
"Kalah lu,sini sini"
Brukkkk...
Seperti itu kira-kira suara yang dihasilkan botol. Kali ini mereka sedang bermain suit botol, aturannya jika kalah maka ia akan dipukul kepalanya menggunakan botol plastik kosong.
Tepat sekali,kali ini kelas Nara sedang kosong pelajaran. Karena guru sedang mengadakan rapat untuk kelulusan kelas 9.
Jika ada yang mengira Nara ikut bermain dalam game itu juga,tebakan kalian salah. Seperti biasa,ia malah memainkan game di ponselnya.
"Weh jangan keluar kelas. Nanti gw yang kena" Begitulah keluh sang ketua kelas.
"Ayok suit lagi,kali ini gw yakin menang"
"Banyak ngomong lu,kita buktiin aja"
Saat jamkos seperti ini, aktivitas yang dilakukan beragam. Bagi si kutu buku, kesempatan ini ia manfaatkan untuk menghatam kan buku yang ia baca. Untuk anak-anak yang bikin onar dikelas,mereka berkreativitas yang diluar logika. Dan ini kesempatan untuk Nara ngepush.
"Ra mau ikutan gak lu" ajak Tri padanya.
"Gak deh,gw mau ngegame"
"Temenan aja sama game sono" sahut Della dengan muka judesnya
"Hahaha ya gak lah,temen gw tetep lu pada" Kali ini Nara tidak diam,ia membalasnya seolah menantang Nara.
"Gak gak tapi masih aja maen game" Della pun tak mau kalah.
"Tanggung dah mulai nih"
"Bukan temen gw" balas Della sambil menjulurkan lidahnya.
Waktu istirahat tiba,dan kelas Nara dari pagi kosong tanpa satu guru yang mengajar. Semoga sampai nanti pulang. Begitu kiranya keinginan teman-teman nya termasuk Nara.
"Hai Nara,gimana udah mendingan?" Suara Rendi cukup membuat terkejut Nara dalam langkahnya.
"Hm" balasnya singkat.
"Pulang sekolah nanti gw mau ngajak lu jalan. Kali ini gw gak mau denger lu bilang 'gak mau'. Pokoknya harus"
"Kalo gw gak mau,terus lu mau apa?"
"Ya itu bukan jawaban yang gw mau"
"Intinya gw udah jawab,gw gakmau" balasnya yang semakin kesal dengan sikap Rendi.
"Nanti pulang gw jemput. Gak ada alasan buat nolak"
Nara tidak menjawab,ia fokus dan mempercepat langkahnya meninggalkan Rendi. Jika ia menjawab lagi, percuma saja.
Kegiatan belajar hari ini telah berakhir.
"Ra gw balik duluan yak" Pamit Tri Yang sedang terburu-buru seperti nya ada hal penting.
"Eh iya"
"Mau balik bareng gak?" ajak Della pada dirinya.
"Hari ini gw dijemput"
"Ohh yaudah,gw duluan ya"
Tinnn...
Suara klakson mobil membuat Nara melepaskan earphone yang dipakainya. Supirnya sudah datang. Ia langsung bergegas memasuki mobil nya.
"Gimana hari ini disekolah?"
"Begitu, kaya biasanya"
"Belajar yang bener, jangan bikin papa sama mama kecewa"
__ADS_1
Nara hanya berdehem disel-sela dirinya meneguk air putih dingin. Hari ini cukup panas hingga membuat dirinya ingin berendam lama di air.
•|•
"Nara udah selesai makannya, mau langsung kekamar"
"Yaudah, istirahat yang cukup, jangan main game sampai larut malam"
"Iya"
Saat baru menaiki satu anak tangga, terdengar suara ketukan pintu,siapa yang datang malam-malam seperti ini?
"Assalamualaikum tante, Nara nya ada?"
"Waalaikumsalam,ada Nara nya baru aja selesai makan malam. Masuk dulu yuk"
"Eh iya tan"
Rendi bersama mama Nara langsung menuju meja makan. Disana sudah terlihat papa Nara dan abangnya.
"Assalamualaikum om"
"Waalaikumsalam,ayo duduk dulu nak Rendi"
"Iya om makasih"
"Oh ya Rendi kenalin ini anak om yang pertama,namanya Rofi Alward"
"Gw Rofi" ucap Rofi sambil menjabatkan tangan nya.
"Gw Rendi Akando"
"Lu pacarnya Nara?"
"Ehhmm,gimana ya..."
"Yaelah pake malu-malu segala"
"Oh gitu, cepet jadian dah,jagain adek gw yg bnr. Kalo smpe lecet awas"
"Siap bang!"
Rendi dan keluarganya Nara sedang asik mengobrol, sementara itu Nara langsung menuju mereka.
"Ada perlu apa kesini?"
"Yang sopan dong nanya, jangan seperti itu sama tamu" sahut papa Nara.
"Emm gini tan,om saya minta izin buat ngajak Nara nyari angin sebentar. Mungkin dengan ini bisa bikin dia cepet sembuh"
"Gak."
"Oh ya boleh,jangan pulang larut malam ya"
"Siap om"
"Kita berdua pamit dulu ya tan,om bang"
"Iya hati-hati"
"Tunggu Ren" panggil Rofi ketika Rendi membuka pintu rumah.
"Jangan lupa pulang bawa oleh-oleh" ledeknya
"Pasti bang"
Saat ini mereka sedang berada di sebuah cafe. Kalo bukan karena papa nya,Nara malas untuk keluar malam ini. Menurutnya ini hanya membuang-buang waktu,lebih baik jika ia bermain game dikamar nya.
"Mau pesen apa?" tanya Rendi padanya.
__ADS_1
"Trsrh"
"Oke bentar gw cariin menu yang namanya terserah"
"Lucu kali?"
"Iyain aja, salah mulu gw dimata lu"
"Misi mas,mau pesen apa?" tanya pelayan cafe pada mereka berdua.
"Saya pesen ini satu,terus ini. Minumannya... hmm mau minum apa Ra?"
"Samain aja"
"Yaudah es jeruk nya dua"
"Ini aja? Atau ada yang mau dipesan lagi?"
"Iya itu aja"
"Oke makasih mas mba, pesanannya ditunggu ya"
Makanan yang mereka tunggu akhirnya datang. Mereka langsung menyantap nya. Udara dingin seperti cocok untuk menikmati makanan yang hangat. Tak butuh waktu lama untuk makan, semuanya sudah masuk dalam perut masing-masing.
"Udah kenyang?" tanya Rendi pada Nara.
Dan hanya mendepat anggukan kepala dari Nara.
"Yaudah sekarang mau balik apa jalan-jalan dulu?"
"Balik" jawab Nara dengan cepat
"Oh yaudah"
Dinyalakan mesin motor Rendi,mereka langsung pergi dari cafe tersebut. Sekitar lima menit mereka jalan. Dan Nara sibuk dengan ponselnya.
"Ini bukan jalan pulang,mau kemana lagi?"
"Jalan sebentar cari angin"
"Hm Ra..."
"Paan"
"Gw suka sama lu udah dari lama,dan gw pikir lu juga tau itu..."
"Ya terus?"
"Masa lu masih gak paham juga"
"Setidaknya lah Ra..."
"Ya apa?"
"Lu gak bisa buka hati buat gw?"
"Gak berminat"
"Eh kok ngejleb banget yak kayanya"
"Udah jam 9 lewat,cepet ngebut,nanti rumah keburu dikonci"
"Yaelah santai aja, bokap nyokap lu juga dah percaya sama gw"
"Halah ***"
"Hahaha, santai aja dong mba nya" ucap Rendi disertai tawa kecil.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai didepan rumah Nara.
Karena waktu yang semakin malam, Rendi tak ada niat untuk mampir dulu,ia hanya pamit pada Nara dan menitip salam untuk kedua orangtuanya.
__ADS_1