
Saat sedang berjalan menuju kelasnya…
"Hai" sapa seseorang dibelakang Nara.
"Hai" balas Nara,namun kali ini ada yang aneh,ia tidak mengenal siapa yang menyapanya.
"Ini gw Fira,temen lama lu,masa lupa sih"
"Oh ya Fira,gila makin cakep aja lu sekarang,heheh" puji Nara pada temen lamanya itu.
"Bisa aja lo. Gw fikir lu lupa sama gw"
"Gak mungkin lah,kita kenal udah dari lama"
"Berarti lo skarang sekolah disini?"
"Yaa seperti yang lu liat"
"Kenapa pindah?"
"Nyokap gw pindah rumah"
"Ohh gitu,syukur bisa ketemu lagi"
"Nanti dikelas gw duduk bareng lo ya Ra"
"Boleh, nanti gw kenalin sma tmn gw"
"Siap"
Nara dan Fira memasuki kelas,banyak pasang mata yang menatap mereka berdua, mungkin karena penasaran siapa orang yang saat ini bersama Nara.
"Kenalin ini Fira,temen lama gw" ucap Nara pada teman-temannya.
__ADS_1
"Hai gw Fira,salam kenal" ucap Fira sambil menjabat tangan satu persatu pada teman Nara.
"Mulai sekarang dia duduk sama gw,lu semua pada gak keberatan kan?"
"Gak dong,gw kan ringan gak mungkin keberatan" ucap Tri dengan polosnya.
"Sa ae lu gentong sumur" balas Della.
"Sirik aja ama cecan" jawab Tri.
"Weh kasian ege,si Fira anak bae-bae jangan lu racucin ama sifat lu pada,sorry ya fir" ucap Mivia si maha bijak:v
"Hehehe iya santai aja gpp"
"Untuk saat ini emang gw baik dimata kalian,liat aja nanti, terutama lo Nara" batin Fira sambil menutupi nya dengan senyum.
Fira,teman lama Nara yang kini datang kembali. Dari sekolah menengah dasar ia selalu bersama Nara. Bahkan banyak orang mengira bahwa mereka berdua adalah saudara.
"Ayo Fir,taro tas lu disamping gw" ucap Nara menuju meja nya.
"Eh iya,gw tinggal dulu ya" ucap Fira pada semua teman Nara.
"Ra yang ini caranya gimna,gw gak paham" ucap Fira sambil menunjuk soal yang sulit baginya.
"Nih jadi ini pake rumus ini" jelas Nara.
Nara mengajari Fira soal fisika yang bisa dibilang cukup rumit. Walaupun Fira tidak bisa, dia paling anti dengan hal yang namanya 'nyontek'.
"Terus yang ini tinggal dikali abis itu udah?"
"Iya,itu lu udah mulai ngerti"
"Oh gitu caranya,makasih ya Ra"
"Hm"
__ADS_1
"Oh ya nanti mlm gw kerumah lu yak"
"Ngapain?"
"Gw kangen sama mama lu, sekalian belajar bareng"
"Hm"
"Ternyata gak berubah yak dari dulu masih aja cuek, hehehe" ucap Fira sambil menulis jawaban dibukunya.
Nara hanya menatap wajah temannya itu. Ada hal yang aneh didirinya. Waktu kelulusan SMP ia pernah mengatakan sesuatu.
"Gw kayanya bakal pindah ke luar kota,dan kemungkinan besar gw jga sekolah disana" begitu kira-kira yang diucapkan Fira tiga tahun yang lalu.
Tak ingin memikirkan hal itu terlalu lama, Nara melanjutkan tugasnya.
Semua murid berhamburan menuju gerbang sekolah. Fira mengajak Nara untuk pulang bersamanya.
"Ayo Ra bareng gw" ajak Fira pada Nara
"Hm,makasih tpi gw dah ada janji" balasnya.
"Smaa siapa?" tanya Fira penasaran.
Belum sempat membalas Rendi sudah datang menghampiri Nara.
"Ayo Ra balik" ajak Rendi
"Ini siapa? Pacar lu Ra?" tanya Fira yang terlihat tak sopan menanyakan hal itu.
"Iya ini cowo gw" jawab Nara.
"Gw sama Nara balik duluan yak" pamit Rendi pada Fira.
"Oh yaudah, hati-hati"
__ADS_1
Fira menatap nanar Nara. Kenapa kebahagiaan selalu berpihak padanya, sedangkan dia, selalu mendapat masalah yang seolah tak ada habisnya.
"Suatu saat nanti kebahagian lo itu bakal jadi milik gw" ucap Fira dengan penekanan nada.