
"Sabar Mas! jangan mudah menyerah!" ucap Laila yang juga sama seperti Nara menyemangati hati Andi saat ini.
Andi tersenyum memandang wajah cantik, yang selalu menemani hari-hari Andi, tanpa ada status hubungan.
"Terimakasih Laila, sudah memberikan semangat buat ku," ucap Andi dengan tulus.
"Sama-sama," jawab Laila.
Saat ini Laila menemani Andi di kantor milik keluarga Arga Danuarta.
Jam sudah menunjukan pukul 3 pagi.
Andi masih sibuk berkutat dengan laptop nya, sedangkan Laila sudah sejak lama tertidur pulas di shopa.
Andi mendekat ke arah dimana saat ini Laila tertidur.
Andi menghusap lembut kepala Laila dengan sayang.
Namun husapan itu tidak berlangsung lama, sebab Laila terbangun dari tidurnya karena merasa terganggu.
"Kenapa Mas? ini sudah jam berapa?" ucap Laila kepada Andi.
"Ini sudah jam 3 pagi, kalo mau tidur saja tidak apa-apa!" jawab Andi.
"Kamu tidak tidur Mas? aku lihat dari kemaren kamu terus bekerja dan bekerja."
"Jika aku tidak seperti ini terus siapa lagi?" Arga saja tidak mau lagi urus ini perusahaan, aku hanya saja tidak ingin perusahaan ini hancur dengan sia-sia.
"Setidaknya jaga kesehatan kamu Mas!"
__ADS_1
"Aku akan selalu jaga kesehatan jika kamu yang selalu ingatkan untuk kesehatan aku!" ucap Andi kepada Laila.
"Jika aku tidak ada? bagaimana?"
"Kamu akan selalu ada di samping ku! tidak akan kemana-mana!" atau apakah kamu masih mengharapkan masalalu mu itu? ucap Andi kepada Laila.
Laila terdiam sejenak dan menatap sayu wajah Andi.
"Aku bisa apa Mas? dia yang pernah aku harapkan namun dia juga yang mematahkan perasaan ku!"
"Siang dan malam aku menunggu kedatangannya dan berharap dia kembali dan segera melamar ku," namun kenyataannya dia menabur luka dengan garam di hati ku, ucap Laila dengan derai air mata.
Andi cepat-cepat memeluk erat tubuh Laila, seakan-akan Andi memberi kesempatan untuk Laila bisa tegar dalam menjalani hidup dengan dunia tipu-tipu.
"Jangan menangis! kan kamu punya aku di sini!"
"Mas Bayu saja bisa bergi, bisa jadi akhirnya kamu juga akan pergi!" kita tidak punya hub."
Berdebah jika nanti Laila akan marah dan membenci nya, namun sekarang ini Andi merasa bahagia karena tidak ada penolakan dari Laila.
Namun semua itu salah, ternyata air mata Laila menetes sangat deras sehingga Andi menghentikan lum*tannya itu.
Andi menghapus air mata di pipi Laila, Andi paham mungkin dengan air mata Laila mengatakan kemarahannya kepada Andi.
Namun ini saatnya bagi Andi untuk mengungkapkan perasaannya kepada Laila.
"Aku yang akan menghapus garam itu dari hatimu Laila!" izinkan saat ini juga aku yang akan menghapuskan kenangan masalalu mu itu dengan cara ku sendiri!
Laila menatap mata Andi dengan lekat, seakan ingin mencari kejujuran di mata Andi.
__ADS_1
"A-apa maksud mu Mas?" kau baru saja mencuri ciuman pertama ku, dan kau mau menghapus garam di hati ku, mau mu apa Mas? ucap Laila dengan nada yang sedikit meninggi.
"Jika aku mencuri ciuman pertama mu, berarti kau juga mencuri ciuman pertama ku dan merasakan pelukan pertama ku!" jawab Andi yang tak mau kalah.
"Maksud Mas ciuman pertama dan pelukan pertama?" ucap Laila yang merasa bingung dengan jawaban dari Andi.
"Hanya kamu yang pernah aku cium dan aku peluk!" aku tidak pernah sedekat ini dengan perempuan mana pun selain kamu, WILL YOU MARRY ME
Andi mengucapkan kata-kata itu sangat dekat dengan muka Laila, Andi mengulang kembali ucapan itu karena Laila terdiam bisu.
"WILL YOU MARRY ME, izinkan aku menjadi satu-satu nya laki-laki di dalam hati kamu, menjadi pelindung buat kamu dan adik kamu, menjadi ayah dari anak-anak kita kelak," akan ku pastikan air mata mu ini tidak akan lagi menetes selain air mata bahagia.
"Apakah kamu serius Mas? apa aku tidak mimpi?" ayo mas cubit aku! bangunkan aku dari mimpi ini.
Bukannya mencubit Andi kembali me**ium dan mel*mat bibir yang sudah menjadi candu Andi.
Saat ini tidak ada lagi kemarahan di hati Laila, saat Andi dengan leluasa menyentuh diri nya.
Saat ini mereka yang masih di atas shopa, sama-sama menikmati sentuhan yang baru mereka rasakan.
"Ini semua tidak mimpi sayang, beri aku jawaban Yes atau No!" ucap Andi dengan tegas.
"Yes Mas, aku mau," jawab Laila, yang membuat Andi merasa sangat bahagia.
"Terimakasih sayang, bersiap-siaplah kita pulang ke apartemen dan jam 9 siang kita akan menikah!"
"Hahhh!!!!!"
Wah gerak cepat ya Mas Andi, mau main nikah-nikah saja ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote gaes agar author lebih semangat lg up nya 😘😘😘