Nara

Nara
Curiga


__ADS_3

Pada malam hari nya, Nara yang terbangun masih berada di dalam pelukan Arga.


Mengeliatkan tubuh nya, sehingga membuat Arga juga ikut terbangun.


"Ada apa sayang.?"


"Mas ko aku masih ada di sini.?"


"Ya terus kamu mau kemana,?" ini kan kamar aku, berarti kamar kamu juga dong.!


"Mas aku tidak enak sama yang lain nya, bukankan aku ini Fara, asisten peribadi kamu.?"


"Hei aturan darimana itu sayang,?" kamu itu istri aku, bukan asisten atau maid di rumah ini.


"Mas bukankah ini sebagian dari sandiwara kamu juga,?" apa jangan-jangan kamu benar mulai lupa ingatan deh mas.


Pletakkkk.


Arga menyentil keninga Nara, yang seenak nya mengatakan dia juga lupa ingata.


"Aku bisa saja lupa ingatan segala nya sayang," tapi memori dalam ingatan aku kalo tentang kamu tidak akan pernah yang nama nya lupa ingatan.


"Mulai deh gombal nya."


"Biarin sayang, kan sama istri juga.!"


"Mas aku serius loh, bagaimana jika orang lain akan curiga,?" apa lagi nenek kamu seperti nya mulai curiga kepada aku.?


"Nanti akan aku urus sayang."


Arga kembali memeluk Nara dengan erat,


Seakan Arga tidak ingin jauh-jauh dari Nara.


Nara pun juga merasakan hal yang sama, di peluk oleh Arga membuat diri nya merasa tenang dan nyaman.


Di lain tempat.


Desita yang merasa sangat penasaran, apa saja yang di lakukan penjaga tersebut kepada Arga.


Sehingga dari sore dia datang dan sampai malam, tidak ada tanda-tanda mereka berdua keluar dari dalam kamar.


Desita mondar-mandir tidak karuan, dan akhirnya Desita sudah tidak tahan lagi untuk ingin mengetahui nya.


Saat Desita sudah berada di dekat kamar Arga, namun tidak ada tanda-tanda suara Arga dan penjaga itu tersebut.


Tiba-tiba Desita di kagetkan oleh seseorang yang menurut Desita sangat mengganggu sekali.


"Maap nyonya, ada yang bisa saya bentu.?"


"Buat apa kamu di sini, tidak lihatkah kamu saya di sini untuk apa.?"


"Maapkan saya nyonya," ucap Heny.


"Apakah kamu mengetahui, kenapa anak mu dan Arga tidak keluar-keluar dari dalam kamar ini.?"

__ADS_1


"Maap nyonya, yang saya ketahui Fara sedang membantu tuan Arga untuk segera cepat sembuh."


"Tapi tidak dengan satu kamar kan,?" tidak ada satu pun orang luar selain kamu saja yang mengetahui kamar peribadi Arga, apakah anak mu juga pantas untuk mengetahui nya.


Sedangkan dia masih bersetatus istri orang.?


"Nanti akan saya tegur nyonya," dan maapkan atas kelancangan anak saya, jujur saya sangat malu nyonya.


"Aku tidak masalah, cucu ku sedang masih dalam keadaan tidak baik-baik saja," apa lagi saat ini pernikahan nya dengan Siska dalam keadaan berpisah, aku hanya tidak ingin nanti nya anak mu jadi korban dalam mansion ini.


Setelah mengatakan itu, Desita pergi meninggalkan Heny yang mematung sendiri.


Keesokan hari nya.


Nara terlebih dahulu bangun, karena tiba-tiba perutnya terasa keram, dan mulutnya terasa mual-mual dan ingin segera di muntahkan.


Hoeggghhhhh


Hoeeeggggghhhh


Tubuh Nara sudah sangat lemas, dan muka nya sangat terlihat pucat sekali.


Sedangkan Arga, cepat-cepat menggosokkan punggung Nara dengan minyak kayuputih.


"Apakah masih berasa mual sayang.?"


"Udah mendingan mas," ucap Nara sambil memeluk erat tubuh Arga, yang menurut nya bau aroma tubuh suami nya mampu memulihkan dan meredakan rasa mual yang tiba-tiba datang melanda.


"Mau mas pijittin atau mau mas apain lagi sayang.?"


"Pengen seperti ini saja mas," kepala ku pusing sekali, perut ku juga terasa keram.


"Jangan mas, aku takutnya nanti akan menggagalkan rencana kamu."


"Sayang, buat apa memikirkan hal seperti itu,?" bukankah mereka juga sekarang pasti curiga kenapa dari malam tadi sampai pagi ini kamu tidak keluar dari kamar aku.


"Mas aku takut."


"Sudah sayang, jangan memikirkan hal yang tidak penting,!" aku begini karena tidak ingin kamu dan bayi kita kenapa-napa.


"Terimakasih mas, sudah pengertian."


"Sama-sama sayang, kalian adalah orang yang paling beharga dan istimewa di dalam hidup mas."


Di lain tempat.


Tubuh Siska sangat lemas, dan wajah nya sudah terlihat sangat pucat.


Semenjak Siska di kurung oleh Tora di dalam kamar nya.


Siska menjadi uring-uringan, tidak nafsu makan.


Kerjaan nya menangis, meratapi nasif hubungan nya dengan Andre.


'Mas Andre aku kangen kamu,' hiks hiks hiks, aku mau nya sama kamu.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, pintu kamar Siska terbuka.


Menampilkan seorang perempuan yang kemungkinan berumur 50 tahun.


Dia adalalah Mariam, orang yang selama ini menjaga dan merawat Siska dari kecil sampai besar.


"Non Siska makan ya, bibi tidak ingin melihat non seperti ini.?"


"Aku tidak mau bi, percuma juga kalo aku tetap bertahan," papah tidak akan pernah mengerti dengan perasaan aku.


"Setidak nya non Siska tetap bertahan demi seseorang yang sedang berjuang untuk non," apakah non Siska tidak kasihan, jika perjuangan nya sia-sia.?


Siska kembali teringat, saat terakhir kali sebelum mereka berpisah.


Andre berpesan untuk selalu menjaga diri nya dan buah hati yang sekarang Siska kandung.


Siska kembali teringat, bahwa Andre akan terus berjuang dan akan segera menjemput Siska.


"Bi apakah aku boleh pinjam handphone bibi,?" sebentar saja bi, ucap Siska yang memohon dengan berderai air mata.


Mariam tidak tega melihat Siska yang seakan-akan sangat menderita.


Mariam sangat mengetahui kesalah pahaman yang selama ini terjadi.


Sehingga Siska lah yang menjadi korban ke egoisan di masalalu orang tua nya.


"Iya non, tapi sebentar saja ya," bibi takut jika tuan Tora mengetahui nya.


Setelah bi Mariam memberikan handphone nya, dengan cepat-cepat Siska mengetik nomer telepon Andre.


Untung saja Siska sempat menghapal nomer tersebut, sehingga Siska dengan mudah nya menghubungi Andre.


Tidak lama setelah itu, sambungan telepon terhubung.


Andre yang masih bekerja, tiba-tiba di kejutkan dengan telepon nya berbunyi.


Namun tidak ada nama dari penghubung, sehingga ke tiga kali nya handphone Andre berbunyi, baru Andre angkat.


"Hallo ini siapa.?"


"Mas Andre ini aku hiks hiks hik."


Andre yang sangat mengenal dengan suara tersebut, juga ikut menitikkan air mata nya.


Perempuan yang beberapa hari ini sangat dia rindukan, perempuan yang selama ini mampu membangunkan jiwa nya yang dulu pernah hilang saat sang istri meninggal dunia.


"Sayang, kamu kemana, kenapa aku hubungi handphone kamu tidak aktif terus.?"


"Handphone aku di sita papah mas, sehingga aku tidak dapat menghubungi mas."


"Mas mengerti sayang, pesan mas jaga diri kalian,!" jangan pernah berhenti berdoa dan bersabar, secepat nya mas akan menjemput kalian.


"Terimakasih mas, aku sayang kamu."


"Mas lebih menyayangi kalian sayang."

__ADS_1


Maap ya gaes baru bisa up 🤭🤭


Ada kesibukkan di dunia nyata 🙏🙏🙏, yang tidak bisa author tinggalkan


__ADS_2