Nara

Nara
Merasa Tidak Rela


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mendapat perintah dari Arkana,  Excel bersiap-siap untuk segera berangkat ke kota xxx, melakukan perintah apa yang sudah diceritakan oleh Arkana.


Mengatasi hal semacam ini tidaklah sulit bagi Excel. jangankan hanya sekedar mengawasi, dan menjaga keamanan Aluna. Membunuh lawan pun sampai ke akar-akarnya, kemampuan Excel tidak diragukan lagi.


"Eh mas ganteng, pagi-pagi mau ke mana? Kok sudah rapi sih," ucap seorang wanita yang berumur 30 tahun yang tidak lain perawan tua pemilik kos tempat tinggal Excel.


"Ada pekerjaan, titip tempat saya ya," jawab Excel.


"Ok beres Mas ganteng."


Excel adalah seorang mafia yang berpikir sangat cerdik. dirinya tidak mau memperlihatkan semua aset dan kekayaannya. Excel lebih suka memperlihatkan kesederhanaannya, sehingga orang tidak pernah mengetahui bahwa dirinya orang berada dan juga ketua mafia.


Dengan menggunakan motor trailnya excel melajukan dengan kecepatan rata. Hanya dibekali tas ransel besar, helem, dan tak lupa jaket kulit yang selalu Excel Bawa kemanapun bepergian.

__ADS_1


Saat di perjalanan tiba-tiba handphone Excel berbunyi. pertanda ada seseorang yang sedang menghubungi dirinya. Excel menghentikan motor trail nya di salah satu tempat yang lumayan sepi. "Iya Oki ada apa?" Tanya Excel kepada salah satu anak buahnya.


"Tuan ada salah satu barang yang akan dikirim melalui kapal sore nanti, apakah Tuan mau datang kesini untuk mengecek keadaan barang," jawab Oki kepada Excel.


"Maaf Oki, aku ada pekerjaan yang lain. semua pekerjaan di sana aku serahkan kepada kamu, aku percaya. namun kamu harus melihat situasi keadaan, jika ada salah satu diantara mereka semua yang berlaku curang atau penyusup cepat laporkan kepadaku."


"Baik Tuan, akan aku laksanakan," jawab Oki.


Setelah sambungan telepon tertutup Excel kembali melajukan motornya untuk segera cepat sampai ke kota xxx.


Jangan bermain-main dengan seorang Excel, jika hanya sekelas preman kampung. Excel tak mudah untuk di kelabui.


Dengan menancapkan kecepatan tinggi, Excel tak peduli jika salah sedikit saja, maka lawan tersebut akan tamat riwayat. Hingga seorang laki-laki yang terkapar tadi, dengan cepat menghindar dari tindasan ban Motor Trail Excel.

__ADS_1


Excel, sangat puas dengan apa yang barusan terjadi. "Ternyata nyali nya sangat kecil sekali," ucap Excel dengan senyum smirk nya.  


***


Di Lain tempat, Aluna yang biasanya selalu ceria dan sedikit cerewet, namun hari ini tidak ada terlihat keceriaan itu di mata Arkana.


Arkana memutuskan sebelum Excel datang, tidak akan pergi ke cafe atau hanya keluar sebentar. Karena Arkana yakin jika di luar sana, orang-orang yang mengincar Aluna sedang berkeliaran.


"Sudahlah jangan kamu jadikan pikiran, aku tidak akan membiarkan mereka dengan mudahnya menemukan dirimu," ucap Arkana.


"Aku hanya takut saja Tuan, aku lebih memilih untuk mati daripada harus menjadi istri Tuan Alex," jawab Aluna kepada Arkana.


"Itu tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah berjanji kepada diriku sendiri tidak akan membiarkan seseorang menyentuh dirimu," ucap Arkana.

__ADS_1


Tiba-tiba ucapan itu keluar dari mulut Arkana begitu saja, tidak ada sedikit beban sehingga dengan cepat Arkana menutup mulutnya. Hal itu membuat Alunan sedikit merasa terhibur.


Sedangkan Arkana refleks langsung menutup mulutnya. "ah bo*oh sekali, kenapa aku bisa berbicara seperti ini, ada apa dengan diriku? Kenapa aku merasa tidak rela jika orang yang bernama Alex ingin menjadikan Aluna sebagai istrinya," batin Arkana yang merasa bingung sendiri.


__ADS_2