
Setelah masalah Arga selesai, Arga dan Andi pulang ke mansion besar milik Arga Danuarta.
Setelah sampai di mansion tersebut, Arga yang sudah tidak menggunakan kursi roda lagi.
Bagi Arga semua nya sudah cukup, dan sandiwara nya pun sudah berakhir, karena masalah utama nya sudah selesai.
Hanya saja Arga sedikit merasa kecewa kepada nenek nya, yang tidak pernah mau berkata jujur.
Namun bagi Arga, biarlah semua yang sudah terjadi.
Mungkin nenek nya benar-benar ingin menutupi masalalu yang kelam itu.
"Tuan apkah saya tidak mimpi,?" ucap bi Heny kepada Arga.
"Berhenti memanggil saya tuan, saya menantu ibu bukan majikan ibu lagi.!"
"Takutnya nenek mu dengar," ucap Heny yang membisikan sesuatu kepada Arga.
"Tidak apa-apa bu, semua nya sudah selesai," tinggal aku akan menjelaskan pernikahan aku dengan Nara saja sama nenek.
"Syukurlah, semoga anak ibu bisa di terima di keluarga ini."
"Di terima atau tidak, dia istri yang Arga sayagi bu," apa lagi sekarang Nara sedang hamil anak Arga.
"Tolong jaga Nara ya nak Arga, kasihan dia."
"Iya bu itu pasti," oh iya Nara dimana bu.?
"Nara ada di kamar kamu nak, temuin dia seperti nya mood nya sedang tidak baik.!"
"Iya bu, Arga tinggal dulu."
'Ini pasti masalah di kantor tadi, Nara pasti salah paham,' batin Arga.
Cklekkkkkk
Pintu kamar Arga terbuka lebar, Arga melihat istri nya yang sedang meringkuk menahan emosi yang kemungkinan adalah kesalah pahaman.
Arga berjalan mendekat ke arah Nara, dan Arga juga perlahan mengusap lembut kepala Nara.
"Sayang, kamu tidur.?"
Tidak terdengar suara sahutan dari Nara, namun terlihat jelas bahwa Nara sedang berbohong bahwa dia tidak sedang tidur.
Arga mengusap perut Nara yang sedikit membuncit, perlahan tangan Arga mulai masuk ke dalam baju Nara, dan mengusap nyata perut bukan kain pakaian.
"Sayang, bilang ke mamah ya,!" papah cinta dan sayang sekali sama mamah, hanya mamah perempuan satu-satu nya orang yang paling papah sayang.
__ADS_1
"Bohong," jawab Nara yang sedikit kesal dengan ucapan dari Arga.
Namun Arga masih berpura-pura tidak mendengarkan ucapan dari Nara.
"Sayang, anak nya papah," pintar-pintar di sana ya nak, jangan bikin mama bersedih, nanti kalo kamu sudah ada di sini, kita akan sama-sama peluk mamah ya nak.
"Mas Arga ihhhh aku marah loh," ucap Nara yang sudah mulai kesal karena Arga malah ngobrol dengan anak nya, sedangkan diri nya hanya di cueki saja.
Awalnya Nara ingin membalas rasa kecewa dengan Arga yang mengatakan bahwa Siska adalah istri nya.
Entah kenapa tiba-tiba Nara merasa tidak suka, apa lagi saat itu Nara tidak di ajak melainkan malah di antar pulang ke mansion.
Padahal dulu ya Nara memiliki seribu pengertian, bahwa Arga memiliki istri bukan hanya dia saja melainkan ada 3 istri.
"Mas kira kamu tadi ngigo sayang.?"
Tiba-tiba Nara kembali menangis, entah kenapa kata-kata itu masih terngiang-ngiang di dalam pikiran Nara.
Rasa tidak rela jika suami nya menganggap perempuan lain istri, sedangkan dia juga istri nya Arga.
"Ehhh kenapa sayang, cerita kepada mas.!"
"Mas Arga tidak sayang aku lagi," ucap Nara sambil menangis.
"Sejak kapan mas tidak sayang sama kamu,?" kamu adalah wanita satu-satu nya yang mas sayang, hanya kamu yang mas sentuh, bahkan hanya kamu yang men**sah di bawah kungkungan mas.
Walaupun berulang kali mereka melakukan permainan panas itu, namun tetap saja membuat Nara merasa sangat malu.
Sebab Nara tidak pernah terlanjang di depan laki-laki lain, namun dengan mudah nya Nara melakukan itu dengan Arga yang bersetatus suami yang baru dia kenal.
"Kenapa sedih sayang, mas ada salah apa,?" katakanlah, mas tidak ingin jika istri mas ini bersedih maka anak mas juga akan ikut bersedih.
"Aku tidak suka saat mas Arga mengatakan bahwa mbak Siska itu Istri mas," apa lagi saat itu aku juga tidak mas ajak.
Arga tersenyum melihat sikap istri nya yang seperti ini, ingin rasa nya saat ini Arga menerkam tubuh Nara tanpa ampun.
"Saat itu dia memang masih istri mas."
Belum sempar Arga meneruskan ucapan nya, Nara semakin terisak.
Sungguh Nara tidak rela mendengar suami nya menyebut orang lain sebagai istri nya.
Arga sangat mengerti mood ibu hamil seperti itu, walapun Arga tidak memiliki pengalaman, namun sedikit belajar dari banyak nya teman-teman Arga yang sudah menikah dan memiliki anak.
"Jangan menangis sayang, mas sudah menalak Siska," dia bukan istri mas lagi, istri mas hanya ada satu yaitu Faranisa Inara.
Mas tidak mengajak kamu, karena mas ingin menyelesaikan masalah mas dulu, dan mas tidak ingin mereka mengetahui bahwa kamu adalah kelemahan mas.
__ADS_1
Sehingga bukannya berhasil malah yang ada berantakan rencana nya.
"Aku tidak mengerti mas, tiba-tiba aku merasa tidak suka saja," mas Arga bersikap seperti itu dan mengatakan mbak Siska sebagai istri.
Sebagai laki-laki yang sudah berumur, dan memiliki istri yang sangat muda.
Arga sungguh sangat bersyukur, tidak mungkin Arga mengecewakan hati Nara yang terkadang mood nya sering berubah-ubah.
"Mas mengerti sayang, mas tidak marah," jawab Arga.
Dengan malu-malu Nara memeluk tubuh Arga, yang menjadi candu Nara setelah Nara mengetahui bahwa diri nya telah hamil.
Mungkin karena hormon kehamilan Nara, sehingga terkadang Nara sangat ingin sentuhan-sentuhan dari Arga.
Seperti saat ini, Nara sangat meinginkan sesuatu yang sudah Nara tahan dari tadi.
Namun karena Nara merasa malu, Nara tidak berani mengucapkannya.
Arga yang mengerti apa yang istri nya inginkan, tanpa bertanya lagi Arga mel**at bibir indah Nara.
Ciuman semakin dalam, dan semakin menuntut.
Sehingga membuat Nara merasakan terbuai indahnya hasrat yang ingin lebih dari itu.
Hingga akhirnya permainan panas itu, terjadi kembali di siang hari.
Mood ibu hamil memang tidak bisa di tebak, namun harus lebih sabar lagi Arga tidak ingin istri nya selalu merasa sedih dan ini akan memperburuk kondisi anak nya nanti.
Arga ambruk di samping Nara.
Arga memeluk Nara dengan sayang, sesekali Arga mencium Nara dengan sayang.
"Sayang, anak kita sering nakal ya.?"
Setelah percintaan nya selesai, Arga mengusap lembut perut Nara.
"Kalo papah nya tidak ada, dia sering nakal mas."
"Anak papah jangan nakal-nakal ya.?"
"Iya papah," jawab Nara menirukan suara anak kecil.
Tiba-tiba handphone Arga berbunyi, pertanda ada seseorang yang menelepon di seberang sana.
"Halo, ada apa.?"
Maap gaes, baru up
__ADS_1
sebenarnya malam tadi mau up, tapi aku ketiduran 😊🙏🙏🙏