
Setelah mencari ke berbagai tempat untuk mencari lapak berjualan, akhirnya Arga menemukan 2 lapak di berbeda arah.
Lapak yang pertama di simpang empat dekat pasar malam, dan lapak yang ke dua di dekat pom bensin.
Bagian lapak pasar malam, tempat itu akan Arga yang menepati, dan bagian yang dekat pom bensin ibu Heny dengan adiknya.
Rencana nya besok pagi Arga akan memulai membuka usaha Pisang Keju AD.
Ke dua rombong sudah di beli Arga melalui via online, dan kemungkinan besok pagi akan segera datang.
"Berarti semua nya sudah selesai ya nak Arga,?" ucap Heny.
"Belum bu, sementara waktu ibu dengan aku dulu, om Fajar nanti akan ada anak buah ku yang datang kesini untuk membantu om Fajar," nanti kalo om sudah mulai bisa cara membuat dan lain-lainnya, baru ibu sama om Fajar.
"Oh baik nak Arga, tidak sabaran aku pengen cepat-cepat," ucap Fajar.
"Kita perlu kesabaran om, nama nya jualan tidak selalu laku dan habis terus,!" terkadang aku pun juga pernah ingin menyerah, namun aku melihat semangat pegawaiku bekerja tanpa lelah dan menyerah demi keluarga nya, di situlah aku baru sadar betapa susahnya yang nama nya bekerja demi keluarga.
"Begitulah nak Arga, terkadang pekerjaan biasa selalu di anggap orang remeh, dan pekerjaan yang susah malah di harapkan semua orang."
"Seperti ap bu,?" ucap Arga.
"Seperti bekerja kantoran."
Dan mereka bertiga tertawa bersama.
"Susah bu kerja kantoran, aku saja dari umur 10 tahun sudah di latih dengan kerasnya dunia bisnis," namun bagaimama lagi, jika bukan aku terus siapa lagi.?
"Yang sabar nak Arga, sekarang nikmatilah kehidupan kamu sekarang.!"
"Iya bu aku pasti semangat, karena ada anak dan istri ku yang selalu meharapkan kerja keras ku."
Setelah selesai mengobrol sebentar, Arga pamit kepada Fajar dan Heny untuk segera pulang ke rumah.
Arga akan menghitung lagi, berapa sisa uang yang dia miliki, dan akan berdiskusi kepada Nara, apa yang seterusnya akan dia lakukan.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Arga sampai di depan rumahnya.
Arga terkejut ada satu buah motor baru yang terparkir di depan rumah nya, sebenarnya Arga juga ingin membeli moror namun masih mau menghitung sisa uang simpanan nya, baru akan membeli.
"Assalamu Alaikum sayang."
"Wa Alaikum Salam mas."
"Sayang ini motor punya siapa.?"
__ADS_1
"Oh itu katanya buat mas, dari kak Andi."
Arga menghembuskan nafas kasar, Arga lupa jika bukan Andi, siapa lagi yang masih perduli dengan diri nya.
"Oh iya sayang, dasar tu anak."
"Dia perduli sama kamu mas, nanti kamu hubungi dia dan ucapkan terimakasih.!"
"Iya sayang itu pasti, oh iya sayang mas mau menghitung sisa berapa uang yang mas miliki," soalnya mulai besok mas sudah mulai buka usaha itu.
"Ke dua lapak itu mas.?"
"Iya sayang di desa ini kan ada pasar malam tuh, nah nanti di sana mas dan ibu yang akan jualan di sana," kalo om Fajar nanti nya di temani anak buah mas yang datang dari kota .
"Aku lihat dari kemaren mas pegang uang banyak, itu uang mas dari Danuarta ya.?"
"Tidak sayang, ini uang hasil tabungan mas dalam satu tahun hasil jualan Pisang Keju AD," lumayan banyak lah sayang, hasil teransfer dari anak buah mas tiap bulannya.
"Oh aku kira mas sempat bawa uang dari Danuarta.?"
"Nenek kan sudah bilang sayang, mas harus meninggalkan mansion dan semua yang bersangkutan dari Danuarta,?" jika mas bawa nama nya itu uang haram, alias mas merampok.
Kan mas tidak ingin menafkahi anak dan istri mas hasil uang yang tidak halal.
"Iya mas maapkan aku, berarti rumah ini pun hasil dari Pisang Keju AD juga ya mas.?"
"Nih sayang, sisa uang tabungan aku ada 50 juta," dan aku akan mengambil 5 juta saja sayang, sisa nya kamu yang pegang ya.!"
"Lah masih banyak mas, kenapa harus aku yang pegang mas, kenapa tidak kamu saja.?"
"Kamu istri mas, dan memang seharusnya semua uang mas kamu yang pegang.!"
"Tapi mas ini uang sangat banyak, aku baru kali ini seumur hidup ku pegang uang sebanyak ini."
Arga tersenyum dengan sikap kepolosan sang istri.
"Ini kamu yang simpan sayang, gunakan buat keperluan kamu nanti melahirkan,!" uang sehari-hari untuk makan dan keperluan kita lainnya biar mas yang tanggung.!
"Terimakasih mas, kalo boleh aku izin boleh tidak mas, aku ingin jualan online shop.?"
"Mas kurang mengerti sayang, online shop yang bagaimana menurut kamu.?"
"Tadi itu loh mas teman-teman aku pada ke sini, mereka tanyain aku apakah akan lama tinggal di sini, kan mereka tahu nya aku kemaren di kota tinggal di rumah mas," lah aku bilang saja memang aku tinggal di sini lagi sama mas."
"Terus kata mereka apa sayang.?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa sih, mereka pada senang mas bisa kembali berteman lagi sama aku," dan mereka bilang di kampung seberang ada seorang anak Rt yang lumayan laris jualan online shop tapi dia jualan produk kecantikan mas.
"Memangnya kalo kamu mau jualan yang seperti apa sayang.?"
"Kalo aku mau nya jualan seperti tas, baju, dan keperluan perempuan lainnya," dan aku tanyakan sama teman-teman ku, memangnya modalnya berapa dan kata mereka harus memiliki modal 2 juta mas, kalo sewaktu-waktu barang pesanan orang datang dan uang 2 juta itulah yang akan aku gunakan.
"Tidak apa-apa sayang, gunakan saja selagi kamu merasa senang dan asalkan kamu di rumah saja tidak kemana-mana.!"
"Iya mas, aku hanya menggunakan handphone saja dari rumah, fosting-fosting jualan," dan aku juga akan promosikan Pisang Keju AD mas, biar pada laku mas.
"Nah ide bagus itu sayang, mas setuju sekali."
"Semoga berkah ya mas, kerja keras kita sekarang."
"Amin, doakan mas selalu ya sayang.!"
"Iya mas, aku pasti akan selalu doakan mas."
Tidak lama setelah itu, pintu rumah mereka di ketok oleh seseorang.
Tok tok tok
"Sebentar mas biar aku yang buka."
"Iya sayang."
Ceklekkkkkkkkk
***
"Akhhhhhhhh sial, kenapa sih tante dukung anak tante Wina sama Arga, kenapa tidak sama aku saja.?"
"Tante kan tidak tahu Dina, dan lagian mana mungkin Arga juga mau balikan lagi sama kamu, apakah kamu lupa bagaimana sikap Arga.?"
"Iya sih tante, tapi aku tidak rela saja jika Acnes mau di jodohkan sama Arga."
"Heiii ponakan yang tidak pengertian, kenapa kamu tiba-tiba menjadi bo*oh,?" bukannya selama ini kamu mengetahui sikap Arga itu bagaimana, kenapa kamu merasa takut.?
"Maksud tante.?"
"Kamu yang pernah di nikahi Arga saja, dia tidak pernah tertarik apa lagi Acnes yang semua nya pada glamor."
"Tapi kan aku tetap merasa takut juga tante, bagaimana jika iman Arga runtuh dari Acnez."
"Sudahlah tante bosan dengar ocehan kamu, umur sudah tua juga sikap masih seperti anak muda," ucap Tias yang meninggalkan Dina sendirian.
__ADS_1
'Bagaimanapun cara nya, aku akan mendapatkan kamu lagi mas Arga, itu harus.'