
Setelah Andi, Arga, dan Nara pulang dari panti asuhan, Arga berniat untuk pergi ke kantor sebentar.
Agar sang nenek tidak merasa curiga, bahwa Arga tadi nya tidak pergi ke kantor melainkan pergi ke panti asuhan.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka bertiga sampai di muka lobi kantor.
Bangunan yang super tinggi menjulang langit, membuat Nara yang tidak pernah melihat menjadi terhipnotis.
Sehingga tanpa sadar, mulutnya sudah terbuka lebar yang membuat Arga dan Andi menjadi tertawa.
"Sudah puas sayang,?" ucap Arga yang membuat Nara kembali tersadar.
"Maap mas, aku kagum saja," berasa sangat mimpi mas, biasa nya aku hanya melihat di acara tv, atau sering membaca novel online yang menceritakan tentang GADIS DESA DI NIKAHI SEORANG CEO DUREN SAWIT.
"Hahhhhh, DUREN SAWIT,?" ucap Andi dan Arga bersamaan.
"Iya, kenapa kalian kompak sekali menjawab nya.?"
Saat ini mereka masih berada di halaman kantor milik Arga.
Mereka terhenti saat melihat aksi Nara, yang menurut Andi dan Arga sedikit kampungan.
Namun itu hanya terucap di dalam pikiran mereka masing-masing.
Mana mungkin Arga berkata jujur, yang ada bumil satu ini akan menjadi marah, sehingga Arga tidak akan mendapatkan konsumsi pada malam hari.
"DUREN SAWIT, itu apa sayang,?" ucap Arga kepada Nara.
"Itu mas, masa kalian tidak tahu sih," singkatan dari DUDA KEREN SARANG DUIT.
Andi dan Arga hanya bisa tepuk jidat, di balik pendiam nya Nara, namun ada sifat periang yang selalu dia tutupi.
Maklum saja, Nara tidak pernah pergi ke kota, walaupun ibu nya bekerja di mansion besar.
Namun Nara tidak pernah di ajak, itu sebab nya Nara hanya tinggal di desa.
"Waduhh pak duren sawit, apakah kita akan tetap di sini saja, atau kita cepat-cepat masuk ke dalam,?" coba kalian lihat, semua para pegawai staff melihat kita di sini, ucap Andi.
"Baiklah ayo kita masuk.!"
Sekarang Andi yang mendorong kursi roda Arga, mereka akan kembali berakting agar semua rencana mereka segera slesai.
Para pegawai staff pada membungkuk tubuh mereka, saat Arga melewati mereka semua.
Saat tiba di muka lift, tiba-tiba Arga melihat Andre yang sedang membersihkan lobi perusahaan.
"Andre."
Degggggggg
'Bukannya itu suara tuan Arga,?' kenapa dia memanggil saya, bukankah yang saya dengar tuan Arga detang dalam keadaan masih lupa ingatan, batin Andre.
__ADS_1
"Iya tuan, apakah anda memanggil saya,?" ucap Andre dengan suara seramah mungkin
Andre tidak ingin, saat ini Arga mengetahui sikap nya yang pernah merebut istri Arga.
Walaupun yang Andre ketahui Arga dan Siska tidak pernah saling mencintai, namun tetap saja Andre merasa bersalah.
Sebab Andre berhubungan dengan Siska, di saat setatus Siska masih seorang istri sah Arga.
"Iya terus siapa lagi, apakah di sini ada nama Andre juga selain kamu.?"
"Iya tuan maapkan saya," Andre menundukkan kepala nya, karena merasa takut jika saat menatap mata Arga.
'Kamu merasa ketakuttan Andre, dimana saja keberanian kamu saat berhianat di belakang saya,' batin Arga.
"Kenapa kamu berada di sini, kenapa beberapa hari ini tidak ada di mansion,?" saya mencari kamu Andre.
"Maapkan...
Belum sempat Andre menjawab pertanyaan dari Arga.
Tiba-tiba ada seseorang perempuan yang berbicara kepada Arga.
"Tuan Arga, anda ada di sini.?"
"Iya memang nya ada apa.?"
"Tuan, istri anda yang bernama Siska masuk ke rumah sakit," apakah anda tidak mengetahui nya.?
Degggggggg
Jantung Andre berdetak sangat kencang, antara khuatir dan takut jika Siska terjadi apa-apa.
"Benarkah, saya tidak mengetahui nya,?" ucap Arga yang sudah terlihat sangat panik, namun masih dalam keadaan santai saja.
Sedangkan Andre sudah ketar-ketir, takut jika terjadi apa-apa.
Ingin sekali Andre pergi saat ini juga, namun di depan Andre saat ini masih ada Arga.
Sehingga Andre menahan kaki nya, yang sangat ingin sekali pergi dan berlari mencari Siska.
"Iya tuan, ayo cepat takutnya terjadi apa-apa,!" ucap perempuan tersebut.
"Ayo Andi kita ke rumah sakit sekarang,!" aku sangat khuatir jika istri saya terjadi apa-apa.
'Sejak kapan tuan Arga meanggap Siska sebagai istri nya,?' bukankah selama ini tuan Arga tidak pernah perduli dengan istri-istri nya, batin Andre.
'Istri???????, bukankah kata mas Arga hanya aku saja istri nya,?" terus ini apa-apaan sih, itu serius apa pura-pura sih, batin Nara.
"Ayo nona, saya antar anda pulang dulu,!" ucap Andi.
'Ehhh ini apa-apan sih, aku mau di antar pulang,?' terus tadi apa, mau jenguk istri, batin Nara.
__ADS_1
"Andre temani saya ke rumah sakit.!"
Mau tidak mau, Andre meikuti Arga dan Andi untuk pergi ke rumah sakit.
Sebenarnya Andre merasa sangat senang jika bisa bertemu dengan Siska.
Namun tidak untuk pergi bersama Arga juga.
Setelah kembali ke parkiran, mata Arga hanya fokus ke arah lain.
Sehingga Nara berpikir, bahwa Arga mendiamkan diri nya karena ingin menemui istri pertama nya.
Tiba-tiba ada soerang laki-laki yang kemungkinan berusia kurang lebih Andi.
Datang menghampiri Arga dan Andi.
"Maap tuan saya terlambat."
"Exsel, tolong kamu antarkan nona ini untuk pulang ke mansion,!" tolong antar dengan selamat.!
Saat Arga berkata itu kepada Exsel.
Mata Andre menuju kearah Nara.
"Nama dia adalah Fara, dia adalah asisten peribadi ku yang selama ini menemani untuk kesehatan ku," ucap Arga kepada Andre.
"I-iya tuan," ucap Andre yang sedikit tergagap saat tertangkap basah oleh Arga.
'Cantik, dan masih polos.'
Dua kata yang keluar dari mulut Andre, namun hanya terdengar oleh pikiran dan telinga nya saja.
Setelah itu Andi, Arga, dan Andre berangkat menaiki mobil yang berbeda dengan Nara.
Sedangkan Nara, jangan di tanya lagi.
Saat Arga menyebut nama Siska adalah istri nya, hati dan mood Nara sudah mulai berubah.
Entah kenapa hati dan pikiran nya sedang tidak sinkron.
***
Setelah Arga sampai di sebuah rumah sakit terbesar di kota xx, Arga, Andi, dan Andre berjalan di koridor rumah sakit.
Sedangkan Arga masih duduk di kursi roda nya, yang di dorong oleh Andi.
Setelah sampai di muka ruangan Siska, terdengar suara teriakan seseorang yang sedang marah besar.
Jangan di tanya lagi seperti apa raut wajah Andre, saat mendengar Siska sedang di marahi oleh Tora, ayah kandung nya sendiri.
Ingin rasa nya Andre datang dan memeluk Siska, namun apalah daya saat mendengar Arga berkata istri.
__ADS_1
Nyali nya tidak sekuat saat dia berhadapan dengan Tora.
Maap ya gaes baru bisa up 😊😊😊🙏