Nara

Nara
Hukuman


__ADS_3


"Tumben seger banget nih pagi,mungkin karena semalam nenyak tidurnya" batin Nara seraya melihat arah jam rumahnya.


Gawat!


Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 06:50. Sepuluh menit sebelum bel sekolahnya berbunyi. Tepat sekali, hari ini Nara telat.


"Mah,kenapa Nara gak dibangunin sih" Ucapnya sambil berjalan menuju meja makan.


"Udah mama bangunin dari tadi. Kamu nya aja yang gak mau bangun. Lagian kamu tuh udah kelas 3 SMA, belajar mandiri. Udah gak pantes diurusin soal gituan"


Nara tidak menjawab,ia hanya menganggukan kepala,arti bahwa iya 'paham' apa yang diucapkan mamanya.


Sifat cueknya itu terkadang melebihi dosis. Bahkan pada mama nya sendiri ia perlakuan seperti teman-teman nya.


Hanya butuh sekitar lima belas menit, akhirnya Nara tiba di sekolahnya. Dugaan dia tak pernah meleset,gerbang sekolah telah ditutup dari lima menit yang lalu. Mau tidak mau ia harus manjat pagar,agar bisa masuk ke kelas nya.


"Heh, ngapain kamu manjat pagar,mau saya laporin ke guru kamu!" Teriak satpam yang saat itu tengah berjaga.


"Kalo saya minta buat bapak bukain pasti gak bakal dibuka, yaudah saya manjat" Jawabnya sambil bersusah payah menaiki ujung pagar.


"Ya tapi gak manjat pagar juga kali. Turun kamu sekarang atau saya laporin ke guru kamu!" Kesal sang satpam.


"Gakmau,udah si pak, bapak diem aja, berisik tau gak teriak-teriak gitu"


"Ehhh kok pagarnya goyang-goyang gini"


Ahgggg...


Tubuh Nara berhasil ditangkap oleh laki laki itu. Nara tidak membayangkan apa yang terjadi jika tidak ada dirinya, mungkin tubuhnya sudah terkapar di tanah sekarang.

__ADS_1


"Hati-hati makanya" Ucap Rendi dengan senyum sumringah nya


"Lepasin gw."


"Yaelah udah ditolongin gak ada terimakasih nya."


"Thanks",singkat jelas padat.


"Liat aja nanti,suatu saat lu bakal jadi milik gw,dan gw bakal jadi milik lu. Gw gak bakal nyerah buat dapetin lu Ra..." batinnya seraya menatap perempuan yang mulai menghilang dari hadapan nya.


"Apaan si tuh cowo,modusnya bisa aja. Kalo bukan karena gua jatoh tadi gak bakal gua mau bilang terimakasih sama tuh cowo" Kesalnya dalam hati.


Kini Nara sudah berada didepan pintu kelasnya. Dan yang tengah mengajar adalah guru killer nya disekolah. Mau tidak mau ia harus siap mendengarkan ocehan dan hukuman yang diarahkan padanya.


"Bagusss... Telat lagi ya,sudah berapa kali kamu telat?"


"Tadi macet Bu dijalan"


"Kalo saya gak niat mana mungkin saya ada disini sekarang Bu" Sahutnya tanpa memikirkan apa yang terjadi setelah ia mengatakan hal itu.


"Kamu ya,udah telat malah melawan saya. Berdiri kamu didepan tiang bendera dalam posisi hormat sampai jam istirahat!" Tegasnya.


Terik matahari yang menyorot membuat dirinya terasa seperti terbakar. Kini semua murid mulai berhamburan menuju kantin. Dan yang Nara inginkan saat ini adalah air mineral. Hukuman yang diberikan gurunya tersebut membuat dirinya merasakan dehidrasi.


"Bu air mineral satu"


"Siap neng,nih airnya"


"Makasih Bu,nih uangnya. Kembalinya buat ibu aja"


"Neng Nara udah cantik,pinter,baik tapi sayang sampe sekarang masih jomblo aja hehehe" Usil ibu kantin.

__ADS_1


"Iya nih Bu,gak ada yang mau kali yak" Kekeh Nara.


Satu botol air mineral berhasil dihabiskan olehnya. Kini ia sedang bersandar di bangku kantin seraya menikmati angin yang cukup membuat dirinya beberapa kali ingin tertidur disitu.


"Ett dah dicariin kemana-mana,taunya disini Lo" Della dan teman-temannya yang tiba-tiba saja muncul.


"Kasian yang habis dihukum" Ledek Tri yang notabene nya temen sepemikiran si Nara.


Tri temen yang cukup seru menurut Nara,ya walaupun dia lebih suka bermain dengan teman cowonya. Dia sering kali sependapat dan sepemikiran dengannya,jadi tak heran. Diantara yang lain,Nara lebih akrab dengan Tri.


"Berisik lu pada,gw lagi capek nih"


"Lagian ngapain si pake segala acara telat" Ucap mivia sambil membaca novelnya.


"Gua bangun kesiangan,terus pas nyampe depan sekolah, gerbang dah ditutup, terpaksa gua manjat pagar. Pas manjat gua salah nginjak yaudah gua jatoh,tapi tadi gua ditolongin sama Rendi,yaudah jatoh gua pending" Jawab Nara.


"Cie,seneng kan Lo ditolongin sama most wanted sekolah"


"Boro boro seneng, ngeliat mukanya aja empet gua:v" kesalnya


"Awas tar lama lama juga jadian,liat aja nanti" Sahut Della sambil menyeruput es jeruknya.


Lagi,Nara tidak memperdulikan sekitarnya. Ia tidak mau mendengarkan, apalagi memikirkan yang teman-temannya katakan.


"Serasa ngomong ama kendi yak" Keluh Tri pada temannya yang satu ini.


"Duluan, mo ke kelas gua, bye" Pamit Nara.


"Udah dikacangin, ditinggalin pula, untung sayang muach"


"Biarin gua doain jones ampe tua"

__ADS_1


Nara hanya tertawa kecil melihat kelakuan teman-temannya. Walaupun kadang suka bikin kesel,mereka lah yang bikin Nara juga bisa melepas bebannya. Dan hanya mereka yang tahan akan dinginnya seorang Nara.


__ADS_2