Nara

Nara
Promosi LUST SATISFACTION


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu, kini Riska, sedikit merasa takut kepada Alvaro, walaupun hanya sekedar untuk menggoda saja.


Alvaro, juga jarang sekali pulang ke rumah. Terkecuali Kevin, yang meminta dengan menangis-nangis karena terlalu kangen kepada Ayah nya itu.


Pagi-pagi sekali setelah selesai sarapan, tiba-tiba Kevin, menjadi tidak ingin jauh-jauh dari Ayah nya. Sehingga Alvaro menjadi sedikit kewalahan. Namun Kevin, juga tiba-tiba tidak ingin bersama dengan Riska.


"Mau ikut Ayah, mau sama Ayah," ucap Kevin, yang berteriak-teriak tidak ingin pisah dengan Ayah nya itu.


Mau tidak mau, Alvaro membawa Kevin pergi ke perusahaan, agar Kevin tidak ngambek lagi.


Setibanya di Kantor, semua pandangan mata karyawan tertuju kepada Alvaro, yang menggendong anak kecil. Sebagian karyawan ada yang mengetahui kalo Alvaro memiliki anak, dan ada juga yang tidak mengetahui.


Mereka berpikir kalau Alvaro duda tanpa anak. Sehingga saat Alvaro mengajak Kevin ke kantor, Mata mereka ada yang santai dan ada juga yang melotot tak berkedip.


"Leni, tolong jaga Alvaro! Aku ada rapat hari ini," ucap Alvaro, kepada Leni.


Leni terkejut saat Alvaro meminta dirinya untuk menjaga Kevin. sebenarnya Leni tidak suka dengan anak-anak, sehingga dengan malas-malas Leni mengiyakan saja perintah dari Alvaro. daripada Alvaro akan marah besar kepada dirinya. 


Saat Leni menjaga Kevin tiba-tiba Kevin berperilaku seolah-olah membuat Leni menjadi bosan dan rasa ingin marah.


Namun Sekuat Hati Leni harus menjaga sikapnya agar Kevin tidak menangis saat bersama dirinya.


"Tante,  mau beli es krim, mau beli di seberang sana," ucap Kevin yang meminta kepada Leni.


Saat Leni ingin menghubungi seseorang untuk meminta dibelikan es krim. tiba-tiba Kevin kembali berteriak bahwa dirinya ingin langsung pergi ke toko es krim tersebut agar bisa memilih beberapa es krim yang ingin dibeli. 


"Aku tidak mau, aku pengennya langsung pergi ke sana!" pinta Kevin kepada leni.


"Tapi di bawah panas sekali Kevin, mana bisa kita pergi langsung ke tokonya. kita minta belikan saja ya kepada orang," ucap Leni yang memohon agar tidak pergi langsung ke toko es krim tersebut. walaupun es krim itu berada di seberang kantor, namun Leni yang tubuhnya penuh dengan perawatan menjadi takut jika saja terkena sinar matahari, maka dengan cepat akan menjadi hitam.

__ADS_1


"Tidak mau, nanti aku laporkan kepada Ayahku! Jika tante tidak mau menemaniku," ancam Kevin yang membuat Leni mau tidak mau segera pergi ke bawah untuk pergi ke toko es krim tersebut.


Semua karyawan berbisik-bisik saat Leni dan Kevin melewati meja kerja mereka.


"Apa yang kalian bisikan? Aku mendengarnya. ingat saja nanti akan aku balas apa yang kalian lakukan kepadaku," acam Leni yang membuat semua karyawan terdiam seketika.


Saat di toko es krim tersebut, Kevin kembali lagi berulah yang membuat Leni semakin merasa geram. "Tante es krim yang aku mau tidak ada di sini, aku mau beli es krim yang kotaknya besar itu loh tante," pinta Kevin, kepada Leni.


"Mau ke mana lagi kita akan mencari? Ini sangat panas sekali Kevin, aku tidak mau selalu menuruti apa yang kamu mau," ucap Leni yang juga sama-sama keras seperti Kevin, sehingga membuat Kevin menjadi menangis dan berteriak-teriak di toko tersebut.


Saat Kevin menangis kejar, tiba-tiba ada seorang gadis yang menegur Kevin. "Hai ganteng kenapa menangis? Memangnya mau beli es krim apa," ucap wanita tersebut yang membuat Kevin berhenti menangis.


"Aku mau es krim yang kotaknya sangat besar itu loh tante, tidak mau yang ada di sini. semua yang di sini kecil semua tidak seperti yang sering Kevin beli itu loh," jawab Kevin yang membuat gadis tersebut sedikit merasa gemas.


Dengan meminta izin kepada Leni, gadis tersebut mengajak Kevin berkeliling di toko es krim tersebut, dan sedikit merayu agar Kevin mau memakan es krim yang berada di toko ini.


"Maaf Mbak anaknya saya bawa dulu ya, saya tidak macam-macam kok, biar dia tidak menangis lagi," pinta wanita tersebut yang meminta izin kepada Leni.


Setelah Gadis itu membawa Kevin pergi dari Leni. Gadis itu membujuk Kevin agar mau memakan es krim yang berada di sini. "Hai anak ganteng, nama kamu Kevin ya," ucap wanita tersebut kepada Kevin


"Iya Namaku Kevin Tante, kalau nama Tante siapa?" Tanya Kevin.


"Kenalkan nama Tante Indah, Kevin bisa panggil Tante Indah saja ya," jawab Indah tersebut.


Iya gadis yang membuat Kevin berhenti menangis adalah indah. sebelum pergi ke toko es krim Indah, sempat meminta izin kepada Alvaro untuk membeli keperluan dapur yang berada di apartemen tersebut. Indah tidak ingin selalu merepotkan Alvaro sehingga dirinya turun langsung untuk membeli keperluan.


Sedangkan hubungan Indah dengan Tari kini mulai sedikit merenggang, karena Tari sempat menghubungi Indah bahwa mengatakan dirinya tidak bisa lagi kembali ke kontrakan. Tari juga mengatakan Jika dia akan bertemu saat jam mata kuliah saja.


Karena mereka sudah sama-sama nyaman berada di tempat orang yang sama, membuat Indah juga emang Iyakan saja permintaan Tari tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Tari kini menjadi wanita yang sangat berkelas, sering shopping, dan membeli apa yang dia inginkan. uang jalan terus sehingga membuat Tari tidak merasa takut kehabisan uang.


"Kevin beli es krimnya biasanya sama siapa?" Tanya Indah kepada Kevin


"Sama Tante Riska," jawab Kevin.


Indah merasa bingung saat Kevin mengatakan sering bersama dengan yang bernama Riska, namun perempuan yang di luar tadi terlihat jelas tidak menyukai Kevin.


"Tante Riska itu yang berada di luar tadi ya Kevin," tanya Indah.


"Bukan Tante, itu namanya Tante Leni," jawab Kevin.


Sekarang Indah mengerti jika orang yang disebut Kevin itu adalah orang yang berbeda. "Oke kalau begitu nanti saja ya Kevin beli es krim yang kotaknya besar dengan tanpa Riska, sekarang ini kita beli es krim yang ada di sini saja ya," pinta indah dengan suara yang sangat lembut.


Dengan begitu mudahnya Kevin mau dengan permintaan indah, sehingga Indah mengambilkan beberapa bungkus es krim yang saat itu juga dimakan oleh Kevin dengan lahap.


Sedangkan Alvaro mencari keberadaan Kevin, saat Alvaro menuju ruangan kerjanya. namun di sana tidak ada terlihat keberadaan Kevin dan juga Leni, dengan cepat Alvaro menghubungi nomor Leni. " Kamu di mana Leni? Kevin ada di mana juga?" Tanya Alvaro kepada Leni.


"Aku berada di toko es krim seberang, Cepatlah datang ke sini," jawab Leni.


"Oke aku akan segera kesana, tunggulah sebentar," ucap Alvaro.


Namun sebelum Alvaro sampai ke toko es krim tersebut, Indah menyerahkan Kevin kepada Leni, karena meminta maaf tidak bisa menemani Kevin lebih lama lagi.


"Maafkan saya Nona Leni, tidak dapat menemani Kevin lebih lama. saya sudah terlambat untuk pulang ke rumah," ucap Indah.


"Baiklah terima kasih sudah mau menemani Kevin," jawab Leni.


"Hai Kevin, Tante Indah duluan pulang ya, nanti kita bisa bertemu lagi," ucap Indah kepada Kevin.

__ADS_1


"Oke Tante baik, sampai bertemu lagi," jawab Kevin


__ADS_2