Nara

Nara
Pengusaha Pisang Keju AD


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa bulan terakhir, kini Arga kembali ke seperti semula.


Bekerja dengan profesi baru nya sebagai penjual Pisang Keju AD.


Kini banyak pelanggan yang pada mengantri, hanya untuk menikmati enak nya Pisang Keju dengan di temani secangkir teh atau kopi di sore hari.


"Mas Pisang Keju nya 3 kotak ya," ucap salah satu pelanggan Arga.


"Mas Pisang keju nya 4 kotak."


"Mas Pisang Keju nya 2 kotak."


Dan ada banyak lagi yang memesan Pisang Keju tersebut.


"Mohon tunggu sebentar ya mbak-mbak," jawab Arga dengan nada sopan.


Tidak ada lagi suara bariton yang selalu Arga tampilkan seperti saat diri nya berada di kantor.


Kini semenjak Arga menikah dengan Nara, hidup Arga sangat berubah 100% dari Arga yang dulu.


Kini Arga adalah sosok laki-laki penyayang, lemah lembut, dan penyabar.


Arga tidak ingin lagi memikirkan masa lalu nya, Arga berhenti total mengurus perusahaan milik keluarga nya, dan terus menekuni profesi baru nya sebagai pengusaha Pisang Keju AD.


Sekarang ada banyak cabang dimana-mana Pisang Keju AD, hingga sampai ke luar negri, yang sekarang ini di kelola oleh Andre dan juga Siska.


Kini hubungan Arga dan juga ke 2 mantan istri nya yang bernama Siska dan Melani juga membaik, walaupun Arga sangat menjaga batas.


Sedangkan perusahaan memang benar-benar bangkrut, hanya tersisa beberapa anak cabang yang hanya bisa di selamatkan.


Terutama di Luar Negri, yang masih bertahan sekarang ini di kelola oleh Riko.


Kini julukan sebagai Raja Bisnis sudah terhapus total yang di sandang oleh Arga.


Jika saja saat perusahaan mulai bangkrut, Arga yang langsung turun tangan, mungkin tidak akan separah ini.

__ADS_1


Namun Arga memang benar-benar ingin lepas tangan, Arga tidak perduli lagi masa kecil nya yang dulu memperjuangkan perusahaan itu menjadi sia-sia.


Bukankah sukses itu tidak harus bekerja di kantoran?


Justru sekarang ini usaha Arga mulai berkembang pesat.


Arga juga membuka sebuah kafe dan beberapa kuliner lainnya.


Tak lupa Arga juga mengajak semua anak buah nya yang dulu bekerja di perusahaan, kini menyebar untuk menjaga pekerjaan baru Arga.


Jadi nyata ya kakak reader 🤭 pekerjaan Mas Arga sekarang masih jualan Pisang Keju AD di pasar malam, dan ada beberapa anak cabang yang sudah beredar berbagai kota, bahkan sampai ke luar Negri.


Tidak hanya Pisang Keju AD saja, Arga juga membuka Kafe, dan rumah makan kuliner di berbagai kota.


Namun orang kampung hanya mengetahui Pisang Keju AD tersebut hanya ada 2 yg sekarang ini juga di kelola Fajar, paman dari Nara.


Jika ada salah satu warga yang bertanya dengan cabang-cabang lainnya Arga hanya mengatakan itu adalah milik keluarga nya yang ada di kota.


Arga tidak ingin semua orang mengetahui siapa diri nya, Arga lebih senang dia di pandang rendah oleh orang lain.


"Wah pasti Mas Arga kami akan kembali lagi," jawab pelanggan Arga.


Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, kini Arga mulai beres-beres untuk segera pulang.


Saat ini Arga tidak pernah lagi pulang terlalu larut malam.


Karena ada yang selalu menunggu kedatangan Arga, sampai tertidur di ruang tamu.


Tidak terasa kehamilan Nara sudah memasuki bulan ke 9, kini Nara juga mulai susah untuk jalan kaki.


Namun Arga adalah tife laki-laki siap siaga.


Setiap pagi nya Arga selalu mengajak Nara untuk jalan-jalan pagi.


Walaupun Nara sering mengeluh, namun Arga tidak pernah merasa kesal ataupun marah.

__ADS_1


Namun hari ini Nara tidak bisa untuk diajak jalan pagi, alasannya sudah tidak kuat lagi.


Arga pun mengerti akan hal itu.


"Mas hari ini kerja?" ucap Nara kepada Arga.


"Kenapa memangnya sayang?" jawab Arga.


"Aku pengen ikut Mas, boleh ya Mas?" ucap Nara dengan nada yang memelas.


"Iya sayang boleh, tapi jangan kecapean ya!"


"Iya mas terimakasih suami ku," jawab Nara.


"Ada mau nya juga pasti suami-suami," ucap Arga yang pura-pura kesal.


"Jangan ngambek dong Mas! kamu tetap suami terbaik ku."


"Ih gombal," jawab Arga, yang menirukan ucapan Nara seperti biasa nya


"Anak papah kapan keluarnya nih?" papah sudah kangen pengen cepat ketemu, ucap Arga yang mengelus-elus perut Nara.


"Sabar papah," nanti juga dedek cepat keluar, jawab Nara.


"Papah boleh tengokin dedek gak?" ucap Arga yang Nara tahu apa maksud suami nya.


Nara memandang lekat wajah Arga.


"Boleh ya sayang, Mas pengen."


"Iya Mas boleh."


Dan terjadilah pertempuran panas mereka, dengan alasan Arga yang ingin menengok dedek bayi nya.


"Tinggal 3 jam lagi sayang, sebelum Mas pergi bekerja!"

__ADS_1


__ADS_2