Nara

Nara
Bukan Arga Yang Dulu Lagi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 5 jam lama nya, akhirnya Arga sampai di mansion keluarga Danuarta.


Arga terdiam sejenak, saat menginjakkan kaki nya kembali ke mansion ini.


Setelah beberapa bulan, saat sang Nenek menghusirnya waktu itu.


Jika saja Arga mengingat akan hal waktu itu, mungkin saat ini Arga tak perduli bagaimana kesehatan sang Nenek saat ini.


Namun karena Nara, Arga selalu mampu memaafkan semua kesalahan yang sering sang Nenek perbuat.


"Assalamu Alaikum," ucap Arga saat masuk ke dalam mansion besar itu.


Arga dan Nara di sambut baik oleh semua para pelayan rumah itu.


Para pelayan pun sangat bingung melihat penampilan dan sikap Arga saat ini.


Arga yang dulu, selalu berpenampilan berkelas, dan tidak pernah masuk ke dalam rumah mengucapkan salam.


Namun Arga yang saat ini, berpenampilan sederhana, hanya menggunakan baju kaos oblong, celana panjang, dan menggunakan jaket biasa.


Walaupun Arga tak terlalu mis*in amat, namun Arga paham cara menyesuaikan dengan keadaan nya.


"Wa Alaikum Salam," jawab semua nya.


"Ya ampun Tuan Arga, ini benar Tuan?" ucap Bi Atun yang sangat pangling melihat keadaan Arga sekarang.


"Iya Bi, ini saya Arga yang dulu, tolong semua jangan panggil saya Tuan lagi! panggil saya Arga saja!"


"Mana bisa atuh, memang seharusnya begitu," ucap Bi Ijum.

__ADS_1


"Harus ya Bi! tidak ada penolalan!"


"Baiklah den Arga," itu saja ya Den. jawab semua nya.


"Tidak apa-apa."


"Neng Nara tambah cantik, ya ampun cakep nya anak Den Arga," jawab Bi Atun.


Mereka semua saling melepas rindu, sudah lama mereka tak berjumpa.


Namum setelah Arga kembali lagi, Arga datang bukan hanya dengan Nara, melainkam juga bersama Baby Arkana.


"Mari Den Bibi antar ke kamar Aden," ucap Bi Atun.


"Tidak Bi, saya tidak ingin masuk ke kamar itu lagi!" tolong berikan saya kunci kamar tamu saja Bi, pinta Arga kepada Bi Atun.


"Jangan begitu Den, kami bisa kena marah nanti."


Mau tidak mau mereka semua menurut, Bi Atun yang sekarang ini adalah kepala Maid, memberikan kunci kamar tamu kepada Arga.


Arga bersama Nara memasuki kamar tersebut.


Ini pertama kali nya dan seumur hidup nya, di rumah sendiri Arga memperlakukan diri nya sebagai orang yang rendah.


Tidak ada bandingan dan tidak ada lagi Tahta di keluarga ini.


Setelah Arga pernah di husir oleh sang Nenek, Arga tidak akan pernah lagi menganggap rumah ini dan semua aset Danuarta adalah miliknya.


Walaupun kenyataannya, tetap Arga pewaris tunggalnya, bahkan masih ada penerus selanjutnya yaitu Baby Arkana.

__ADS_1


Namun Arga tidak akan pernah lagi menyentuh apa yang sudah dia tinggalkan.


Arga lebih memilih meninggalkan semua nya, yang pernah dia pertahankan selama ini, demi memilih sang istri tercinta.


Setelah Arga masuk ke dalam kamar bersama Nara dan juga Baby Arkana.


Arga berpmitan kepada Nara untuk segera pergi ke rumah sakit.


"Tidur yang nyenyak anak Papah, bertahanlah sebentar! kita tidak akan lama di rumah ini," ucap Arga mencium kening Baby Arkana.


Setelah itu Arga menatap kembali wajah Nara.


Di genggamnya tangan Nara penuh kelembutan.


"Jaga anak kita sayang! tidur yang nyenyak," jika perlu sesuatu ambil sendiri, dan jangan meminta tolong kepada yang lain! ingat kita di sini tamu, bukan tuan rumah sayang! ucap Arga kepada Nara.


"Mas turunkan ego mu saat ini! biarlah yang telah berlalu dan cobalah untuk melupakan yang telah terjadi dan berdamai dengan keadaan!" jawab Nara.


"Tidak semudah itu sayang, aku bukan Arga yang dulu lagi! aku sadar diri dimana aku sekarang ini," jangan paksa aku untuk berdamai dengan keadaan! aku bisa saja memaafkan Nenek dengan mudah nya, namun aku tak bisa melupakan saat Nenek meminta ku untuk memilih antara kamu dengan diri nya.


"Saat Nenek meminta ku untuk meninggalkan semua ini, saat itu juga semua yang ada di sini bukan milikku lagi," kekayaan yang ada di sini bukan milikku lg.


"Jangan takut sayang, suami mu ini memang bukan CEO perusahaan lagi! nanti setelah pulang dari sini Mas akan memperlihatkan semua yang Mas miliki, perusahaan yang Mas miliki saat ini," ucap Arga kepada Nara.


"Aku tak butuh semua itu Mas! aku hanya butuh Mas selalu ada bersama ku dan juga Baby Arkan," dan tetap bersama ku sampai kita menua, jawab Nara.


"Jangan meragukan cinta ku lagi sayang!" hari ini dan selama nya kau akan tetap menjadi milik Mas, dan hanya maut yang akan memisahkan kita.


"I Love Yo Suami ku."

__ADS_1


"I Love You Tou Surga ku," jawab Arga yang mencium kening Nara sangat lama.


__ADS_2