
Sudah satu bulan setelah Nara jatuh pingsan, karena sedang hamil.
Kini Nara kembali seperti biasa nya, menjaga dan merawat Arga.
Walaupun keadaan Nara tetap sama, sering muntah-muntah, kadang kepala nya juga terasa sangat pusing.
Namun tidak mengurangi semangatnya untuk tetap lebih semangat agar Arga cepat sembuh dari koma nya.
Pagi ini seperti biasa nya, Nara sedang membersihkan tubuh Arga dengan air hangat dan kain tipis.
Namun Nara sedikit terkejut, saat tangan Arga tiba-tiba bergerak.
Antara senang, bahagian, dan merasa sangat terharu.
Nara cepat-cepat memanggil dokter untuk segera memperiksa keadaan Arga sekarang.
Setelah dokter memperiksa keadaan Arga, dokter tersenyum kepada Nara.
"Tuan Arga sudah berhasil melalui dari koma nya nona, mungkin sebentar lagi tuan Arga akan bangun dari tidur panjang nya," ucap dokter tersebut.
Setelah mengatakan itu semua, dokter tersebut keluar dari ruangan Arga.
'Mas aku berharap sekali, kamu cepat sadar,' aku punya kejuttan buat kamu mas, kamu akan segera menjadi ayah.
Nara sangat senang sekali, akhirnya Arga akan cepat sadar.
Sore hari nya, setelah Nara selesai mandi.
Nara di kejutkan dengan pemandangan yang selama ini dia tunggu-tunggu.
Nara mendekat kearah Arga.
"Mas, kamu sudah sadar,?' ucap Nara sambil menitikkan air mata nya.
Sedangkan Arga hanyra tersenyum, melihat Nara sangat bahagia.
Arga tidak ingin berlama-lama dari koma pura-pura nya itu.
Arga merasa sangat kasihan, setiap pagi nya melihat keadaan Nara yang muntah-muntah, tanpa diri nya.
Arga juga merasa kasihan di saat Nara sedang hamil, sering mengeluh mengharapkan Arga cepat sadar.
Arga merentangkan ke dua tangan nya, untuk minta di peluk oleh Nara.
"Mas Arga," ucap Nara sambil terisak dalam pelukan Arga.
"Iya sayang, ini mas."
"Jangan tinggalkan Nara lagi mas, Nara takut tidak akan bisa bersama mas lagi."
"Ngomong apa kamu sayang, mas akan selalu ada buat kamu," jangan menangis lagi, mas tidak kuat jika mendengar tangisan dari kamu.
"Mas janji sama Nara, tidak akan biarkan Nara sendirian lagi mas.?"
"Iya sayang mas janji."
"Mas aku punya berita bagus buat mas Arga."
"Apa itu sayang.?"
Nara mengarahkan tangan Arga ke perut nya.
"Sayang.?"
"Iya mas, ini yang selama ini mas inginkan," dia sudah tumbuh di sini mas, dan tidak lama lagi mas Arga akan segera menjadi seorang ayah dan nenek akan segera bertemu dengan cicit nya.
Arga tersenyum bahagia, namun setelah itu Arga menjadi murung, yang membuat Nara merasa bingung dengan perubahan sang suami.
"Mas Arga tidak senang dengan kabar aku hamil.?"
Arga mengusap lembuat kepala Nara, sambil mencium kening, pipi dan terakhir bibir Nara.
__ADS_1
"Mas bahagia sayang, dia akan cepat hadir mengisi kehidupan kita nanti," mas hanya kepikiran nenek sayang, bagaimana kabar nenek.?
Nara terdiam sesaat.
Selama ini Nara melupakan kabar Desita.
Selama Arga berada di negara ini, Nara tidak pernah mengabari Desita, dan bahkan Desita juga tidak pernah memberi kabar tentang diri nya.
"Aku tidak mengetahui nya mas, selama ini aku melupakan kabar nenek," maapkan aku mas.
Arga mengerti kenapa Nara melupakan kabar Desita.
Karena Nara juga dalam keadaan tidak baik-baik karena kehamilan nya.
"Tidak mengapa sayang, mas mengerti."
Keesokkan hari nya, Arga meminta kepada dokter dan perawat untuk melepas semua yang menempel di tubuh nya.
Arga juga meminta, untuk di pulangkan secepat nya, walaupun Nara sempat menolak karena keadaan Arga baru selesai dari koma.
"Mas."
"Iya sayang mas tahu, kita bukan pulang ke indonesia."
"Terus kita pulang kemana mas.?"
"Selama satu minggu ini, kita akan tetap di negara ini," masih ada tugas yang belum mas selesaikan.
"Baiklah mas."
Nara tidak ingin banyak bertanya lagi, karena menurut Nara itu semua bukan urusan dia.
Setelah mengurus semua nya, Nara dan Arga keluar dari rumah sakit, dan di kawal dengan beberapa anak buah Arga termasuk Riko juga ikut mengantarkan tuan nya itu.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya Arga sampai di temapt tujuan nya.
Tidak terlalu besar, namun membuat Nara merasa nyaman.
"Iya sayang, mas senghaja membwa kamu kesini, karena selam kita menikah mas belum pernah membuat kamu merasa arti kenyamanan," dan izinkan mas untuk beberapa hari ini, menikmati kebersamaan dulu bersama kamu, sebelum kita memulai perjuangan bersama-sama.
"Iya mas aku mengerti, bismillah ya mas."
"Iya sayang Bismillah, semoga semua masalah kita cepat selesai."
Mereka berdua juga memasuki sebuh kamar, yang tidak terlalu luas, namun keadaan nya lebih tenang di bandingkan mansion nya yang berada di kota xx.
Walaupun mansion itu sngat besar, namun semua keadaan nya hanya pura-pura
Arga menceritakan semua masalah yang ada di kota xx, keadaan nenek nya sekarang sedang dalam bahaya.
Namun Arga tidak akan menceritakan masalah pura-pura koma.
Karena setelah Arga keluar dari rumah sakit tersebut, Arga sudah menghapus semua jejak nya yang pernah mengalami koma palsu.
Cukup dia dan orang tertentu yang mengetahui, masalah yang sebenarnya tentang koma pura-pura itu.
Arga juga sudah mengetahui siapa yang menabrak nya saat itu.
Dan ternyata itu adalah orang suruhan dari Dina dan Melisa.
Mereka berdua bersekongkol untuk membuat Arga celaka.
Namun mereka melupakan sesuatu, jika sudah bermain-main dengan Arga Danuarta, maka sampai ke akar-akar nya tidak akan bersisa lagi.
Dan benar ada nya, ke dua orang tua Dina dan Melisa, sekarang mendapatkan hasil perbuatan anak-anak mereka.
Selama ini ke dua orang tua Dina dan Melisa juga ikut bersekongkol dengan orang tua Melisa, namun ke dua orang tua Dina dan Melisa terlalu bodoh untuk di perdaya oleh Tora Wicaksono.
Arga juga sudah banyak mengantongi bukti-bukti kejahatan keluarga besar Melisa, dan setelah Arga pulang dari Singapura, semua anggota Siska akan mendapatkan hasil setimpal atas perbuatan mereka.
"Jadi mas Arga akan berpura-pura untuk hilang ingatan.?"
__ADS_1
"Iya sayang, hanya beberapa hari saja," mas ingin melihat bagaimana reaksi mas nanti, apakah mereka masih meanggap mas orang yang sangat bodoh.?
"Saran aku, mas harus lebih banyak berhati-hati saja," aku tidak ingin setelah ini akan ada kebencian seterus nya.
"Iya sayang, mas mengerti dengan ke khuatiran kamu," akan mas pastikan setelah ini semua nya rata dan tidak akan tersisa.
"Maksud mas Arga.?"
"Jangan terlalu banyak berpikri sayang.!"
"Baiklah mas."
Di lain tempat.
Oekkkk oekkkk oekkkkk
"Kamu kenapa sayang, apakah kamu sakit,?" ucap Andre.
"Aku tidak tahu mas, kepala ku sangat pusing dan perut ku terasa ingin muntah terus."
"Sayang, jangan-jangan.?"
"Apa mas, jangan buat aku takut.?"
"Jangan-jangan kamu hamil sayang.?"
"Apaaaaaa aku hamil mas,?" ucap Siska dengan wajah yang sangat berbinar.
"Iya sayang, kita akan segera memiliki anak.?"
"Tapi mas.?"
"Tapi kenapa sayang.?"
"Kita belum menikah dan anak ini hasil," ucapan Sisksa terhenti di kala saat Andre mengecup lembut bibir Siska.
"Tenang sayang, kita akan nikah secara diam-diam dari orang tua kamu."
"Terus mas Arga.?"
"Mas sudah terlalu jahat kepada dia sayang, tidak seharusnya mas berlaku seperti ini kepada mereka," mas juga sudah memanggil para maid, yang pernah kamu pecat selama ini.
"Apa mas, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu,?" ucap Siska yang tidak habis pikir dengan pola pikir Andre.
"Sayang aku bukan orang jahat, dan tuan Arga sudah banyak membantu keluarga aku," aku merasa malu sayang, sudah berkhianat dengan dia, bahkan menatap muka nya saja aku tidak sanggup.
Namun karena ke egoissan aku, aku menjadi gelap mata sayang, apa yang dia miliki aku rebut secara paksa, termasuk merebut kamu dari dia, ucap Andre yang merasa bersalah.
"Mas," ucap Siska yang memeluk erat tubuh Andre, dia juga ikut merasa bersalah, karena terlalu jahat selama ini.
Karena ketakutan nya atas ancaman dari orang tua dan kakek nya, membuat Siska berubah menjadi lebih jahat.
Namun Andre selalu bisa membuat dia menyadari atas semua kesalahn yang dia perbuat.
"Terus bagaimana selanjutnya mas.?"
"Aku merasa tidak pantas sayang untuk bertemu dengan tuan Arga," dan aku ingin secepatnya untuk meninggalkan rumah ini dan membawa kamu, ibu, dan anak aku pergi jauh dari kota ini.
"Aku setuju itu mas," kita akan mengirim surat saja mas, biar kita titipkan bersama bi Heny, dan setelah semua para maid yang pernah aku pecat berkumpul kembali di rumah ini, aku akan minta maap kepada mereka, tidak seharusnya aku berbuat seperti itu.
"Sungguh hati kamu sebenarnya sangat baik sayang," hanya paksaan dari orang tua kamu saja yang membuat kamu berontak seperti ini.
"Sebenarnya aku tidak ingin menjadi orang jahat mas, namun papah selalu memaksa aku untuk berbuat semau dia."
"Kita akan lewati bersama sayang, aku akan selalu menjaga kalian."
"Kalian siapa mas.?"
"Kamu dan calon anak kita," jawab Andre dan mereka tertawa bersama.
Hai gaes jangan lupa Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤗🤗🤗🤗 agar aku lebih semangat up nya.
__ADS_1