
Cukup lama keheningan di dalam ruangan itu, hingga Arga membuka suara nya kembali.
"Nek apa yang kau inginkan, cucu buyut,?" sekarang aku sudah memberikan cucu buyut buat Nenek, dari cucu menantu yang baik, tidak memandang aku ini siapa, bahkan aku kesini karena dia Nek, dia yang memaksa aku untuk keseini.!
Karena dia takut terjadi sesuatu kepada Nenek, dia takut aku akan menjadi cucu durhaka kepada Nenek yang selama ini telah merawat aku.
Nek, aku ini sudah tua, bukan anak muda lagi yang sesuka hati Nenek untuk mengatur jalan hidup ku.
Di usia ku sekarang, aku perlu ketenangan, istri yang selalu menjaga aku, yang melayani aku, bahkan membuat aku tanang.
Bukan yang nanti nya istri yang hanya minta uang untuk shooping dan keperluan diri nya saja.
Tatapan mata Arga langsung menghunus ke arah Acnes, seakan-akan kata itu sedang menyindir kehidupan Acnes yang suka berpoya-poya.
"Acnes akan seperti itu,!" ucap Desita yang masih ingin memaksakan kehendaknya.
"Bukankah dulu Nenek juga mengatakan seperti itu bahwa Dina, Siska, dan Melisa wanita baik-baik,?" bukti nya apa Nek, jika mereka wanita baik-baik mereka tidak akan bermain-main di belakang aku, sebelum kata talak itu terucap kepada mereka.
Bahkan sekarang Nenek ingin mengulangi kejadian itu lagi Nek dan akan menghancurkan rumah tangga aku, yang selama ini aku harapkan.
"Nenek malu Arga, punya cucu menantu orang biasa, apa kata-kata teman Nenek seorang Arga Danuarta yang terkenal Raja Bisnis memiliki istri dari desa,?" bukankah kamu mengetahui bahwa dunia bisnis itu kejam.?
"Sudah aku duga Nek, kata-kata mu hanya dusta,!" dimana Nenek ku yang dulu mengatakan bahwa siap menerima seperti apa pilihan hidup ku.?
Nenek malu memiliki cucu mantu dari desa, apakah Nenek tidak akan malu jika aku akan menjadi Duda untuk ke tiga kali nya, setelah aku berpisah dari Nara, selanjutnya aku akan berpisah dengan Acnes.
Apakah Nenek juga tega, di sisa umur ku ini hanya tebuang sia-sia merenungi kesendirian tanpa kekasih.
Setelah mengatakan itu semua, Arga keluar dari ruang rawat Nenek nya, dan pergi untuk meninggalkan Rumah Sakit.
Ternyata setelah Arga keluar, Acnes juga ikut menyusul untuk menemui Arga.
__ADS_1
"Mas Arga tunggu,!" panggil Acnes.
Saat ini mereka masih berada di parkiran Rumah Sakit, jarak mereka hanya beberapa senti meter.
Arga dan Acnes saling menatap, jika orang hanya melihat dari jauh, orang tersebut berpikir mereka ada hubungan sesuatu.
"Apa mau kamu,?" ucap Arga the point.
"Kita wujudkan kemauan Nenek mas, apakah kamu tidak ingin di sisa umur nya melihat Nenek bahagia.!"
"Jangan berpikir aku mau menikah dengan kamu.!"
"Kenapa mas, apakah kamu takut jika menyakiti hati istri kamu.!"
"Kenapa kamu tidak takut,?" jika aku bisa menyakiti hati istri ku, maka kemungkinan besar aku bisa lebih berbuat sesuatu yang tidak pernah kamu pikir.!
"Maksud kamu mas.?"
"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa perusahaan Ayah kamu itu masih di bawah kekuasaan Danuarta,!" jika kamu masih memaksakan perjodohan ini berlanjut, maka jangan salahkan aku perusahaan milik Ayah kamu, akan menjadi rata.
Jantung Acnes serasa mau berhenti, ternyata benar apa yang di katakan oleh Melani bahwa jangan pernah bermain-main dengan Arga.
#Flashback On
Tiba-tiba handphone Acnes ada notifikasi masuk, sebuah chatt peribadi dari seseorang yang Acnes tidak kenali.
Sebab nomer yang mengirimkan pesan itu tidak ada di daftar kontak Acnes.
Pesan tersebut bertulisan.
"Temui aku di cafe Mentari."
__ADS_1
Kebetulan saat itu Acnes sedang berada di cafe Mentari juga, sehingga Acnes menyetuji pertemuan itu.
Setelah Acnes mengetahui keberadaan dimana seseorang yang mengirimkan pesan ternyata adalah perempuan.
Acnes dengan cepat menghampiri perempuan tersebut.
"Siapa kamu, ada ada kepentingan apa untuk menghubungi ku.?"
"Silahkan duduk,!" ucap perempuan tersebut.
"Kenalkan nama aku Melani, aku adalah mantan istri ke 3 dari Arga Danuarta."
"Acnes, calon istri Arga."
"Masih calon kan,?" ucap Melani yang tersenyum mengejek.
"Cihhhhhh yang sudah jadi mantan, kenapa, apakah kamu menyesal ketahuan berselingkuh, sehingga mas Arga menceraikan kamu.?"
"Tidak ada guna nya membahas siapa aku, apakah kita berbeda,?" kita sama bukan, sama-sama membantu orang tua untuk menaikan perusahaan, sehingga menerima perjodohan ini.?
"Itu terserah aku dong, aku pastikan akan bisa membuat mas Arga jatuh cinta kepada ku.!"
"Silahkan jika bisa,!" tapi bersiap-siaplah untuk kehilangam segala-gala nya.!
"Maksud kamu, jangan memfitnah orang ya,!" kamu bisa di tuntut.
"Siapa yang memfitnah, ini kenyataan,!" apakah kamu tahu perusahaan PT Santan Batubara, dan Khatulistiwa Mediatama.
"Iya aku tahu, itu perusahaan yang beberapa bulan belakangan ini menjadi perbincangan panas karena kasus penipuan."
"Dan itu adalah orang tua ku dan orang tua mbak Dina mantan istri pertama mas Arga."
__ADS_1
"Apahhhhhh??????."
#Flashback Off