Nara

Nara
Telepon Ditengah Malam


__ADS_3

"Ini enak sekali, aku pikir seusia Aluna tidak bisa memasak. menu ini bisa aku jual lagi gitu-gitu bisa menambah menu favorit yang berada di cafe," batin Arkana.


"Gimana rasanya Tuan? Apa ada yang kurang?" Tanya Aluna yang merasa bingung, sebab Arkana setelah memasukkan makanan yang dibuatnya menjadi terdiam.


"Rasanya sangat enak sekali. Aku pikir kamu tidak bisa memasak," jawab Arkana.


"Bagaimana bisa berpikir seperti itu Tuan. Aku wanita yang kelak akan menikah, tidak mungkin aku tidak bisa memasak. Bagaimana nanti suamiku? pasti dia kelaparan kalau aku tidak bisa memasak. Memangnya cantik doang bisa bikin perut kenyang," ucap Aluna yang tertawa.


Sedangkan Arkana yang melihat Aluna bisa tersenyum, ada sedikit kebahagiaan di hati Arkana sebab dari kemarin mereka bertemu Aluna tidak pernah tersenyum walaupun sedikit. "Teruslah tersenyum seperti itu Aluna, aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti dirimu," guman Arkana  dalam hati.


"Tuan kenapa diam? Apa aku ada salah bicara maafkan aku Tuan," ucap Aluna yang merasa tidak enak hati kepada Arkana.


Dengan refleksnya Arkana berbicara kepada Aluna. "Memangnya kamu mau menikah? Bagaimana tipe suami yang kamu inginkan," tanya Arkana.


Sedangkan Aluna merasa bingung dengan pertanyaan Arkana. namun Aluna harus menjawab pertanyaan tersebut. "Tentu saja Tuan. aku ingin menikah, aku tidak memiliki kriteria seperti orang kebanyakan. yang terpenting dia bisa menjadi imam dalam keluarga bertanggung jawab serta tulus mencintaiku," jawab Aluna.

__ADS_1


'Sesimpel itu kriteria dia. tidak seperti wanita kebanyakan yang menginginkan suami yang tampan dan mapan,' batin Arkana.


"Luar biasa, semoga kamu bisa menemukan seperti apa yang kamu harapkan," jawab Arkana.


"Saat ini aku tidak ingin berharap lebih Tuan, sebab keadaanku sangat tidak aman. Aku ingin sekali pergi jauh-jauh dari ibu tiriku dan juga tuan Alex. Aku tidak ingin hidupku sia-sia dan menjadi wanita yang keberapa dalam hidup Tuan Alex," jelas Aluna.


"Karena kamu sudah bersamaku, aku tidak akan melepaskanmu dari orang-orang jahat seperti mereka. Tenang saja aku pasti akan melindungimu semampuku," jawab Arkana.


Aluna sangat terharu mendengar ucapan dari Arkana. Sebab bagi Aluna ucapan itu terlihat sangat Tulus.


Karena malam sudah sangat larut. Arkana memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Tidak merasa ada beban karena masuk begitu saja ke dalam kamar yang saat ini Aluna tepati.


Sedangkan Aluna mencoba mengerti dengan keadaannya sekarang tidak ingin Masalah sepele dibesar-besarkan.


Namun perhatian Aluna terhenti saat ponsel Arkana berdering pertanda ada seseorang yang telah menghubungi Arkana.

__ADS_1


Hingga beberapa kali telepon itu berbunyi sehingga Arkana, yang berada di dalam kamar mandi, sempat mendengar dan berteriak dari dalam. "Tolong angkat teleponnya! siapa tahu ada yang penting," perintah Arkana kepada Aluna.


Karena ini sebuah perintah dengan hati-hati Aluna mengambil ponsel Arkana, dan segera menekan tombol hijau. "Assalamualaikum, ini siapa ya," tanya Aluna kepada penghubung di seberang sana.


Sedangkan si penelepon terkejut saat mendengar suara perempuan yang menjawab teleponnya. "Ini siapa? kenapa telepon Arkana bisa berada di kamu," tanya si penelepon kepada Aluna.


"Maaf Pak, Tuan Arkana nya sedang mandi. saya diminta untuk mengangkat teleponnya, yang dari tadi tidak berhenti berbunyi.


"Maafkan saya telah mengganggu kalian, saya pikir saat ini Arkana, sedang santai. Tolong bilang kepada Arkana setelah selesai mandi hubungi saya!" Jawab si penelepon tersebut.


"Baik pak, akan saya sampaikan. Maaf kalau saya lancang berbicara," ucap Aluna yang merasa tidak enak hati kepada si penelepon.


"Tidak apa-apa, kalau boleh saya tahu siapa nama kamu? sebab penelpon tersebut tidak ingin bertanya kenapa dirinya berada di apartemen Arkana."


"Nama saya Aluna Pak," jawab Aluna.

__ADS_1


"Nama yang bagus," ucap si penelepon dan setelah itu sambungan telepon terputus. Sedangkan Aluna dengan cepat menaruh handphone Arkana ke tempat asalnya.


__ADS_2