
"I-iya ada apa Mas?" ucap Laila yang merasa bersalah ketika sedang mengganggu sepasang kekasih yang telah melepas rindu.
"Kamu kan yang menolong saya dan membebaskan saya dari orang-orang jahat itu?"
"Iya Mas saya."
"Entah apa motif kamu untuk menolong saya?" saya sangat berterima kasih sudah menolong saya dari orang-orang jahat, dan sudah mau bersusah payah mengantarkan saya pulang ke rumah dengan selamat.
"Tidak ada motif apa-apa Mas! ini adalah murni penyelamatan." jawab Laila.
"Maksud kamu?" ucap Arga.
"Maap Mas saya tidak berhak untuk menjelaskan semua ini," biar nanti setelah orang tersebut datang, mereka lah yang akan menjelaskannya.
"Siapa mereka? apakah saya mengenalnya?"
"Lihat saja nanti Mas!" ucap Laila kepada Arga.
"Kamu itu cewe misterius," jawab Nara.
Sedangkan Laila hanya tersenyum dengan kata-kata yang Nara ucapkan.
"Yang pasti saya bukan bibit pelakor mbak!"
"Ya maafkan saya Laila," ucap Nara merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa mbak, wajar saja," saya pun akan berpikir sama jika ada di posisi anda.
Tidak lama terdengar suara deru mobil, diluar rumah Nara.
Heny yang juga mendengar ada suara deru mobil di luar cepat-cepat membuka pintu rumah nya.
Ceklekkkkk
"Assalamu Alaikum Bi," ucap ke tiga laki-laki tersebut kepada Heny.
"Wa Alaikum Salam," kalian??? ayo cepat masuk, jawab Heny.
Di dalam kamar.
__ADS_1
"Seperti nya mereka sudah pada datang!" ucap Laila kepada Arga dan Nara.
"Siapa?" jawab Arga.
"Nanti kalian akan tahu sendiri."
Setelah itu Laila terlebih dahulu keluar dari dalam kamar dan di susul oleh Arga dan Nara dari belakang Laila.
"Kalian??????" ucap Arga dan Nara.
"Hei Bos," jawab Riko, Andre dan Andi.
"Bagaimana bisa ini?" ucap Arga dengan tatapan penuh pertanyaan.
Setelah itu Laila duduk mendekat ke arah Andi, dan hal itu semakin membuat Arga sangat penasaran.
Setelah semua nya pada duduk, Andi mulai membuka suara nya dan menjelaskan permesalahan yang semua terjadi dari awal sampai akhir.
"Astagfirullah, kenapa Nenek berbuat sekejam ini?" ucap Arga kepada semua orang yang ada di sana.
"Sabar Mas! semua nya sudah terjadi, dan kita semua tidak osah saling menyalahkan!"
"Maapkan aku sayang, sungguh setelah ini tidak akan pernah terjadi lagi kesalahan ini!" ucap Arga kepada Nara.
"Aku sama Mas Arga saat itu dalam keadaan bahaya, dan Mas Arga juga dalam kondisi tidak stabil," beruntungnya ada abang-abang pembawa sayur, jawab Laila.
"Apa jangan-jangan abang-abang sayur yang ada di muka sana?"
"Ya ampun!!!!" ucap Laila yang melupakan janji awal nya kepada abang-abang sayur tersebut.
"Ayo Tuan ikut saya!"
"Kemana Laila?"
"Aku memiliki hutang banyak kepada abang-abang tadi!" kasihan sekali abang itu, sudah lama menunggu aku, jawab Laila yang terus komat-kamit.
Setelah keluar dari rumah Nara, Laila yang terus menarik tangan Andi dan mendekat ke arah abang penjual sayur tersebut.
"Maapkan saya Bang, sungguh saya melupakn anda," ucap Laila merasa sangat tidak enak dan bersalah.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa Neng, ayo Neng mana janji nya mau bayar uang 5 kali lipat, dari penghasilan jualan sayaur saya!"
"Tu-tuan saya tidak punya uang," ucap Laila yang menatap ke arah Andi.
Andi yang paham arti dari tatapan wajah Laila, merasa sangat lucu.
Bagaimana bisa Laila memiliki pikiran untuk membayar 5 kali lipat, padahal dia sendiri tidak memiliki uang.
Andi mengambil uang yang ada di dalam dompet nya, beberapa lembar uang cas 100 ribu.
"Wah terimaksih Mas, Alhamdulillah," ucap Abang penjual sayur tersebut.
Andi dan Laila mengucapkan banyak-banyak berterimakasih telah mau membantu.
Setelah abang-abang tersebut pada pulang dan mobil nya sudah tidak terlihat lagi.
Andi memandang ke arah Laila, dan menatap lekat wajah Laila.
"Lain kali jangan seperti ini lagi ya!" ini sangat menegangkan sekali, ucap Andi kepada Laila.
"Maapkan aku juga Tuan," jawab Laila.
"Yasudah kalo begitu kita masuk lagi!"
Andi menarik tangan Laila yang ingin kembali masuk ke dalam rumah Arga dan Nara.
Namun Laila kembali
mencegah untuk Andi segera masuk.
"Aku takut Tuan, aku tidak ingin di penjara," ucap Laila kepada Andi.
"Takut kenapa? apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"
"Aku takut jika Nona itu sadar dan melaporkan aku kepada Polisi," ucap Laila.
"Apa yang terjadi Laila?"
Laila menceritakan semua nya kepada Andi, apa saja yang dia lakukan saat ingin menolong Arga saat itu.
__ADS_1
"Jangan merasa takut! ada aku yang akan selalu melindungi kamu."
Laila tercengang melihat wajah Andi yang seperti sangat serius dan tidak ada kebohongan dalam raut wajah Andi.