 tahun. namun di usianya yang masih sangat muda, harus semangat bekerja karena ada Adik-adiknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah.
’’Pagi juga Dewi bagaimana hari ini? Apakah ada jodohmu yang sudah menyapa,’’ canda Arga kepada Dewi.
’’Wah sepagi ini Bapak menanyakan perihal masalah jodoh kepada saya? tidak ada yang mau dengan saya. Melihat kekurangan saya saja mereka akan langsung pergi. Bagi mereka semua saya adalah beban,’’ ucap Dewi yang merasa benar adanya itu.
’’Terima kasih Pak Arga, Bapak selalu membuat diri saya lebih semangat,’’ ucap Dewi.
’’Ya sudah kembali bekerja! saya akan ke ruangan dulu," jawab Arga.
__ADS_1
***
Di lain tempat Arkana yang saat ini sedang duduk di pinggir Ranjang menerawang bagaimana indahnya dulu saat bersama ibunya. Ayahnya yang dulu selalu ceria, namun kini lebih banyak berdiam diri.
’Ibu Semoga tenang di alam sana, di sini aku dan ayah akan selalu bahagia, jika Ibu juga bahagia di sana,’ batin Arkana dalam hati.
Keesokan harinya Arkana bangun sangat pagi. Arkana akan mulai mengecek keadaan cafe di sana.
Jarak antara Apartemen dengan cafe tidak terlalu jauh sehingga tidak memakan waktu berjalan lebih lama.
Setibanya sampai di sana, Arkana disambut dengan baik. Karena sebelumnya semua karyawan disana sudah mendapat kabar bahwa anak pemilik Cafe tersebut akan menggantikan kedudukan di tempat mereka bekerja.
Banyak yang berbisik-bisik saat melihat dengan jelas wajah tampan Arkana. terutama bagi kaum wanita
’’Wah Pak Arkana sangat tampan sekali, Apakah bisa aku mendapatkan dirinya,’’ ucap salah satu karyawan wanita yang bekerja di sana.
__ADS_1
’’Hei sadar kamu! Pak Arkana, itu tidak cocok dengan kamu, Jadi kamu jangan terlalu mimpi untuk mendapatkan bos kita ini,’’ ucap salah satu teman mereka.
Arkana yang mendengar ucapan mereka memilih untuk diam saja. karena bagi Arkana hal seperti itu sudah biasa ditemui.