
Seperti janji Arkana kepada Aluna. bahwa hari ini Arkana akan mencari apartemen yang lebih besar daripada apartemen miliknya saat ini.
Karena apartemen Arkana sebelumnya tidak terlalu banyak barang-barang. sehingga dengan mudahnya Arkana pindah tidak seperti orang-orang pindah pada umumnya.
"Kita mau ke mana Tuan? Apakah Tuan mau mengajakku jalan-jalan," tanya Aluna kepada Arkana.
"Apakah kamu ingin ditemukan oleh Tuan Alex lagi?" Jawab Arkana, dan terus berjalan yang diikuti Aluna dari belakang.
"Kenapa jawabannya ketus sekali sih? Memangnya aku ada salah Ya? Sudahlah aku kan tidak merasa memiliki salah kepadanya, buat apa aku merasa tidak enak," gerutu Aluna yang masih terdengar jelas di telinga Arkana.
Tidak Beberapa lama akhirnya Arkana dan Aluna, berdiri di depan sebuah apartemen yang lumayan besar. Apartemen yang memiliki dua buah kamar, satu ruangan tamu, satu ruangan tengah, dan dapur yang lumayan cukup besar.
"Ini rumah siapa Tuan? Sangat besar sekali," tanya Aluna yang merasa kagum dengan bangunan megah ini.
"Mulai hari ini kita akan tinggal di tempat ini. Apartemen ini memiliki dua buah kamar, sehingga kita bisa tidur dengan nyenyak," jawab Arkana kepada Aluna.
__ADS_1
"Wah ini sangat indah sekali Tuan. Aku sangat senang jika Tuan, mulai malam ini tidak akan tidur dengan merasakan kesakitan," ucap Aluna.
"Ya seperti itulah, anggaplah tempat ini juga milikmu. Lakukanlah sesuka hatimu jika kamu merasa bosan. Yang penting kamu jangan keluar dari tempat ini, aku tidak akan bisa menjamin keamanan di luar sana. Sebab aku tidak memiliki waktu 24 jam selalu berada bersamamu," ucap Arkana kepada Aluna.
Kini Aluna berada di dalam kamar barunya kamar yang lumayan cukup besar. Aluna sangat bersyukur bisa bertemu dengan Arkana. orang yang baru saja Aluna, kenal begitu baik kepada dirinya. "Mulai hari ini aku akan mengabdi kepada dirimu Tuan Arkana. Terima kasih untuk segalanya yang selama ini kamu berikan kepadaku," guman Aluna yang berbicara sendiri.
Tiba-tiba dari arah luar Arkana, mengetuk pintu kamar Aluna. tidak lama Aluna membuka pintu tersebut. " Ada yang bisa aku bantu tuan? Apakah Tuan memerlukan sesuatu," tanya Aluna kepada Arkana.
"Aku akan segera kembali ke cafe, tetaplah berada di sini, dan jangan kemana-mana. semua keperluan dapur sudah lengkap, jika kamu merasa bosan lakukanlah Sesuka Hatimu,!" ucap Arkana.
***
"Selamat pagi Tuan Arga, bagaimana hari ini? Apakah cuacanya cukup cerah," ucap Dewi kepada Arga.
"Lumayan cukup cerah Dewi, namun aku yakin cuaca hari ini tidak secerah hatimu," jawab Arga, yang membuat Dewi merasa kesal.
__ADS_1
"Tuan, kenapa anda selalu mengetahui tentang perasaanku? Apakah Tuan itu seorang peramal?" Tanya Dewi kepada Arga.
"Dari matamu, aku melihat jelas bahwa cuaca hari ini tidak seperti keadaanmu yang selalu betah dalam kejombloan," jawab Arga yang tertawa dan meninggalkan Dewi, yang semakin merasa kesal.
Hari-harinya Arga merasa terhibur dengan sosok Dewi. Dewi memiliki sikap yang ceria. namun keceriaan itu hanya sebatas dilihatkan kepada semua orang. Arga sangat mengetahui, jika banyak beban yang saat ini Dewi pikul.
"Jangan terlalu dekat kepada Dewi Tuan! Bisa-bisa anda jatuh cinta kepada dirinya," ucap Deren kepada Arga.
Deren adalah kepercayaan Arga, semua yang Arga lakukan ada campur tangannya Deren. "Dia sudah aku anggap seperti anak sendiri. aku tahu saat ini dia memikul banyak beban. namun dia selalu melihatkan keceriaannya kepada semua orang, tanpa melihatkan kegundahan yang dia rasakan," jawab Arga.
"Ya siapa tahu Tuan, merasa nyaman dan lama-kelamaan kenyamanan itu menumbuhkan perasaan," ucap Deren lagi kepada Arga.
Arga terdiam sejenak memikirkan ucapan Deren. tidak ada yang mustahil di dunia ini jika semakin dekat lama-kelamaan akan membuahkan hasil. namun Arga kembali teringat kepada sosok istrinya, yang sangat dia cintai. hingga perasaan itu layu dan mati seketika. "Tidak akan pernah ada sosok wanita yang menggantikan almarhum istriku."
Tidak ingin membuat Bosnya merasa kecewa. Deren berpamitan kepada Arga untuk segera mengecek keadaan Cafe tersebut.
__ADS_1