Nara

Nara
Di Jemput Nina


__ADS_3

"Nina.????????"


Arga sangat terkejut saat Nina datang ke rumah nya.


Jika Nina sudah turun tangan, berarti ada sesuatu dengan Nenek nya.


"Siapa mas,?" ucap Nara dari dalam rumah.


"Sebentar sayang," jawab Arga.


Sekarang Arga menatap Nina dengan tajam.


"Ada apa Nina, katakan.!"


"Saya kesini untuk menjemput anda tuan Arga,!" Nenek anda sedang sakit parah dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit.


"Apa????????? sakit."


Arga terkejut saat mendengar sang Nenek sedang sakit, tapi bukankah anak buah nya yang selalu mengawasi sanga Nenek dari kejauhan mengatakan tidak terjadi apa-apa.?


"Siapa yang sakit sayang, kenapa tamu nya tidak di ajak masuk.?"


Saat Nara keluar, tiba-tiba Nara juga sangat terkejut persis seperti Arga.


"Mbak Nina.?"


"Selamat siang nyonya."


"Iya siang juga Nina, ada apa.?"


"Saya kesini untuk menjemput tuan Arga, nyonya."


"Untuk apa Nina, dan buat apa menjemput suami saya.?"


"Nenek Desita sedang sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit."


"Apa???????? sakit."

__ADS_1


"Mas kamu cepat ikut Nina, aku takut jika terjadi apa-apa kepada Nenek.!"


"Sayang aku tidak bisa, kamu sendirian di sini sayang."


Arga merasa ada yang tidak beres.


Jika memang sang Nenek sedang sakit, mungkin Andi lah orang yang pertama untuk memberi tahu dan yang akan menjemputnya.


Namun sekarang ini adalah Nina, orang kepercayaan Nenek nya.


"Mas percayalah aku tidak apa-apa, cepatlah bersiap mas,!" jangan sampai terjadi masalah besar dan kamu akan menyesal nanti nya.


"Tapi mas tidak tenang tinggalkan kamu sendiri sayang," kamu ikut mas saja ya.!


"Mas aku tidak ingin mengganggu momen kalian, perbaiki lah hubungan mu dengan Nenek mas,!" Nenek adalah satu-satu nya orang yang menjaga mu dari kecil sampai besar, dan jangan menjadikan contoh kamu sekarang untuk anak kita nanti.


'Sungguh mulia sekali sikap anda nona, betapa menyesalnya diri mu Nek jika terjadi apa-apa dengan nona Nara,' batin Nina.


Sungguh Arga sedang dilema untuk sekedar meninggalkan sang istri yang sudah hamil besar.


Apa lagi sekarang Nara mulai sering mengeluh saat sedang kesusahan.


Arga terlihat sangat sendu, namun keadaan Nenek nya yang sekarang menjadi pikiran Arga.


Jika terjadi apa-apa kepada Nenek nya, maka Arga lah yang juga bersalah mungkin juga akan menyesal.


"Aku ada ibu mas, nanti ibu yang akan temani aku di sini."


Mau tidak mau Arga harus ikut bersama Nina, sebab tidak ada pilihan lain sekarang ini.


Pikiran Arga sangat buntu, sehingga dia lupa akan segala nya untuk menghubungi anak buah nya dan juga Andi.


Arga memanglah sudah sangat dewasa, bahkan umur nya sudah kepala 4.


Namun jika bersangkutan kepada orang yang dia sayang, Arga akan menjadi sosok yang menggemaskan seperti anak kecil.


Maklum lah sedari kecil Arga tidak pernah yang nama nya di manjakan, namun sekarang setelah menikah Nara selalu memanjakan apa yang Arga inginkan.

__ADS_1


Nara selalu mengerti apa yang Arga butuhkan.


Setelah bersiap-siap Arga berpamitan kepada Nara.


Seakan-akan Arga tidak ingin berpisah dari Nara.


Sebab Arga sangat khuatir jika terjadi apa-apa kepada istri nya.


"Jaga diri baik-baik sayang," ingat jaga kesehatan dan jangan capek-capek.


"Iya mas, mas juga ya,!" jaga kesehatan dan jangan lupa hubungin aku terus mas.


Tanpa terasa air mata Nara menetes begitu saja, sehingga membuat Arga menjadi sangat ragu untuk pulang ke kota xx.


"Jangan menangis sayang, bagaimana bisa aku meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini.!"


Jaga anak kita ya sayang.


"Sayang, jangan nakal sama mamah ya, ingat jangan buat mamah bersedih,!" jaga mamah ya sayang, dan tunggu papah pulang.!


"Jangan bersedih lagi sayang, aku berjanji akan secepatnya pulang demi kamu dan anak kita."


"Iya mas, hati-hati."


Setelah berpamitan, Arga dan Nina segera pergi meninggalkan Nara yang masih berdiri di depan rumah nya, dalam keadaan masih bersedih.


Tanpa Nara ketahui, sedari tadi ada yang melihat dari kejauhan.


Dan seseorang itu seperti tersenyum mengejek.


'Rasain kau Nara, gaya nya mau menikah dengan laki-laki kota, eh ternyata sudah memiliki istri, guman Anita.


Tidak berselang beberapa jam dan akhirnya gosip tentang Arga, yang di jemput oleh istri pertama nya sudah menyebar ke seluruh desa.


Hingga Nara yang sudah bersedih oleh kepergian Arga, di tambah lagi gosip tentang Arga yang di jemput oleh istri pertama nya.


Nara semakin terpuruk, menjelaskan pun tidak ada yang pernah mau percaya.

__ADS_1


Cap sebagai pel*kor dan perebut suami orang akan menjadi makanan Nara sehari-hari.


__ADS_2