Nara

Nara
Ambisi Acnes


__ADS_3

"Nara istigfar Nak! ingat jangan berburuk sangka kepada suami kamu!"


"Bagaimana aku tidak bersangka buruk bu? sedangkan beberapa hari ini mas Arga tidak pernah menghubungi aku, dia berjanji akan selalu menghubungi aku bu!"


"Sabar Nak, jangan bersangka buruk! doa kan dia, agar selalu dalam lindungan Allah!"


"Bu, apakah mas Arga benar-benar serius kepada ku?"


"Jika dia tidak serius kepada kamu, dia tidak akan meninggalkan Nenek nya! dan memilih untuk tetap bersama kamu!"


"Tapi sekarang dia pergi bu! dia sekarang memilih bersama Nenek nya dan tidak mengabari aku!"


"Nak, sejak kapan sikap kamu seperti ini," bukankah Nara nya ibu orang kuat dan memiliki hati yang sabar.?


"Aku juga tidak tahu bu," saat aku melihat foto itu dan mas Arga beberapa hari ini tidak kasih kabar, aku seakan-akan hilang semangat bu."


"Yang sabar Nak, berdoa kepada Allah! semoga suami mu selalu dalam lindungan Allah."


"Amin bu."


Setelah mendapat nasehat dari ibu nya, ada sedikit kelegaan di hati Nara.


Walaupun masih sedikit hati tak rela, jika suami nya beberapa hari ini tidak ada kabar sama sekali.


Terdengan ketokkan dari luar.


Tok tok tok


"Assalamu Alaikum."


Ceklekkkkkkk


"Wa Alaikum Salam," ada apa Fajar.?


"Ini mbak, ada orang dari kota ingin bertemu Neng Nara."


"Ya Allah, non Melani?"


Heny terkejut saat melihat mantan majikan nya ini datang bertamu ke rumah nya.


Dalam hati Heny bertanya-tanya dengan tiba-tiba kedatangan Melani bersama seorang laki-laki yang tidak Heny kenali.


"Bi apakah saya tidak di izinkan masuk?"


"E...eh maapkan saya Non, ayo silahkan masuk Non!"


"Jangan panggil saya Non Non bi! saya bukan majikan bibi lagi!"


"E...eh terus bibi mau panggil apa? tidak sopan kan kalo panggil nama?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa bi, panggil saja nama saya!"


"Baiklah Neng Melani, ah begitu rasa ny enak."


"Terserah bibi sajalah," oh iya bi, Nara mana?"


Deggggggggg


'Kenapa Neng Melani mencari Nara, ada apa ini?' batin Heny.


"A..ada Neng, sebentar bibi panggilkan."


"Bi tunggu!"


"Ada apa Neng?"


"Maapkan atas semua kesalahan yang dulu pernah jahat kepada bibi! aku pernah kasar kepada bibi."


"Tidak apa-apa Neng, bibi sudah melupakan semua nya."


Setelah itu Heny masuk ke dalam, dan memanggil Nara yang sedang melaksanakan sholat Zuhur.


"Siapa bu?"


Heny berbicara sepelan mungkin, agar tamu nya tidak mendengar obrolan nya bersama Nara.


"Itu ada Neng Melani, mantan istri nya Arga."


"Ibu juga tidak tahu, ayo cepatlah temui dia!"


"Baik bu."


"Assalamu Alaikum," ucap Nara yang telah keluar dari kamar nya.


"Wa Alaikum Salam," Hei Nara, kenalkan nama aku Melani.


"Aku Nara mbak."


"Oh iya ini teman aku, nama nya Danu!"


"Salam kenal Nara, nama saya Danu."


"Salam kenal juga, saya Nara."


Setelah mereka sama-sama berkenalan, akhirnya Melani mengungkapkan alasan kedatangan nya ke Desa ini, dan menceritakan semua nya tanpa ada yang Melani tutupi.


"Ya Allah mbak, kenapa Nenek jahat seperti itu kepada ku?"


"Nenek hanya malu saja memiliki Cucu Mantu orang kalangan biasa!"

__ADS_1


"Tapi kan tidak seperti ini juga kan mbak?"


"Kamu sabar saja Nara, doa kan agar mas Arga baik-baik saja dalam lindungan Allah"


"Aminnn," ucap semua orang yang ada di rumah itu.


***


'Akhhhhhhhhhh, aku ada dimana?' kenapa kepala ku pusing sekali,? ucap Arga yang bangun dari sadar nya.


'Kenapa gelap? aku ada dimana ini?'


Selama beberapa hari Arga di sekap oleh anak buah nya Acnes, di sebuah gudang yang lama tidak berpenghuni.


Ambisi Acnes yang sangat tinggi ingin memiliki Arga sungguh besar, sehingga Acnes melupakan mala petaka apa yang akan terjadi untuk keluarga nya nanti.


"Hei ada orang di sana? jangan bersembunyi kalian!"


"Jangan banyak bicara! tunggu bos kami datang!"


"Siapa bos kalian? katakan!"


"Nanti anda akan mengetahui."


Setelah laki-laki itu keluar dari penyekapan Arga, tidak lama setelah itu datanglah seorang perenpuan cantik bertubuh tinggi, langsing dan se*si, berabut panjang, seperti model majalah internasional.


"Apakah kamu sudah sadar mas Arga?"


"Acnes?????, kau."


"Iya mas aku Acnes, kenapa?"


'Sial ternyata dia yang mengurung aku di tempat ini, akan aku hancurkan kamu dan keluarga mu nanti,' batin Arga.


"Apa mau mu?"


"Kan sudah pernah aku bilang mas, aku hanya mau kamu, kamu, dan kamu!"


"Itu tidak akan pernah terjadi!"


"Kenapa mas? bukankah kita sekarang hanya berdua saja? apa yang tidak akan terjadi?"


"Aku tidak akan pernah sedikitpun menyentuh diri mu , dan tidak akan pernah terjadi!"


"Hahahahaha, kamu pikir aku bo*oh mas? aku tidak sebo*oh seperti mantan-mantan istri kamu!"


"Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, maka istri kamu yang bernama Nara juga tidak akan pernah bisa bersama kamu lagi!'


"Apa maksud kamu? jangan coba-coba menyentuh istri ku!"

__ADS_1


"Hahahaha, kita lihat nanti mas Arga!"


Acnes keluar dan meninggalkan Arga yang berteriak kencang di dalam ruangan itu.


__ADS_2