
Jam menunjukan pukul 5 pagi, namun pembukaan Nara belum juga sampai.
Dari tadi Nara terus menangis kecil sambil memeluk lengan Arga, mengeluh sakit di bagian perut nya.
Sedangkan Ibu Heny datang bersama Fajar dan juga istri nya.
"Bagaimana Nak Arga keadaan Nara?" ucap Bu Heny yang merasa sangat cemas, karena ini adalah yang pertama kali nya buat Nara.
"Belum sampai pembukaan 10 bu," jawab Arga.
Setelah sholat Subuh, Bidan Markonah kembali lagi ke ruangan Nara.
Beliau meminta agar pasien di temani oleh satu orang saja tidak lebih.
Kini Nara masih di temani oleh Arga, Nara tak henti-henti nya menangis kecil.
"Kita cek lagi ya Bu Nara," ucap Bidan Markonah.
"Apa ada kemajuan Bu?" ucap Arga yang bertanya kepada Bidan Markonah.
"Alhamdulillah Pak ada kemajuan! tinggal menunggu 2 pembukaan lagi," maka baru bisa melahirkan.
Bidan Markonah kembali lagi ke rumah nya, mengurus anak dan suami nya yang akan berangkat bekerja dan sekolah.
"Mas ini sakit sekali, ucap Nara kepada Arga."
Arga yang tak tahu apa-apa hanya mengelus perut Nara, sesekali Arga juga memberikan semangat buat Nara.
"Jika saat ini bisa di gantikan, Mas bersedia merasakan sakit yang kamu rasakan sayang," ini lah kenapa perempuan harus di hargai, di sayangi, dan di kasihi.
"Secara perempuan adalah wanita yang paling kuat daripada laki-laki!" wanita kuat mengandung selama 9 bulan, membawa perut buncit tanpa malu di tengah orang banyak, setelah melahirkan dengan susah payah, menahan sakit yang luar bisasa.
"Tugas nya belum selesai sampai di situ saja sayang, wanita akan menjaga dan merawat anak nya," agar tumbuh menjadi anak yang sehat, kelak berbakti kepada ibu dan bapak nya.
__ADS_1
"Kau wanita kuat sayang, Mas percaya setelah ini ada kebahagiaan yang akan menanti keluarga kita!" bertahanlah sayang! demi anak kita.
"Maapkan aku Mas, aku banyak salah kepada mu," aku bukan istri yang baik dan jauh dari kata sempurna, ucap Nara.
"Tak ada manusia yang lebih sempurna sayang," tapi karena kamu hidup Mas terasa lengkap.
"Aku tak tahu Mas, jika saja saat itu kamu memilih orang yang di jodohkan Nenek dengan kamu," saat ini bagaimana nasip aku dan anak kita.
"Aku tak akan pernah meninggalkan kamu sayang! walaupun saat itu kamu belum mengandung anak aku," apa lagi saat aku mengetahui bahwa kamu hamil anak aku, aku rela meninggalkan semua nya demi kalian.
"Maafkan aku Mas, karena aku, kamu sudah berpisah dengan Nanek," aku merasa wanita paling jahat.
Kini mata Arga menatap lekat wajah Nara, seakan-akan ucapan Nara tidak pantas untuk di ucapkan.
"Jangan pernah merasa paling bersalah sayang!" sampai kapan pun aku tak akan pernah menukar kalian dengan apa pun, kalian adalah hidup mati ku, kalian adalah semangat ku, jawab Arga.
"Akhhhhhh Mas, perut ku sakit lgi, ini sakit sekali Mas," ucap Nara yang menangis di pelukan Arga.
Cepat-cepat Arga berteriak meminta pertolongan kepada Bidan Markonah.
Setelah di cek oleh Bidan Markonah, ternyata pembukaan Nara sudah sempurna.
Bidan markonah menyiapkan semua alat untuk bersalin Nara, dan meminta Arga untuk memegang erat tangan Nara kuat-kuat.
"Bu Nara, ikut perintah saya! jika saya bilang tarik napas, maka lakukan!" jika saya meminta di hejan maka lakukan!
"Ayo Bu Nara tarik napas nya dalam-dalam hembuskan!"
Nara mengikuti saran dari Bidan Markonah.
"Ayo Bu Nara hejan!"
"Akkkkkkhh emmmmm akhhhhhh," Mas ini sakit sekali, ucap Nara di sela hejan nya.
__ADS_1
"Kamu harus kuat sayang! sebentar lagi yang sudah kita tunggu lama akan hadir," ucap Arga.
"Ayo Bu Nara, hejan lagi! ini sudah mulai terlihat kepala nya."
"Emmmmmm akhhhhhhhh, emmmmmm akhhhhhh."
Dan akhirnya bayi yang selama ini mereka nanti-nantikan keluar dengan sehat dan selamat.
Tangis nya menggema di seluruh ruangan, sampai terdengar jelas sampai ke luar.
Oekkkk oekkkk oekkk oekkkkk
"Selamat Pak Arga, Bu Nara, anak kalian sehat dan selamat," berjenis kelamin laki-laki dan tampan sekali, ucap Bidan Markonah.
Bidan Markonah memberikan bayi tersebut kepada perawat yang membantu beliau, untuk membersihkan bayi tersebut.
Sedangkan Bidan Markonah masih membersihkan sisa-sisa da*ah di bagian inti Nara.
Berulang-ualang kali Arga mencium kening Nara dengan sayang, mengucapkan kata terimakasih kepada sang istri, telah melahirkan putra pertama nya untuk ke dunia.
"Terimakasih sayang, terimakasih," sudah memberikan kebahagiaan yang teramat berarti dalam hidup ku. ucap Arga.
Di usia nya yang sudah kepala 4, kini Arga baru merasakah indah nya hidup, indah nya kasih sayang tanpa paksaan oleh orang lain.
Kini lengakap sudah keluarga kecil Arga, yang selama ini dia harapkan.
Terbilang sangat jauh perbedaan umur Arga dengan Nara, bisa di sebut seperti Ayah dan anak.
Namun kasih sayang Arga kepada Nara, mampu mebuat hubungan mereka terjaga sampai sekarang.
Permintaan kalian author kabulkan gaes 😍😍😍
Ayo kasih author semangat, biar tahu kelanjutan cerita nya.
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen, Hadiah, dan Vote 😍😍😍😍😘