
Setelah sampai di rumah, Arga meletakan sayur-sayur yang dia beli tadi.
Namun tanpa Arga sadari, ada sepasang tangan yang memeluk erat tubuh Arga.
"Terimakasih mas sudah menjadi suami yang baik buat aku dan anak kita."
Arga berbalik menghadap Nara, dan membalas pelukan dari Nara.
"Terimakasih juga telah setia mendampingi ku dalam suka maupun duka," tetaplah peluk erat tubuh ku sayang, karena jika kau lepaskan bagaimana hancurnya hati ini.
"Tidak akan pernah aku lepaskan mas, selagi hati mu hanya ada nama aku."
"Mas janji sayang."
"Mas darimana, kok tidak mengajak aku sih.?"
"Tadi olahraga sayang, terus mampir kerumah ibu," dan di sana juga aku beli sayur-sayur ini, cocok untuk kesehatan kamu dan anak kita.
"Terimakasih papah, papah yang terbaik deh."
Nara menirukan suara anak kecil, sehingga membuat Arga merasa gemas dan mencubit pipi Nara yang terlihat semakin berisi di usia kehamilan nya sekarang.
"Sama-sama kesayangan nya papah."
"Aku mandi dulu sayang."
"Iya mas, cepat selesai ya aku mau masakin makanan buat kamu."
"Iya sayang," sahut Arga yang sudah jauh dari Nara.
Nara mulai membuka sayur-sayur yang di beli Arga tadi.
Ternyata ada sayur bayam, labu, dan jagung, ada juga ayam, tahu dan tempe.
'Eh ternyata bumbu-bumbu dapur sudah lengkap, memangnya siapa yang beli ini semua,?' batin Nara.
Setelah 30 menit akhirnya Nara menyelesaikan semua masakannya.
Namun Arga juga belum keluar dari dalam kamar, yang katanya mau mandi.
'Apa mas Arga ketiduran di dalam kamar mandi ya,?' batin Nara.
Nara pergi ke kamarnya, namun sebelum Nara membuka pintu kamarnya, terdengar suara Arga yang sedang berbicara di lewat telepon genggam.
"Bos apakah saya ikut turun membantu usaha anda sekarang.?"
"Tidak perlu, biar aku yang akan berjuang sendiri di sini," kamu kerjakan seperti biasa nya saja.!
Sebab orang-orang akan mudahnya menggugurkan perusahaan sampai ke akar-akar nya, jika mengetahui aku tidak ada di sana.
"Baik bos."
Ceklekkkkkkkk
"Mas," panggil Nara.
"Eh sayang, ayo kesini.!"
"Mas teleponan sama siapa mas, terus maap tadi aku sempat dengar bahwa kamu akan berjuang sendiri.?"
__ADS_1
"Oh itu sayang, tadi anak buah ku menelepon," dan dia menawarkan ingin membantu aku di sini.
Aku katakan saja biar aku berjuang sendiri saja, apa lagi orang-orang dengan mudah nya menggugurkan perusahaan, jika mereka tahu aku sekarang sudah tidak ada lagi di sana.
"Memangnya apa yang ingin mas lalukan dengan berjuang sendiri.?"
Arga menceritakan semua nya tentang usaha kecil-kecilannya, yang selama ini dia rintis sendiri tanpa bantuan dan campur tangan Danuarta.
Arga juga menceritakan bahwa dia akan membuka 2 cabang di sini, dan di bantu oleh ibu Heny dan paman Nara yang bernama Fajar adik dari Heny.
"Kamu serius mas, mau turun tangan langsung.?"
"Lah iya memangnya kenapa sayang, kamu malu ya.?"
"Mana mungkin aku malu mas, aku kaget saja," biasa nya kan kamu yang suruh orang, lah ini kamu ikut turun langsung.
"Hei kamu meragukan mas ya,?" dengar ya sayang, semua orang kampung sini tidak mengetahui aku ini siapa, dan pekerjaan aku apa, jadi itu hanyalah hal kecil bagi ku untuk memulai usaha ini dan akan terjun sendiri.
"Apa pun itu, aku hanya berharap semoga Tuhan akan selalu memberi mu kesehatan dan rezeky yang halal mas."
"Terimakasih sayang, karena aku ingin menafkahi kalian berdua dengan hasil jerih payah ku sendiri," bukan hasil kekayaan turun menurun.
"Mas aku sempat berpikir loh, seandainya nenek sadar dan meminta kamu untuk kembali dan mengurus semua perusahaan bagaimana.?"
"Sampai saat ini aku masih belum terpikir ke sana sayang," tapi jika memang begitu nanti nya, aku hanya mengawasi semua nya dari belakang saja.
Seperti saat ini sayang, walaupun nenek meminta ku untuk pergi dari mansion dan meninggalkan semua aset perusahaan, namun aku tidak akan meninggalkan tanggung jawab itu sebagai cucu laki-laki satu nya.
"Maksud nya mas.?"
"Walaupun di sana Andi yang menjaga semua nya, tapi dari jauh aku lah yang mengendalikan semua nya itu tanpa nenek ketahui."
"Kamu memang hebat mas, kamu mampu mengendalikan semua nya," lah suami ku ini manusia apa robot sih.?"
"Yang pastinya bisa bikin kamu men**sah dan berteriak lagi mas lagi mas."
"Ihhh mas Arga apaan sih."
"Iya kan hayo ngaku, punya mas enak kan."
"Tidak."
"Masa sih buktinya sekarang perut kamu ada isi nya, karena suka sama punya mas."
"Apaan sih, mas bicara sekali lagi aku pergi ni.!"
"Hahahaha, istri mas ngambek deh," oke sekarang kita makan dulu yuk sayang, nanti mas mau pergi ada sedikit kerjaan."
"Kerjaan apa mas.?"
"Tadi ibu bilang, kalo bisa hari ini saja cari tempat nya," karena ibu juga tidak kerja lagi di mansion.
"Ibu di pecat mas.?"
"Tidak sih, cuman ibu saja yang mau berhenti," mungkin juga ibu tidak enak sama nenek.
"Iya sih mas."
Setelah itu Nara dan Arga pergi ke dapur dan menikmati menu masakan yang Nara buat.
__ADS_1
Sesekali Arga juga memuji masakan Nara, yang tidak pernah berubah dan masih sama seperti dulu.
Setelah selesai makan Arga berpamitan kepada Nara untuk pergi ke rumah ibu Heny.
***
Setelah beberapa hari di tinggal Arga dari rumah.
Desita banyak melamun dan sering mengurung diri nya di dalam kamar.
Terkadang Desita merasa bahagia, bahwa mengetahui istri Arga sekarang adalah Nara, orang yang Desita kenal baik serta sayang kepada diri nya.
Apalagi saat Desita mengetahui bahwa Nara sedang mengandung anak dari Arga, yang berarti bayi dalam kandungan Nara adalah penerus Danuarta.
Namun kebahagian itu sirna seketika jika Desita mengingat bahwa teman-teman nya mengatakan malu jika Arga menikah dan memiliki orang rendahah
Maka Desita akan sangat malu menjadi bulan-bulanan para teman-teman sosialita nya.
Gengsi memang membunuh seseorang yang tidak pernah bersyukur.
Karena merasa suntuk berada di kamar terus, apalagi hari ini adalah jadwal arisan sosialita nya.
Mereka sudah membuat janji akan bertemu di cafe Kenangan.
Setelah Desita tiba di cafe Kenangan, yang di antar oleh supir peribadi nya.
Desita bergegas menemui teman-temannya yang sudah lama menunggu.
"Eh aku kira kamu tidak datang loh jeng.?"
"Aku pasti datang lah."
"Oh iya, bagaimana bulan depan kita adakan acara nya di rumah kamu saja jeng Desita," ucap jeng Wina.
"Lah tumben mau acara di rumah ku.?"
"Biar kita adakan acara pertemuan anak ku dengan cucu mu itu Arga.!"
"Bagaimana ya, akhir-akhir ini Arga sering sibuk dan bahkan dia juga jarang di rumah,?" bohong Desita.
"Wah memang Arga calon mantu yang rajin," selain ganteng dan juga pejerja keras, aku jadi tidak sabar untuk menemukan dengan anak ku Acnes.
"Kan cucu ku," jawab Desita.
"Bagaimana kamu mau kan.?"
"Iya mau sajalah, kita adakan acara nya di rumah kamu," kata teman Desita lainnya.
Desita berpikir sebentar bagaimana caranya agar Arga bisa pulang ke mansion.
Setelah lama berpikir akhirnya Desita juga menyetujui rencana Wina dan teman-teman lainnya.
Penasaran ya apa rencana Desita, agar Arga bisa pulang ke mansion??? ðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa kasih author semangat yuk, Like, Komen, Hadiah
Vote
Vote
__ADS_1
Vote
Vote 😘😘