Nara

Nara
Surprise!


__ADS_3


Matahari hampir berada di pucuk kepala. Nara masih terlelap dalam tidurnya. Mungkin ia berfikir bahwa besok hari libur jadi bisa tidur sepuasnya.


"Woi Nara,bangun dh siang,kebo dasar" ucap Rika sambil menarik selimut Nara.


Saat asik di alam mimpinya. Tiba-tiba teman Nara datang ke kamarnya.


"Berisik lu pada,gw masih ngantuk"


"Najis udah siang bolong gini masih bilang ngantuk" ceplos Della dengan entengnya.


"Diundang kagak,pada mau ngapain ke rumah gw" tanya Nara sambil berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Yaelah berasa jalangkung gw"


"Nanya nya sinis amat,biasa ae kali mba"


"Serius gw,pada mau ngapain?"


"Pake nanya,mo minta makan"


"Jangan baper ett dah, kita pada mau jalan nih. Dan lu harus ikut Ra" sahut Tri seraya memasang muka paksa nya.


"Gak,gw mau ngelanjutin tidur gw"


"Lu aja sono pada pergi,gw dirumah aja,bner dah ikhlas lahir batin gw"


"Giliran dipaksa baru ngomong panjang lebar, giliran dibercandain aja diem bae kek kendi"


"Bacot ahg,gw gak mau intinya"


Bukannya bangun dan bergegas untuk mandi. Nara malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut lagi.


"Cepet mandi,gw seret nih"


"Tau nih, cepetan" ucap Della sambil memukul Nara menggunakan bantal.


"Iyeh,mandi nih gw"


"Oke sip, gitu dong"


Diambilnya handuk Nara dan melemparkannya pada gadis itu.


"Tuh anduk lu, cepetan!"


"Mandi aja blm,sbr apa"


"Lama liatin aja si"


Setelah lama menunggu, teman-teman Nara mulai curiga. Gak biasanya Nara mandi selama ini. Biasanya tak butuh 5 menit gadis itu sudah selesai mandi


"Hm pantesan yak lama, bukannya mandi malah tidur di bathtub" ucap Mivia sambil membuka pintu kamar mandi.


"Heh ngapain dibuka"


"Ya lu ngapain bukannya mandi malah tidur"


"Iya ini gw mau mandi,udah sono keluar"


Setelah melalui proses yang lama akhirnya Nara sudah rapih sekarang. Bukan dandan atau memilih baju yang membuatnya terasa lama,namun karena dirinya yang tertidur dikamar mandi.

__ADS_1


"Mo pergi kemana kita?" tanya Nara sambil memakai sepatu kets nya.


"Kemana ya enaknya?"


"Nonton bioskop aja,gw denger-denger ada film bagus katanya" Tri berpendapat.


"Gimana pada mau gak?"


"Gw si setuju"


"Gw juga"


"Hm boleh,lu gimna Ra?"


"Gw ngikut aja"


Setelah menentukan kemana mereka ingin pergi, akhirnya mereka on the way dan meninggalkan rumah Nara.


"Ada yang aneh hari ini, tumben rumah sepi,kemana yang lain?" batin Nara pada saat mengunci pintu.


"Ada yg tau nyokap bokap gw?"


"Katanya pergi,ada acara gitu"


"Oh"


Ada satu kegiatan yang tidak disukai Nara pada saat bersama teman-temannya,yaitu menemani mereka berbelanja, terutama baju. Hal yang menjenuhkan.


"Udah belom,lama amat milih baju doang"


"Sorry Ra kita mah normal kaya perempuan biasanya, emang nya lu ,boro-boro belanja dandan aja gak bisa" sindir Della padanya.


Nara terdiam,ia mencerna kata-kata Della. Jadi menurut nya apakah dia tidak normal?


Satu match pertandingan berakhir seiringan dengan selesainya acara belanja mereka. Selama itu kah cewe ketika berbelanja? Nara terheran.


"Udah? Terus skarang mau ngapain?"


"Makan yu laper gw" ajak Rika


"Boleh,ayo"


Semuanya telah memilih menu masing-masing,kini mereka tinggal menunggu pesanan datang.


Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan. Mereka sedang sibuk dengan ponselnya.


Tiba-tiba terdengar suara dari hp Nara. Ia langsung berdiri menjauh dari meja makan


"Halo,apa mah?


"Kamu cepet pulang sekarang,papa mu baru saja kecelakaan" ucap Mama Nara disertai isak tangis.


"Hah? Mama serius?! Mama tunggu situ,Nara langsung kerumah"


"Gw cabut duluan,bokap gw kecelakaan" ucapnya sambil merapikan tas.


"Tunggu, kita ikut"


"Yaudah,ayo cepet!"


Karena keadaan yang darurat,Mivia membawa mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, berhubung hari masing siang. Jadi jalanan masih tidak terlalu ramai.

__ADS_1


"Mahhh" panggil Nara sambil membuka pintu rumahnya.


"Kok gelap sih,mana bokap nyokap gw" tanya Nara pada teman-temannya.


Duaarrrr…


Terdengar suara letusan balon. Dan kini tidak lagi gelap, disitu sudah lengkap semua. Semua keluarganya berdiri didepannya dan ada Rendi juga di sana.


"Happy birthday Nara!" ucap Rofi pada adiknya.


"Happy birthday sayang" ucap Mama Nara disertai pelukan hangat.


"Hbd Ra" sahut Rendi sambil membawakan kue ulang tahun untuk dirinya.


"Mama apasi,gak lucu tau bercanda nya"


"Hehehe maaf,ini idenya Rendi. Jadi kamu jangan ngomel ke mama"


"Maaf ya Ra,cuma mau ngasih surprise aja"


"Oh ya…" sambung nya Rendi.


"Ada sesuatu yang gw pengen sampein di hari yang penting ini"


"Apa?"


Rendi mengeluarkan sesuatu yang daritadi ia sembunyikan di belakang punggung nya.


"Di hari yang bahagia ini,gw pengen nyoba buat lebih serius sama lu. Gw bakal bikin lu bahagia hari ini,besok,dan seterusnya. Jadi,mau kan?" ucap Rendi sambil berlutut memberikan bunga dihadapan Nara.


Jujur,Rendi sangat gugup sekarang,ada dua hal yang bakal terjadi. Ia akan ditolak mentah-mentah atau diterima dirinya.


Nara mencerna kembali kata-kata Rendi. Ia tidak tau harus menjawab apa sekarang.


"Hmm…"


"Gw gak maksa kok Ra"


Nara menerima nya, karena takut membuat Rendi kali didepan papa mama nya. Jugaan, apa salah nya mencoba membuka hati untuk seseorang?


"Iya gw mau"


"Ini gak bercanda kan?"


"Lu pikir gw lagi ngelawak?"


"Sumpah gw gak percaya,gini aja. Kalo lu ambil bunga pemberian gw itu tandanya lu mau,dan kalo lu gak mau lu boleh buang bunga ini"


Nara mengambil bunga yang ditangan Rendi. Rendi bersorak senang,ia tak menyangka hal ini terjadi.


"Yes!" ucapnya sambil memeluk Nara.


"Apasi alay amat"


"Ini bentuk kesenangan gw heheheh"


"Selamat ya Ren, akhirnya" ucap Tri sambil menoyor kepalanya.


"Ettt dah,btw thanks yak"


Satu persatu teman-teman Nara memberikan selamat pada Rendi dan Nara.

__ADS_1


"Sekarang gw ngerti, menunggu bukan lah hal yang bodoh,dan menyatakan adalah hal yang baik daripada memendam. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Hanya ada 2 pilihan,kecewa namun mendapatkan banyak kesan,dan bahagia untuk hari ini,esok,dan selamanya" batin Rendi.


__ADS_2