Nara

Nara
Firasat


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Setelah terjadi drama pada malam itu, kini Arga hanya banyak berdiam diri, tanpa ada tegur sapa dengan nenek nya.


Semua terasa asing di dalam mansion itu.


Apalagi saat ini bi Heny tidak ada di rumah, sehingga membuat makan dan minum Arga menjadi tidak karuan.


Sebenarnya Desita merasa sedih saat diri nya tidak di tegur sapa dengan cucu kesayangan nya.


Namun Desita juga harus menepati janji nya kepada Siska, untuk mempersatukan hubungan nya dengan Arga.


"Nek ini sudah satu minggu loh mas Arga diamin kita, nenek harus bergerak cepat,!" rengek Siska kepada Desita.


"Baiklah, malam ini kita adakan makan malam bersama sebagai tanda minta maap,!" dan sisa nya akan kita jalankan rencana seperti kemaren.


"Baiklah nek, aku akan berdandan secantik mungkin," ucap Siska dengan raut wajah ceria.


Malam pun tiba.


Sebenar nya Arga sangat males dengan rencana sang nenek nya ini, tapi apa boleh buat Desita selalu memaksa dan alasan nya hanya untuk sekedar meminta maap.


"Apa loe yakin ini hanya sekedar acara meminta maap saja,?" kalo gue rasa ini seperti ada udang di balik bakwan deh, ucap Andi.


"Entahlah, kita lihat saja nanti."


Setelah perjalanan sudah sampai, Arga turun terlebih dahulu.


Karena ini adalah acara keluarga, jadi Andi tidak bisa ikut bersama Arga.


Arga berjalan dengan gagah nya, mengenakan setelan jas bewarna abu-abu dan di pandu dengan celana kain.


Ternyata di sana hanya ada Desita yang sudah lama menunggu.


"Hai nek, sudah lama menunggu,?" ucap Arga


"Tidak juga, ayo duduk di sini,!" jawab Desita.


Tidak lama setelah itu, datanglah sosok wanita cantik dan berpakaian elegan dan s***i.


"Hai nenek maap Siska terlamabat," ucap Siska yang cupika cupiki bersama Desita.


"Tidak apa-apa, ayo silahkan duduk,!" ucap Desita kepada Siska yang duduk di samping Arga.


Sedangkan Arga hanya bersikap dingin dan datar saja, tanpa menoleh ke arah Siska.


"Arga, niat nenek untuk mengajak kamu makan malam, lebih tepat nya untuk meminta maap dengan kejadian malam itu," nenek sangat menyayangi kamu, bahkan seumur hidup nenek hanya kamu yang nenek punya setelah kepergian Diat, anak ku satu-satu nya.

__ADS_1


Nanek ingin kita menjadi keluarga yang rukun dan harmonis.


Karena kemungkinan umur nenek tidak lah cukup lama lagi, untuk melihat kamu bahagia dengan keluarga kamu, dan anak-anak kamu nanti.


"Nenek cukup,!" ucap Arga di sela ucappan Desita.


"Arga," jangan seperti itu sama nenek, jawab Siska.


"Diam kamu, aku tidak suka di beri nasehat oleh wanita licik seperti kamu," apakah kamu sudah melupakan dengan janji kita tiga tahun yang lalu, apakah kamu mau keluarga kamu saat ini, sama seperti keluarga Melisa waktu itu, ucap Arga yang mampu membuat Siska terdiam seribu bahasa.


"Aku paham jika nenek ingin melihat aku bahagia, aku juga paham jika nenek meinginkan cucu dan penerus Danuarta," namun tidak perempuan ini, tidak dengan keluarga yang penuh dengan drama dan kelicikkan, ucap Arga.


"Arga, jaga ucappan kamu,!" kata-kata kamu bisa saja membuat Siska sakit hati, jawab Desita.


"Maap nenek, tapi aku mohon kali ini jangan memaksa aku lagi memilih untuk masa depan aku," jika nenek ingin aku bahagia izinkan aku memilih perempuan yang aku cintai, jika nenek ingin cucu yang banyak aku bisa memberikan nya nek, tapi tidak dengan dia, tidak dengan pilihan nenek yang lainnya, ucap Arga.


"Arga kamu," ucap Desita yang memulai engkting nya, pura-pura dia kembali sakit.


"Nenek tidak apa-apa,?" ucap Siska yang pura-pura perduli, padahal ini adalah salah satu rencana mereka berdua.


"Nenek tidak apa-apa, baiklah kita mulai saja makan malam nya,!" jawab Desita.


Mereka sibuk dengan makan malam nya, dan menikmati semua hidangan yang sudah di pesan oleh Desita.


Tiba-tiba Desita beralasan tidak enak badan, dan ingin cepat-cepat pulang di saat Arga sudah mulai menghabiskan minuman nya yang ada obat perangsang itu.


Di lain tempat.


"Nara kamu kenapa,?" ucap sang ibu.


"Tidak apa-apa bu, Nara tiba-tiba merasa tidak enak badan saja," Nara ke kamar dulu ya bu, jawab Nara dan langsung meninggalkan ibu nya sendirian di ruang tamu.


'Mas Arga, kamu baik-baik saja kan mas,?' aku khuatir sama kamu mas, tiba-tiba aku sangat merindukan kamu mas, batin Nara.


Tiba-tiba Nara mengambil hanphone nya untuk segera menghubungi Arga, namun sial nya Arga tidak meangkat sama sekali telepon dari Nara.


'Mas kamu ada dimama sih, tolong angakan telepon dari aku,' batin Nara.


Di lain tempat.


Saat Desita sudah menjauh dan pergi meninggalkan Arga berduaan bersama Siska.


Tiba-tiba tubuh Arga merasa tidak enak, seperti panas dingin.


Dan lebih parah nya, sekuat tenaga Arga menahan hasrat nya yang tiba-tiba muncul.


Keringat bercucuran di tubuh Arga, Arga yang saat ini melihat Siska seperti melihat ada Nara di depan mata nya.

__ADS_1


Saat Arga mencoba menyadarkan diri nya, tiba-tiba muncullah sosok Siska yang sangat dia benci, namun saat hasrat itu kembali datang muncullah sosok Nara, yang ingin sekali Arga peluk dan cium.


'Akhhhhhhh sial, nenek dan Siska ternyata merencanakan ini semua,' batin Arga.


"Mas kamu tidak apa-apa, ayo mas aku bantu," ucap Siska.


Sekuat tenaga Arga untuk menghindar dari tubuh Siska, namun kebaikkan tidak berpihak kepada Arga.


Apa lagi saat ini tubuh Siska sangat menggoda iman Arga, sehingga Arga terbuai akan sentuhan-sentuhan dari tangan Siska.


Siska membawa Arga ke sebuah kamar hotel yang tadi sudah dia pesan.


Siska kembali menggoda Arga dan ingin melucuti semua pakaian Arga.


Namun saat tubuh Arga meinginkan sentuhan-sentuhan dari tangan Siska, tiba-tiba ada sura Nara yang meminta jangan lakukan ini semua.


'Mas Arga, aku mohon jangan lakukan ini semua, ingat mas kamu adalah milik aku, dari ujung rambut kamu sampai ujung kaki kamu itu aku yang punya mas,' jangan biarkan orang lain menikmati milik aku mas, jangan, batin Arga.


Di saat Siska mulai ingin melepaskan celana Arga, tiba-tiba Arga berucap.


'Aku mencintai kamu sayang, dari ujung rambut sampai ujung kaki aku, ini semua milik kamu sayang,' ucap Arga di sela kesadaran nya.


Namun itu semua membuat Siska salah meartikan, Siska mengira kata-kata manis itu di lontarkan Arga untuk diri nya.


Namun sedetik kemudian, yang awal nya membuat Siska terasa terbang melayang dengan kata-kata dari Arga, kini serasa di hempas dan di jatuhkan dengan beribu-ribu duri yang menunggu.


Kata-kata terakhir yang Arga ucapkan, membuat Siska sadar diri.


'Yang aku milikki semua nya ini adalah milik kamu sayang Faranisa Inara,' hanya kamu wanita yang pertama dan terakhir menjadi nyonya Danuarta seutuh nya.


Degggggggggggg


Jantung Siska terasa ingin berhenti.


'Ternyata selama ini, perasaan kamu tidak bisa aku dapatkan mas,' percuma saja aku menyingkirkan mbak Dina dan Melisa, namun pada akhirnya aku yang juga akan kamu singkirkan mas, batin Siska.


Setelah Siska melamun cukup lama, dan ini adalah kesempattan buat Arga untuk melarikan diri.


Saat Arga berhasil melarikan diri dan keluar dari lobi hotel dan tiba-tiba.


Brakkkkkkkkkk, chitttttttttttt


Tubuh Arga terpelanting sangat jauh, akibat di tabrak oleh sebuah mobil.


Sang penabrak pun melarikan diri, tanpa berniat untuk menolong.


Semua para pengunjung hotel pada berdatangan untuk membantu membawa Arga ke rumah sakit.

__ADS_1


Siska juga bergegas masuk ke dalam mobil ambulance, untuk menemani Arga.


__ADS_2