
Sudah beberapa hari, keadaan Nara semakin memburuk.
Muka nya terlihat sangat pucat, nafsu makan nya juga tidak teratur.
Namun Nara tetap melaksanakan tugas nya untuk tetap merawat Arga.
Sedangkan Arga pun merasa cemas, sehingga setelah Nara tidak berada di ruangan, Arga meminta seseorang untuk memperiksa keadaan Nara.
"Hallo selamat siang dokter."
"Iya siang tuan Arga, ada yang bisa saya bantu.?"
"Begini dokter Irwan, istri saya terlihat sangat tidak baik-baik, tolong periksa keadaan nya sekarang dokter.!"
"Baiklah tuan akan saya lakukan."
Dokter Irwan adalah salah satu dokter kepercayaan Arga.
Dokter Irwan juga mengetahui semua rencana yang Arga susun, agar dapat mengetahui siapa saja penghianat yang selama ini bersama Arga.
Setelah Arga selesai menelepon dokter tersebut.
Tiba-tiba ada seseorang yang sedang ingin membuka pintu ruangan Arga.
Arga cepat-cepat kembali menjadi seorang yang belum sadarkan diri.
Ternyata itu adalah Nara.
Nara sedang membawa pelastik yang berukuran sedang yang di dalam nya ternyata adalah dua buah mangga muda yang Nara dapat dari belakang rumah sakit.
Nara mengupas mangga tersebut dengan di cocol sedikit garam.
Karena tidak ada bahan bumbu rujak.
Nara juga menghabiskan satu biji mangga tersebut.
Sungguh Nara sangat puas dengan kesegaran dari mangga yang berasa asem-asem segar.
Namun Nara melihat ada sesuatu yang berada di atas meja.
Nara segera membuka yang berada di dalam kotak.
Setelah kotak itu terbuka, Nara segera menutup nya kembali.
Aroma yang keluar dari kotak tersebut membuat Nara merasa sangat mual, kepala nya juga terasa sangat sakit.
Tiba-tiba Nara berlari ke arah kamar mandi, namun pintu nya tidak Nara tutup, sehingga suara muntah Nara terdengar sampai ke luar ruangan.
Oekkkkk oekkkk oekkkkk
Nara memuntahkan seisi perut nya yang hanya ada cairan dan sisa bekas mangga muda tersebut.
__ADS_1
Arga yang mendengar Nara sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi, dia merasa sangat khuatir dengan keadaan istri nya tersebut.
Namun dia juga tidak mau semua rencana nya akan gagal untuk mengetahui semua kejahatan-kejahatan orang yang berada di sekitarnya.
Tiba-tiba Arga mendengar ada sesuatu yang jatuh dari kamar mandi.
Arga cepat-cepat menghubungi anak buah nya, dan ingin memperiksa keadaan di dalam karmar mandi tersebut.
Setelah anak buah Arga datang, dan melihat kearah kamar mandi yang Arga perintahkan dan ternyata adalah Nara yang dalam keadaan pingsan.
"Maap tuan, ternyata yang terjatuh tadi adalah nyonya Nara," ucap salah satu anak buah dari Arga.
"Apaaaaaaa????? cepat angkat dia.!"
Arga terlihat sangat panik dan dia juga ingin ikut berlari, namun salah satu anak buah nya melarang keras Arga untuk mengikuti meka.
"Tuan mohon maap, tolong jangan bersikap seperti ini,!" jangan jadikan semua ini alasan tuan menjadi sadar dari koma, dan ingat tuan apa tujuan kita untuk ke negara ini jangan menjadi sia-sia.
"Kamu mau mengajari ku, apa hak mu hah.?"
Anak buah Arga tidak menghiraukan sama sekali kata-kata kasar yang Arga lontarkan, dia memperintahkan salah satu teman lain nya untuk segera mengangkat Nara ke kasur nya dan segera memanggilkan dokter untuk memperiksa Nara di ruangan ini juga, agar Arga juga mendengar apa yang di sampaikan oleh dokter.
"Cepat tuan berbaringlah, jangan sampai semua rencana yang tuan susun semua nya hancur berantakan hari ini juga.!"
Arga tidak melawan lagi, dia cepat-cepat kembali berbaring, agar orang lain yang tidak ikut andil dalam rencana ini tidak merasa curiga.
Walaupun anak buah Arga hanya orang biasa di kalangan pembisnis.
Maka dari itu mereka juga tidak akan segan-segan untuk melarang Arga, jika dalam hal akan merusak rencana.
Setelah salah satu dokter memperiksa Nara, dokter tersebut bertanya kepada salah satu anak buah dari Arga, untuk mempertanyakan dimana suami nya.
Riko menjawab.
"Suami nya sedang bekerja di kota xxx dokter, dan suami nya sudah mengetahahui keadaan nona Nara."
"Baiklah berarti saya akan menyampaikan kepada kalian semua yang ada di sini saja," nona Nara sedang mengandung, namun saya belum bisa memperkirakan sudah memasuki minggu ke berapa, sebab ini bukan tugas saya, jika suami nya nanti sudah datang tolong periksakan kepada dokter kandungan.
"Baik dokter, terimakasih banyak atas bantuan nya."
Setelah dokter tersebut keluar dari ruangan rawat Arga.
Riko, meminta semua anak buahnya untuk menjaga Nara lebih hati-hati.
"Kalian semua, jika nona Nara sadar nanti tolong kerja sama nya, kita harus exstra lebih berhati-hati.!"
"Baik," ucap semua anak buah Arga yang kemungkinan berjumblah tujuh orang.
Setelah itu mereka meninggalkan ruangan Arga, dan kembali ke tugas mereka masing-masing.
Hanya ada Riko, Arga, dan Nara yang masih belum sadarkan diri di ruangan itu.
__ADS_1
"Tuan cepat buka mata anda sebentar.!"
Arga menitikkan air mata nya, dia dapat mendengar jelas saat dokter tadi mengatakan bahwa istri nya sedang mengandung, yang itu artinya sebentar lagi dia akan menajdi seorang ayah, dan Nara sedang mengandung darah daging nya yang akan menjadi penerus Danuarta.
"Anda mendengar semua nya tuan.?"
"Iya Riko, aku mendengar semua nya."
"Syukurlah jika tuan dapat mendengarnya, tuan lebih banyak berhati-hati lagi tuan,!" sekarang tugas kami semakin bertambah, kami berjanji akan selalu menjaga nyonya Nara.
"Terimakasih Riko."
"Tuan saya juga mendapatkan kabar buruk dari salah satu rekan saya yang mengawasi sekitar mansion Anda tuan."
Riko menceritakan semua nya tentang apa yang sekarang terjadi di kota xx, dan apa yang sedang terjadi dengan Desita.
Riko juga menyampaikan sikap-sikap keterlaluan Siska dengan gampang nya memecat para maid, yang sudah lama mengabdi kepada Arga selama ini.
"Siall, ternyata dia juga memperdaya nenek ki Riko.?"
"Iya tuan, nenek Desita sekarang menjadi tawana nafsu Siraj," karena masa lalu nenek Desita pernah berselingkuh di belalang suami nya, nenek Desita juga takut, jika anda mengetahui aib yang selama ini dia simpan rapat-rapat, maka dari itu nenek Desita menyerahkan tubuh nya lagi bersama Siraj.
"Memalukan sekali, aku tidak mengerti demi aib menjijikan seperti itu nenek rela kembali menjadi tawanan Siraj."
"Terus bagaimana selanjutnya tuan.?"
"Saya akan secepatnya sadar dari koma ini."
"Baiklah tuan saya mengerti, bagaimana selanjutnya."
Riko adalah salah satu anak buah Arga yang sudah lama mengabdi.
Riko dulu nya adalah seorang anak yatim piatu, yang Arga temukan saat berada di jalanan.
Riko juga salah satu orang kepercayaan Arga, selain Andi.
Jika Arga tidak dalam keadaan masalah besar, maka Riko di tempatkan Arga di negara A untuk menjaga perusahaan Arga yang ada di sana.
Selain umurnya yang masih muda, namun Riko memiliki jiwa dan semangat besar, sebab itu Arga tidak pernah ragu dalam memilih Riko sebagai kepercayaan nya.
Di lain tempat
Desita semakin tersiksa, di umurnya yang sudah tidak muda lagi, dia harus kembali berbuat hal menjijikan ini.
Tidak ada yang menolong Desita, hanya berdoa dan menyesali perbuatan nya yang selama ini tidak pernah percaya kepada Arga.
'Maapkan nenek Arga, nenek menyesal sudah tidak percaya kepada kamu,' dia wanita jahat berhati iblis Arga, dia sudah menipu nenek.
'Dia memanpaatkan nenek, untuk membalaskan dendam di masalalu,' batin Desita yang menangis terisak dalam diam nya.
Sekarang Desita hanya berharap akan ada keajaiban yang datang menolong nya, dan mengeluarkan dia dari neraka kejam ini.
__ADS_1