Nara

Nara
Excel


__ADS_3

Setelah Arkana, dan Aluna, sampai di apartemen. dengan cepat Arkana menutup pintu apartemen tersebut, agar tidak ada melihat dirinya dan juga Aluna.


Sedangkan Aluna merasa sangat bingung dengan muka Arkana yang terlihat sangat cemas, berbeda dengan sebelum mereka berangkat tadi.


"Maaf tuan ada sesuatu yang anda pikirkan? Sedari tadi saya melihat anda terlihat sangat cemas," tanya Aluna.


"Aku melupakan sesuatu Aluna. Aku cemas jika terjadi sesuatu kepada kamu," jawab Arkana yang terlihat mukanya sangat khuatir.


"Ada apa Tuan? Berbicaralah dengan benar, jangan membuatku berpikir yang tidak-tidak. Apa ada sesuatu?" Ucap Aluna.


"Ya aku melupakan sesuatu mengajak kamu berlama-lama keluar, aku merasa sedari tadi ada yang mengikuti kita sampai ke depan apartemen," jawab Arkana.


Aluna yang mendengar jawaban Arkana merasa syok, sebab keberadaan dirinya sudah diketahui oleh orang suruhan Tuan Alex.

__ADS_1


"Ya ampun bagaimana ini Tuan? Aku tidak mau jika ditemukan mereka. Aku takut sekali tuan," ucap Aluna yang terduduk dan meneteskan air matanya.


Arkana yang melihat Aluna bersedih hatinya juga tiba-tiba merasa sedih. Entah kenapa perasaan itu tiba-tiba ada di dalam hati Arkana, tidak rela jika dirinya terpisah dengan Aluna. sebab beberapa minggu ini kehadiran Aluna mampu membuat Arkana yang dulunya membenci perempuan sedikit berkurang.


"Tenanglah! Tidak akan ada terjadi sesuatu kepadamu, aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu walau sedikitpun," jawab Arkana tanpa sengaja refleks memeluk tubuh Aluna yang terisak dalam tangisnya.


"Aku takut Tuan, aku tidak ingin jika bertemu dengan mereka lagi. lebih baik aku mati daripada harus menikah dengan Tuan Alex," ucap Aluna.


"Iya percayalah kepadaku, tidak akan ada yang membuat kamu menikah dengan Tuan Alex."


Excel, adalah kepercayaan Arkana. Excel bukan sekedar hanya kepercayaan saja, melainkan Excel, juga seorang Raja Mafia, dan memiliki kelompok organisasi Gangster.


Namun kedekatan Arkana dengan Excel tidak diketahui oleh Arga. Jika saja Arga mengetahui maka Arkana akan kena marah besar. sebab walaupun dulunya Arga juga dekat dengan beberapa orang mafia namun Arga membatasi kedekatan tersebut.

__ADS_1


"Baik Tuan, akan aku lakukan," jawab Excel yang terdengar di seberang sana.


"Sudahlah jangan menangis lagi, hari ini aku tidak akan pergi kemana-mana. Pergilah ke kamarmu dan bersihkan seluruh tubuhmu! Aku akan menyiapkan makanan untuk kita sarapan," ucap Arkana kepada Aluna.


Sebab mereka melewatkan sarapan, rencananya Arkana akan mengajak Aluna makan di luar, namun karena situasinya sangat tidak memungkinkan membuat Arkana membatalkan acara tersebut.


Aluna tidak banyak bersuara, sebab Aluna memikirkan nasib kedepannya nanti. Aluna sudah merasa sangat nyaman saat berada di dekat Arkana dan tidak ingin jika jauh-jauh atau terpisah.


Saat Aluna sampai di dalam kamarnya ,Aluna masuk ke dalam kamar mandi dan merendam tubuhnya di dalam bak mandi.


Sedikit merilekskan pikirannya, yang awalnya sudah merasa senang bisa keluar bersama dengan Arkana, menghirup udara segar. namun semuanya sirna begitu saja saat mengetahui jika ada seseorang yang sedang membuntuti mereka.


"Ibu, bapak, aku tidak ingin jika keberadaan aku di sini diketahui oleh mereka semua. aku tidak ingin menikah dengan Tuan Alex, aku ingin ikut kalian saja, aku tidak ingin seperti ini selalu ada dalam masalah besar," ucap Aluna yang terisak dalam tangisnya.

__ADS_1



Aku beri Visual Excel ya gaes 😍😍, Mafia tampan, idola para emak-emak 😅😅😅


__ADS_2