
Jam empat pagi, Nara dan bi Heny di jemput oleh anak buah Andi, untuk di antar ke kota xx.
Heny tidak mengetahui kenapa Nara juga harus ikut, sebab status Nara di sana hanya sebagai perempuan asing, karena Arga masih dalam keadaan koma.
Namun Heny hanya berdiam diri saja, karena ini adalah perintah dari Andi.
Mungkin saja ada sesuatu yang tidak dia ketahui.
Setelah memakan waktu enam jam lama nya di perjalanan.
Akhirnya Nara dan Heny sampai di sebuah rumah sakit.
Tapi sebelum Nara dan Heny turun dari mobil, Heny kembali mengingatkan kepada Nara, bahwa di sana harus bersikap tidak mengenal tuan Arga, dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelum nya.
Nara dan Heny turun dari mobil dan berjalan di koridor rumah sakit, untuk mencari dimana ruangan tuan Arga.
Setelah cukup lama, akhirnya Heny dan Nara menemukan ruangan Arga tersebut.
Setelah pintu terbuka lebar, ternyata di sana tidak hanya Andi dan Arga saja, melainkan juga ada Desita, dan Siska.
"Assalamu Alaikum," ucap Heny dan Nara bersamaan.
"Wa Alaikum Salam," ucap Desita dan Andi bersama, sedangkan Siska hanya diam saja.
"Sini bu masuk,!" ucap Andi kepada Heny.
"Iya terimakasih nak Andi," jawab Heny.
"Oh iya nek, ini kenalkan anak nya bu Heny,!" nama nya Fara, dan Fara ini nyonya Desita, nenek nya tuan Arga, ucap Andi yang mengedipkan sebelah mata nya kepada Nara.
Nara yang mengerti dengan maksud Andi, hanya membalas tersenyum.
Sebenarnya Nara sangat ingin melihat keadaan Arga, namun Nara sadar di sini dia hanya wanita asing yang tidak di ketahui oleh orang lain.
Nara mendekati Desita dan mencium telapak tangan Desita dengan hormat.
"Nama saya Fara nyonya," ucap Nara.
"Nama yang bagus, kamu sekolah atau sudah bekerja sebelum nya,?" jawab Desita.
"Saya hanya lulusan sekolah menengah atas saja nyonya," dan saya sudah menikah, ucap Nara.
__ADS_1
"Menikah maksud kamu,?" jawab Desita, karena Desita tidak mengetahui tentang anak Heny.
"Fara ini sudah menikah nek," dan suami nya sedang bekerja di kota xxx, ucap Andi yang mencoba membantu Nara untuk menjawab pertanyaan yang Nara tidak bisa menjawab.
"Kamu lebih mengenal nya Andi,?" ucap Desita.
"Tentu lah nek, karena Fara ini sudah aku anggap seperti adik aku sendiri," jawab Andi.
Andi sangat mengerti saat ini Nara sangat ingin melihat keadaan Arga, sebab itu Andi cepat-cepat mengatakan ke inti nya saja.
"Fara, di sana adalah tuan Arga," seperti yang aku ceritakan kemaren, tuan Arga ini sedang mengalami musibah, dan di nyatakan dokter koma, ucap Andi.
Degggggggggggg
Bagaikan di lempar dengan batu besar, hati Nara teramat sakit saat mendengar jika suami nya dalam keadaan koma.
Dan itu artinya hubungan nya semakin tidak ada kepastian.
Mata Nara sudah mulai berembun, namun sekuat tenaga Nara harus kuat, agar Nara dapat melihat keadaan suami nya.
"Dan dokter menyarankan agar tuan Arga, segera di berikan perawattan yang cukup lengkap," maka sebab dari itu, tuan Arga hari ini akan di kirim ke Singapura untuk menjalankan pengobattan yang lebih baik.
'Dan itu artinya, ini adalah pertemuan aku yang terakhir kali nya dengan kamu mas,' betapa aku sangat berharap, aku selalu bisa menemani di setiap peroses kesembuhan kamu, batin Nara.
Deggggggggggggg
'Apakah ini benar yang aku dengar, aku tidak mimpi kan,' mas Arga akhirnya aku bisa menemani kamu di setiap peroses kesembuhan kamu mas, batin Nara.
"Anda yakin tuan,?" jawab Nara.
"Ayolah Fara, jangan kaku begitu,!" panggil saja aku seperti saat kita sedang berduaan, ucap Andi yang membuat Nara menjadi bingung karena sebelumnya mereka tidak pernah saling berbicara.
"E-eh iya kak maap," ucap Nara.
'Itu mungkin lebih baik,' batin Nara.
"Yakin kamu Andi, dia bisa menjaga mas Arga di sana,?" kemampuan dia tidak ada apa-apa nya, takut nya nanti akan mempersulit keadaan, ucap Siska.
"Nona Siska yang tehormat, dia cukup menemani saja, sisa nya di sana akan ada para dokter dan perawat yang akan membantu tuan Arga untuk menjalani pengobattan.
Siska hanya diam saja, percuma jika melawan kata-kata Andi, pasti akan kalah juga.
__ADS_1
Setelah itu Nara mencoba mendekat ke arah Arga dan di susul Andi di belakang nya..
"Kenapa ini semua terjadi kepada mas Arga,?" bahkan mas Arga belum menepati janji nya kepada aku, ucap Nara kepada Andi.
"Aku mohon Nara, kuatkan lah hati kamu saat ini,!" jika mereka melihat kamu menangis, maka mereka akan curiga siapa kamu sebenar nya, tolong kerja sama nya, jawab Andi.
"Ba-baik kak," ucap Nara.
Tidak lama setelah itu dokter dan perawat datang, dan mengatakan bahwa sekitar lima menit lagi pesawat peribadi Arga akan segera berangkat.
"Mohon maap semua nya, saya harap siapkan diri kalian yang akan ikut berangkat mengantar tuan Arga,!" sebab pesawat akan segera berangkat menuju Singapura.
Saat ini Nara berada di luar ruangan bersama Heny.
"Ibu, jaga diri ibu baik-baik ya,!" doa kan selalu agar aku berhasil membawa mas Arga dengan selamat dan akan pulang juga dalam keadaan semua nya berhasil, ucap Nara.
"Doa ibu selalu menyertai kamu nak, jaga diri mu baik-baik di sana, dan jangan lupa kabarin terus ibu,!" jawab Heny.
Setelah berpamittan kepada ibu nya, Nara menghampiri Desita.
Ingin meminta doa untuk kesembuhan Arga.
"Nyonya tolong bantu doa nya, agar tuan Arga secepat nya sembuh, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga yang dia sayangi," ucap Nara.
"Saya titip cucu saya Fara, rawatlah dia semampu kamu,!" dan saya yakin kamu pasti bisa membawa dia dalam keadaan yang paling terbaik, jawab Desita sambil memeluk erat tubuh Nara.
Sebenarnya Desita adalah orang baik, bahkan Desita tidak pernah memilih menantu cucu yang memandang bibit dan bobot nya.
Desita akan menerima jika dia adalah perempuan yang baik-baik, dan bisa merawat dan menjaga cucu nya.
Namun sampai sekarang Arga tidak pernah membawa dan mengatakan ada perempuan lain yang spesial dalam hidup nya, sehingga membuat Desita mencarikan jodoh terbaik buat Arga.
Nara mulai menaiki pesawat peribadi itu dan di susul oleh dokter dan perawat yang juga sedang membawa Arga.
Pesawat mulai take off, meninggalkan kota xx, menuju singapura.
'Akan aku awali dengan bismillah mas, inilah awal bukti bakti ku sebagai istri kamu,' batin Nara.
Bismillah 🤲🤲
Akhirnya Nara juga ikut ya gaes ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Aduhhh bisa bener kak Andi memberi nama Fara, kan jadi bingung Nara nya.
Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah, agar aku up nya lebih semangat lagi 🤗🤗🤗🤗🤗