Nara

Nara
Hasrat Di Pagi Hari


__ADS_3

"Assalamu Alaikum," ucap pak Rt.


"Wa Alaikum Salam, silahkan masuk pak.!"


"Siapa sayang.?"


Terdengar suara Arga yang bertanya kepada Nara.


"Ada pak Rt mas, ayo cepat kesini.!"


"Selamat sianga pak Arga, mohon maap mengganggu."


"Siang juga pak, tidak apa-apa pak."


Nara datang membawakan teh hangat dan satu toples cemilan kering.


"Saya kesini hanya ingin memberikan ini pak Arga, tolong di isi ya,!" maap kemaren saat pak Arga kerumah, saya lupa memberikan ini pak.


Sebuah berkas data-data yang harus Arga tanda tangani, karena Arga berasal dari kota pindah ke desa ini untuk menetap dalam waktu lama atau bisa di bilang seumur hidup.


"Tidak apa-apa pak, maapkan saya juga."


Setelah cukup lama, akhirnya pak Rt berpamitan kepada Arga dan Nara untuk segera pulang.


***


Jam menunjukan pukul 5 pagi, terdengar suara orang sedang tadarus Al-Qur'an di musholla terdekat.


Arga melihat ke arah samping nya, terlihat sang istri tertidur dengan pulasnya, dan Arga kembali melihat ke arah perut Nara yang terlihat sudah mulai membuncit.


Arga menyentuh perut Nara dan mengusap lembut perut yang mulai membuncit.


Namun pergerakan tangan Arga, mulai terasa oleh Nara dan itu membuat tidur Nara menjadi terganggu.


"Maap sayang, mas mengganggu tidur kamu."


"Tidak apa-apa mas, ini jam berapa sudah mas.?"


"Jam 5 pagi sayang, mas juga mau mandi dan siap-siap pergi ke mushola."


"Iya mas."


Arga mencium lembut kening, pipi dan terakhir bibir Nara.


"Mas sayang kamu."


"Aku sangat menyayangi kamu mas."


Entah kenapa Arga merasa sangat bahagia dengan kehidupan baru nya ini.


Inilah hidup yang Arga inginkan selama ini.


Jika kemaren Arga kembali menuruti keinginan sang nenek, mungkin hati dan perasaan Arga tidak sebahagia ini.


'Tuhan tolong jaga dan lindungi keluarga kecil kami, sehatkan tubuh ini jangan kau buat tubuh ini sakit separah mungkin, karena aku tidak sanggup melihat istri yang sangat aku sayangi bersedih kembali,' batin Arga.


Setelah selesai mandi, Argan keluar dan hanya menggunakan handuk yang melindungi daerah sensitifnya.


Nara yang melihat tubuh kekar suami nya merasakan ada sesuatu yang bergejolak dan ingin sekali merasakan nikmatnya sentuhan dari tangan Arga.


Arga yang melihat ada gelgat aneh dari wajah sang istri, memilih untuk menghindar.


Bukan karena tidak mau, namun karena waktu sholat subuh sudah tiba, dan Arga juga akan pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan, dan peralatan jualan Pisang Keju AD.


"Sayang mas pergi dulu ya, waktu subuh akan segera habis."


Arga mencium kening Nara dan cepat-cepat pergi, sebelum Nara melakukan hal-hal yang tidak bisa Arga tolak.

__ADS_1


Keadaan sekarang tidak seperti dulu lagi, yang sesuka hati Arga kapanpun Arga akan masuk kantor, namun sekarang jika Arga sedikit bermalas-malasan, makan rezeky Arga akan jauh.


Walaupun tidak perlu bekerja pun tidak apa-apa, karena setiap bulannya pun Arga selalu menerima hasil setoran anak buah nya.


Setelah sampai di mushola, Arga di sambut baik dengan para bapak-bapak yang berada di sana.


Sholat subuh berjamaah kedua Arga berada di desa ini.


Berbeda di kota, jika Arga sholat subuh hanya berada di dalam kamarnya saja, walaupun memiliki mushola namun para pekerja di mansion jarang ada yang sholat.


Jika ada pun terkecuali kesembet jin islam.


Setelah sholat subuh berjamaah, Arga di ajak para bapak-bapak untuk mengobrol sebentar.


Mau tidak mau Arga tidak bisa menolaknya, sebab itu sangat tidak sopan.


"Pak Arga, betah di kampung sini,?" ucap pak Adam.


"Alhamdulillah bapak-bapak, saya sangat betah," selain warga nya pada baik-baik, lingkungan nya sangat bersahabat.


"Alhamdulillah, kalo pak Arga betah," nanti ya pak Arga kalo malam jumat ikut acara arisan para laki-laki, sekalian ngumpul-ngumpul.


Arga merasa sangat bingung, entah arisan apa yang ada dalam pikirannya.


"Arisan apa pak,?" ucap Arga.


"Loh mas Arga tidak tahu toh,?" arisan yang kami maksud adalah, berkumpulnya para bapak-bapak di rumah yang kena giliran.


Sekali pertemuan kita bayar 20 ribu pak Arga, nah jika saat kuncang arisan pak Arga yang kena, maka malam jumat yang akan datang giliran di rumah pak Arga, jawab pak Danang.


"Oh begitu pak, boleh-boleh saya juga bisa ikut," nanti malam jumat ini saya pergi kemana pak.?


"Malam jumat yang akan datang, pak Arga pergi ke rumah pak Rt,!" yang kebetulan sekali pak Rt yang kena giliran arisan nya.


"Oh iya, saya paham pak."


Setelah obrolan mereka selesai, Arga segera pulang ke rumah nya.


Arga cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya, dan saat pintu terbuka Arga terkejut melihat pemandangan yang tadinya Arga hindari.


"Sa-sayang, kamu kok.?"


Namun yang membuat Arga sangat terkejut adalah, ketika Nara mengis dan Arga cepat-cepat menghampiri Nara dan langsung memeluknya.


"Kamu kenapa sayang, apa mas ada salah.?"


"Mas tidak sayang lagi sama aku."


"Loh tidak sayang bagaimana sih, ini juga kenapa pagi-pagi pakai baju dinas sayang,?" kan mas tidak tahan lihat nya.


"A-aku mau mas, tapi mas menghindari aku."


"Ya Tuhan, bukannya mas mau menghindar sayang, cuman tadi itu waktu sholat subuh sudah mulai di mesjid."


"Alasan," jawab Nara singkat.


Karena sudah tidak tahan saat melihat Nara yang menggunakan gaun yang super se*si, Arga me***at bibir Nara dan men***mi leher dan dada Nara.


Hingga Nara melengguh dan menggeliat seperti cacing kepanasan.


Tidak tinggal diam, Arga menghisap bukit kembar Nara seperti bayi yang sedang sangat kehausan.


Dan tangan satunya lagi meremas, hingga de***an keluar dari mulut Nara.


Tiba-tiba hanphone Arga berbunyi, namun Arga abaikan karena menurut Arga sangat mengganggu waktunya.


Namun lagi dan lagi, handphone Arga kembali berbunyi.

__ADS_1


"Siapa mas, angkat saja dulu.!"


Setelah mendapat izin dari Nara, Arga segera mengangkat handphone nya yang melihatkan bahwa sang penelepon adalah Heny, ibu Nara.


"Assalamu Alaikum nak Arga, maap ibu mengganggu kamu," bagaimana pagi ini jadi nak membeli perlengkapan untuk jualan nanti.?


" Wa Alaikum Salam bu," oh maap bu, aku agak sedikit terlambat, tolong tunggu 10 menit lagi ya bu, perut ku sakit sekali.


"Maap nak Arga, baiklah ibu tunggu."


Setelah sambungan telepon terputus, tidak menunggu waktu lama lagi.


Arga segera melucuti pakaian nya dan juga pakaian Nara.


Hingga mereka berdua sama-sama terlanjang polos tanpa busana.


"Kenapa mas berbohong.?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari Nara, Arga langsung memasukan rudal nya ke dalam milik Nara.


Hingga Nara terdiam meram, melek merasakan sensasi yang sangat nikmat, membuat Nara serasa terbang melayang.


De***an, erangan terdengar penuh di dalam ruangan tersebut.


Untuk mempersingkat waktu, dengan cepat namun tidak kasar sehingga tidak akan menyakiti Nara dan bayi yang ada di dalam perut Nara.


"Ohhhhhhh mas ini sangat nikmat, terus mas cepat goyangan nya.!"


Arga tersenyum melihat sang istri menikmati goyangan yang Arga berikan.


Jika tidak membuat janji kepada ibu Heny, mungkin hari ini akan batal dulu memulai jualan nya.


Akan Arga pastikan, membuat Nara semakin puas dengan permainannya.


***


'Aku akan segera menemui nenek tua itu, dan akan aku buat dia menerima aku kembali bersama Arga,' batin Dina.


Dina baru sadar, jika selama ini dia kurang berusaha untuk mendapatkan hati Arga.


Dina sedikit lengah sehingga dirinya kehilangan orang yang beharga.


Tidak perduli sekarang ini Arga sudah menikah, jika Dina ingin merebut Arga kembali itu hal mudah, pikir Dina.


***


Karena sudah lama Desita tidak pergi jalan-jalan dan memanjakan diri nya.


Hari ini Desita akan bersenang-senang, untuk perawatan dan membeli sesuatu untuk kedatangan cucunya nanti.


Ketika Desita ingin berjalan menuju masuk mall terbesar di kota itu, tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat dan tiba-tiba.


Chitttttttt brakkkkkkkkkkkkkk


Desita terjatuh, bersama seseorang yang telah menolong dirinya.


"Nenek tidak apa-apa.?"


"Kamu???????."


Tuh kan, ayo tebak gaes siapa yang menolong Desita 🤭🤭🤭


Biar author semangat jangan lupa Like, Komen, Hadiah


Vote


Vote

__ADS_1


Vote


Vote 😘😘😘


__ADS_2