Nara

Nara
Makan Bersama


__ADS_3

Setelah Aluna, sampai di kamar Arkana. Aluna langsung masuk kedalam kamar tersebut dan segera membersihkan seluruh tubuhnya.


Namun Aluna, lupa akan sesuatu. Lupa menutup pintu kamar, sehingga dengan mudahnya Arkana masuk kedalam kamar tersebut.


Setelah Aluna merasa tubuhnya sudah bersih, tanpa berpikir panjang Aluna segera keluar dari kamar mandi. Saat Aluna, sudah keluar. Aluna terkejut karena saat itu Arkana sedang duduk di atas Sofa nya.


Hingga Aluna berteriak Bahwa saat ini tubuhnya dapat dilihat dengan jelas oleh Arkana.


"Aaaaaaaaaa, tubuh ku ternoda," ucap Aluna yang berteriak, tanpa berpikir bahwa saat ini dirinya sedang berada dimana.


Sedangkan Arkana juga terkejut, saat melihat tubuh Aluna terbalut dengan handuk yang hanya diatas lutut Aluna.


Tidak menjawab pertanyaan dari Aluna, Arkana berjalan menuju lemari dan mengambilkan Baju yang lumayan pas di tubuh mungil Aluna.


"Ini pakailah! Maaf, aku tidak memiliki celana kecil dan juga bagian dalamnya," jawab Arkana.

__ADS_1


Walaupun Alun sedikit merasa takut, memakai Baju yang lumayan besar itu, namun Aluna tidak memiliki pilihan lain. Karena tidak mungkin, jika Aluna memakai lagi Baju yang dia pakai tadi siang.


"Terimakasih Tuan," ucap Aluna, dan segera masuk kedalam kamar mandi tadi. Walaupun ini sangat tidak enak sekali, apalagi Aluna tidak menggunakan kain segitiga, dan penutup Gunung tersebut.


Setelah cukup aman, Aluna keluar lagi dalam kamar mandi. Dan Aluna tidak melihat keberadaan Arkana, saat itu. Sehingga membuat Aluna, merasa sedikit bisa bernapas lega.


Sedangkan di dapur, Arkana telah berkutat dengan alat-alat masakan. Arkana, yang cukup mahir dan memiliki kebiasaan memasak, dengan mudahnya menghidangkan berbagai macam, menu masakan.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya Arkana, telah menyelesaikan menu masakan danΒ  menghidangkan masakan tersebut diatas meja makan.


Saat Arkana ingin berbalik, untuk memanggil Aluna. Ternyata sedari tadi Aluna sudah berdiri di belakang Arkana, dan menundukan kepala nya.


"Tidak apa-apa, ayo makan dulu! Aku tahu kamu pasti sangat lapar," jawab Arkana, kepada Aluna.


Aluna dengan cepat duduk dan mulai menyendok menu makanan tersebut ke dalam piring nya. Namun Aluna hanya menyendok sedikit saja, karena Aluna, sadar diri bahwa dirinya hanya menumpang untuk bertahan hidup.

__ADS_1


"Kenapa sedikit saja? Makanlah apa yang kamu mau! jangan merasa sungkan," ucap Arkana.


"Iya Tuan," jawab Aluna.


Karena merasa Arkana tidak membatasi makan nya. Aluna dengan lahap menyantap masakan yang sangat lezat. Apalagi Aluna sudah lama tidak makan, makanan seenak in.


"Setelah selesai makan, temui saya di ruang tengah!" ucap Arkana, dan berjalan meninggalkan Aluna, yang masih menyantap makanannya itu.


Setelah selesai makan, Aluna membersihkan sisa makannya tadi bersama dengan Arkana. Apalagi , Aluna sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini


Tanpa ragu, Aluna berjalan mendekati Arkana. yang saat ini sedang duduk dan Matanya fokus ke arah Layar Televisi.


"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu," tanya Aluna kepada Arkana.


"Duduklah! dan jelaskan masalah yang saat ini kamu hadapi!" pinta Arkana, kepada Aluna.

__ADS_1


Aluna tertunduk sedih, jika mengingat dirinya yang sering disiksa oleh Ibu tirinya. Bahkan Aluna lupa cara bagaimana untuk bisa tersenyum. Karena Aluna merasa hidupnya seakan mati rasa.


Maaf gaes πŸ™πŸ™πŸ™ sedikit up ya Aku sibuk banget hari ini.


__ADS_2