Nara

Nara
Kabur Dari Mansion


__ADS_3

Setelah semua para maid pada berkumpul di mansion milik Arga.


Siska meminta maap atas apa yang sudah dia lakukan dan perbuat, Siska juga meminta mereka untuk kembali bekerja seperti biasa nya.


Setelah semua maid pada bubar, Siska meminta bi Heny untuk masuk ke dalam ruangan yang tidak ada di dengar orang lain.


Sedangkan Andre sudah membereskan semua pakaian nya ke dalam tas, Andre dan Siska akan bersiap-siap untuk pergi dari mansion tersebut siang ini juga.


Setelah Siska memberikan sebuah anplok kepada bi Heny, Siska juga meminta maap kepada bi Heny atas semua kesalahn nya selama ini yang sering berkata-kata kasar dan se enak nya saja memberi pekerjaan di luar jam istirahat bi Heny.


Kalo di bandingkan Dina, Siska, dan Melisa, salah satu di antara nya yang masih memiliki hati adalah Siska.


Sedangkan Dina dan Melani sesuka hati memperintahkan apa kemauan mereka, dan mereka tidak pernah untuk meminta maap.


Setelah jam makan siang tiba, Siska dan Andre akan siap-siap pergi dari mansion tersebut.


Mereka berdua beralasan untuk pergi ke salah satu tempat, agar penjaga yang lainnya tidak merasa curiga.


Saat Andre dan Siska sudah keluar dari gerbang mansion milik Arga.


Tiba-tiba tanpa mereka duga, ayah Siska datang dan menghentikan mobil yang di kendarai oleh Andre.


"Itu papah Andre, bagaimana ini,?" ucap Siska yang sudah merasa mulai ketakutan.


"Sabar dulu sayang, kita lihat papah kamu mau nya apa."


"Bagaimana bisa aku sabar Andre, papah pasti akan memisahkan kita."


Berbagai macam pertengkaran kecil Andre dan Siska.


Sehingga dari arah luar, kaca mobil yang di kendarai Andre di ketok oleh seseorang yang tidak lain adalah ayah Siska.


"Keluar kamu Siska,!" mau kemana kamu.?


"Papah aku tidak mau."


"Keluar kamu Siska, mau jadi anak apa kamu,?" kamu pikir papah tidak tahu rencana kalian berdua, ucap ayah Siska dari luar mobil.


"Andre bagaimana ini, aku takut.?"


Mau tidak mau Andre membuka pintu mobil tersebut, jika tidak di buka, maka kaca mobil akan di pecahkan dari arah luar.


"Ikut pulang dengan papah, apa-apan kamu ini," mau makan apa kamu jika dengan dia, apa kamu tidak memikirkan jika kamu itu masih istri sah nya Arga.


"Papah aku mohon, aku tidak pernah mencintai mas Arga, kita tidak saling mencitai papah," aku cinta nya sama mas Andre.


"Cinta kamu bilang, plakkkkkkk," ini buat kamu yang berani menentang perintah papah."

__ADS_1


Andre yang terkejut melihat sikap ayah Siska, merasa sedikit marah, namun apa daya, anak buah Tora sangat banyak.


"Tuan saya mohon, jangan main kasar dengan Siska,!" kita saling mencintai dan saya mohon jangan paksa Siska.


"Apa kamu bilang, cinta,?" punya apa kamu hahh hanya seorang pelayan di mansion Arga, sudah berani bilang cinta ke anak saya, mau kamu kasih makan apa dia.?


"Daniel urus dia.!"


"Kamu ikut papah.!"


"Mas Andre tolong aku mas, aku tidak mau ikut papah," ucap Siska sambil menangis terisak.


"Stoppppp.!"


"Sebelum anda memisahkan kami berdua, saya minta tolong izinkan saya berbicara untuk sebentar saja," pinta Andre.


"Tidak, apa hak kamu,?" apa saya bodoh.


"Saya mohon Tuan,!" Andre memohon dan bersujud di kaki Tora, sehingga Tora sedikit melunak dan memberi izin kepada Andre untuk berbicara kepada Siska.


"Aku tidak ingin ikut papah Andre, aku mau sama aku," ucap Siska dengan menangis terisak.


"Aku mengerti sekali, tapi ini adalah sebuah tantangan buat aku," untuk berusaha sekuat tenaga agar bisa menjadi lebih baik.


"Maksud kamu apa mas, apa kamu menyerah begitu saja.?"


"Aku mau sama kamu Andre, aku tidak mau pisah sama kamu."


Andre dan Siska saling berpelukan, menumpahkan isak tangis mereka berdua.


"Percaya sama aku sayang, secepatnya aku akan menjemput kalian.!"


"Ayo cepat masuk Siska, jangan bikin kesabaran papah akan habis.!"


"Masuklah sayang, jaga diri kalian berdua,!" ucap Andre dan mencium pipi Siska untuk yang terakhir kali nya.


Setelah kepergian mobil Siska dan di kawal dengan beberapa bodyguard, akhirnya Andre terduduk lemas di tanah.


'Aku pikir cinta kita akan segera bahagia, setelah tumbuh nya buah cinta kita,' maapkan mas sayang, mas berjanji akan secepatnya membawa kalian berdua pergi dari kakek kamu, batin Andre.


Andre segera meninggalkan tempat itu dan mengemudikan mobil nya ke perusahaan Arga.


Hanya Andi yang akan bisa membantu hubungan mereka, dan Andre akan berkata jujur kepada Andi atas semua kesalhan dan kejahatan nya selama ini di belakang Arga.


***


Hoeggggghh

__ADS_1


Hoegggghhhh


Arga cepat-cepat menemui sang istri yang masih berada di dalam kamar mandi.


"Sayang kepala nya pusing, apa terasa lemas.?"


"Ke dua nya mas," ucap Nara yang terlihat sudah sangat pucat.


Arga mengangkat tubuh Nara, untuk membaringkan keatas kasur, dan Arga segera mengambilkan air teh hangat agar mual yang Nara rasa sedikit berkurang.


"Apakah setiap hari nya seperti ini sayang,?" Arga berpura-pura menanyakan masalah mual dan muntah kepada Nara, sebenarnya Arga sudah mengetahui semua nya, namun ini hanyalah bentuk rasa simpatik Arga untuk Nara.


"Iya mas, setiap hari nya seperti ini," namun hari ini setelah dekat dengan mas, rasa nya sedikit berkurang.


"Mungkin dedek bayi nya pengen dekat-dekat papah ya sayang.?"


"Mungkin kali ya mas, sebelum aku mengetahui bahwa aku hamil," aku sering pengen sekali dekat, dan cium-cium bau kamu mas, maap ya mas aku sering sekali curi-curi kesempatan itu kepada mas.


"Iya sayang, sekarang kamu bisa puas-puas kan dekat dan cium sama mas,?" bahkan papah bisa lebih sering tengokin dedek ya, ucap Arga sambil mengelus-elus perut Nara yang masih rata.


***


Arga memberi perintah kepada anak buah nya agar nenek nya Desita segera di jemput dari tawanan Siraj.


Anak buah Arga bergerak sangat cepat, sehingga kediaman Siraj dapat di kepung.


Sedangkan anak buah Siraj, sedikit lalay, mereka meremehkan kemampuan Arga yang mereka pikir masih dalam keadaan koma.


Sebab itu Siraj tidak memikirkan akan ada serangan tiba-tiba dari Arga.


Sehingga keributan di luar mansion milik Siraj, membuat permainan panas di siang itu sanagat terganggu.


Siraj sangat marah besar, sehingga mempercepat ritme nya dan Desita lah menjadi pelampiasan amarah Siraj.


"Katakan kepada ku, apakah ini semua rencana dari Arga.?"


"Aku benar-benar tidak mengerahui nya Siraj, bahkan aku tidak mengetahui keadaan Arga saat ini."


"Jangan bohong kamu Desita, kamu terlalu banyak berbohong selama ini kepada ku," sehingga aku sangat muak dengan kamu, kamu telah menghancurkan hidup ku, kepercayaan ku, bahkan cinta ku sudah kau hempaskan begitu saja.


Amarah Siraj semakin memuncak, Siraj mempercepat goyangan nya sehingga Desita berteriak memohon ampun, agar Siraj berhenti.


Masih dalam tahap pembalasan dendam ya gaes 😊🙏🙏


Sebentar lagi akan menuju kebahagiaan rumah tangga Arga dan Nara.


Namun perjuangan Andre akan segera di mulai untuk mendapatkan cinta dan restu dari orang tua Siska.

__ADS_1


__ADS_2