Nara

Nara
Menuju Kelahiran


__ADS_3

Kini Nara memang benar-benar ikut Arga bekerja, walaupun Arga sudah berkali-kali meminta untuk tetap di rumah saja.


Namun hari ini Nara tetap kekeh untuk tetap ikut dengan Arga.


"Kamu duduk di sini saja ya sayang! jangan ke capean!" nanti kasihan dedek nya kelelahan.


"Iya mas," jawab Nara.


Hingga pukul 9 malam, Arga mengajak Nara untuk segera pulang.


Biasa nya Arga pulang jam 10, namun karena saat ini Arga bersama Nara, jadi pulang cepat waktu.


Sebelum pulang Arga menanyakan sesuatu kepada Nara.


"Mau beli apa dulu sayang?"


"Langsung pulang saja Mas! perut ku rasa nya mules deh."


"Tapi tidak apa-apa kan sayang? apa kita langsung ke bidan Markonah saja?"


"Tidak Mas, mungkin masuk angin saja."


Kini Arga dan Nara pulang menuju rumah mereka.


Setelah sampai di rumah, Nara membersihkan kaki dan muka nya.


Sedangkan Arga pergi ke dapur untuk membuatkan Nara teh hangat.


"Ini sayang minum dulu! apa parutnya masih sakit?" ucap Arga.


"Tidak lagi Mas." jawab Nara.


Kini Arga juga ikut berbaring di samping Nara, dengan memeluk erat tubuh Nara.


Jam menunjukan pukul 3 pagi.


Nara terbangun dari tidurnya, merasakan sakit di perut nya.


Namun sakit itu terkadang berhenti, dan kembali terasa sakit lagi.

__ADS_1


Namun beberapa menit selanjutnya, Nara merasakan teramat sakit di perutnya.


Sehingga Nara membangunkan Arga, karena Nara merasa sudah tidak tahan lagi.


"Mas, Mas Arga," ucap Nara yang membangunkan Arga.


"Iya sayang ada apa?" jawab Arga yang bangun dan langsung bersandar di sandaran ranjang.


"Perut ku sakit sekali Mas, aku sudah tidak tahan lagi," ucap Nara.


Arga terkejut saat Nara mengatakan bahwa perut nya sakit sekali.


Cepat-cepat Arga memasang baju dan celana panjang nya, karena kebiasaan Arga tidur selalu menggunakan celana pendek saja tanpa pakai baju.


Setelah itu Arga cepat-cepat membantu Nara untuk bangun.


Arga menggendong Nara dan di duduk kannya di shoopa ruang tamu.


Arga mengeluarkan motor matic nya, dan menghubungi ibu Nara.


Karena panik nya Arga, melihat Nara terus kesakitan.


Arga sampai-sampai tersandung dan jatuh ke lantai.


"Iya sayang, Mas panik sekali."


Setelah semua nya pada siap, Arga menaikan Nara ke motor matic nya.


"Pegangan ya sayang! Mas akan membawa kamu ke bidan Markonah."


"Iya Mas jawab Nara."


Motor melaju menuju rumah bidan Markonah, dan tidak memakan waktu, akhirnya motor Arga sampai di kediaman Bidan Markonah pukul setentah 4 pagi.


Arga memencet bel rumah Bidan Markonah, dan tidak lama setelah itu Bidan Markonah membuka pintu rumah nya.


Keadaan Bidan Markonah saat ini sangat berantakan, mungkin saja habis bangun tidur pikir Arga.


"Apakah Bu Nara mau melahirkan?" ucap Bidan Markonah.

__ADS_1


"Iya Bu Bidan," jawab Arga.


Bidan Markonah membawa Arga dan Nara masuk ke dalam kelilnik nya yang berada di samping rumah Bidan Markonah.


Bidan Markonah meminta Arga untuk melepas semua pakaian yang ada di tubuh Nara, sehingga memudahkan untuk proses lahirannya.


Tanpa banyak bertanya, Arga melepaskan semua pakaian Nara dan hanya menggunalan tapih untuk menutupi tubuh Nara.


Jika para reader bertanya, kenapa Arga tidak membawa Nara ke rumah sakit saja saat itu.


Karena menurut Arga kelinik Bidan Markonah sudah lengkap menyediakan alat-alat untuk melahirkan.


Seperti ruang operasi, namun hanya alat USG saja yang tidak ada di kelinik tersebut.


Jika mengharuskan pasien untuk melakukan Operasi Caesar, maka Bidan Markonah langsung menghubungi para dokter yang berada di perbatasan desa.


Sebab desa Nara juga memiliki rumah sakit, namun tak semewah yang ada di kota.


"Saya periksa pembukaan bayi nya ya Bu?" ucap Bidan Markonah yang meminta Nara sedikir mengangkang.


"Baru pembukaan 5 ini Bu Nara," ucap Bidan Markonah.


"Masih lama ya Bu Bidan?" ucap Arga kepada Bidan Markonah.


"Masih ada pembukaan 5 Pak Arga," kita tunggu dulu ya Bu.


Setelah Bidan Markonah pergi meninggalkan Arga dan Nara, mungkin Bidan Markonah mau melaksanakan Sholat Subuh.


"Mas ini sakit sekali," ucap Nara yang memegang tangan Arga dengan erat.


Saat ini Arga tidak dapat berbuat apa-apa selain menenagkan Nara, agar dapat menahan sakit nya.


Jika saja saat ini dapat di gantikan, maka Arga dengan senang hati menggantikan sakit yang di rasa Nara berpindah ke dalam tubuh Arga.


"Sabar ya Sayang, tidak lama ko menunggu pembukaan 5," jawab Arga.


Arga sok tau mengatakan pembukaan 5 sebentar saja, padahal yang merasakan Nara bukan diri nya. 🤭🤭🤭


Maap baru bisa up Gaes 🤭🤭🤭

__ADS_1


Beri author semangat lagi ya, biar cerita nya lanjut terus.


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote 😍😍😍😍


__ADS_2