Nara

Nara
Nasehat Seorang Ayah


__ADS_3

Setelah mobil melaju terlalu cukup jauh. Arkana, menghentikan gadis itu di tepi jalan. Arkana sempat melirik gadis tersebut, yang Arkana yakini gadis itu sangat tertekan dalam masalahnya.


Namun karena Arkana tidak mengenal gadis tersebut, Arkana tidak ingin mengambil resiko sekalipun niat nya ingin sekali membantu.


"Kita sudah cukup terlalu jauh, aku yakin mereka tidak akan menemukanmu lagi. Jadi cepat turun! Aku sedang sibuk dan masih banyak urusan yang lain," ucap Arkana, kepada gadis tersebut.


"Terima kasih, maaf aku sudah banyak merepotkan," jawab gadis tersebut kepada Arkana.


Sebelum gadis tersebut turun dari mobil Arkana sempat berucap.


"Berhati-hatilah! Ingat bagaimanapun masalah, dan sesulit apapun masalah, kita tidak boleh lari dari kenyataan. Selesaikan dengan baik-baik, mungkin dengan cara itu semuanya akan cepat selesai," ucap Arkana yang berbicara dengan kata-kata bijak.


"Iya maafkan aku," jawab gadis tersebut, dan langsung meninggalkan Mobil Arkana begitu saja, tanpa menoleh kebelakang lagi.


Setelah kepergian gadis itu, kini Arkana mulai melajukan Mobil nya, untuk segera sampai ke Apartemen miliknya.


***


Aluna Saraswati


Seorang gadis yang berumur 18 tahun. Namun di usia remajanya Aluna tidak seperti anak-anak remaja lainnya. Aluna selalu dipaksa oleh ibu tirinya untuk mencari uang sehari-harinya.

__ADS_1


Sedangkan ibu tirinya tersebut hobi bermain Judi bersama dengan teman-teman arisannya. Sedangkan Ayah Aluna sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Entah bagaimana nasib Aluna, selanjutnya. Kini Aluna seperti buronan yang sedang dicari-cari.


"Ibu aku pengen sekali ikut ibu, aku sudah lelah hidup seperti ini. Ayah jemput aku, aku takut disini sendirian," rintihan Aluna yang menangis dalam isaknya.


Sedangkan ibu Aluna, meninggal sejak melahirkan. Kini Aluna sudah Sebatang Kara entah ke mana lagi tujuannya agar hidupnya aman, tidak dikejar-kejar oleh gerombolan yang akan menjadikan dirinya sebagai wanita malam.


"Siapa yang mau menolong aku di sini, aku sendirian aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Andai saja ada yang menolongku aku takut, aku tidak ingin seperti ini," ucap Aluna dalam tangisnya.


Sedangkan Arkana merasa tidak tenang telah meninggalkan gadis tersebut. Namun cepat-cepat Arkana, menepiskan pikirannya bahwa dirinya tidak boleh terjebak lagi dengan yang namanya  wanita manapun. 


Karena bagi Arkana, wanita itu semuanya Sama saja, tidak pernah ada yang berbeda. Hanya almarhum ibunya saja wanita yang paling setia.


Tiba-tiba handphone Arkana berbunyi tanda ada yang sedang menghubungi.


"Kamu di mana? Arkana. Ingat jangan terlalu malam-malam kerjanya," perintah Arga kepada Arkana.


"Iya Pah, Papah, tenang saja. Aku tidak akan malam-malam kerjanya. Papah lagi apa? Ingat ya jaga kesehatan, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaannya  juga Pah," ucap Arkana kepada Arga.


"Terus papah, harus gimana lagi? Hanya bekerja bisa membuat papah, sedikit melupakan almarhum ibumu. Tidak mungkin kan kalau Papah mencari istri lagi Hahaha," canda Arga kepada Arkana.


"Aku sih tidak apa-apa Kalau Papah ingin menikah lagi, tapi ya kalau bisa cari yang seperti ibu yang selalu mengerti bagaimana keadaan papah," ucap Arkana.

__ADS_1


Arga merasa sedih saat anaknya mengizinkan dirinya untuk mencari istri lagi. Namun dari lubuk hati Arga yang paling dalam, tidak akan pernah ada yang menggantikan Nara untuk menjadi pelabuhan hidupnya.


"Jangan pikirkan masalah jodoh papah! Papah sudah ikhlas dengan semuanya, dan Papah juga tidak akan pernah menggantikan ibumu dalam hidup papah," jawab Arga


"Iya Pah yang kuat ya Pah. Ibu Pasti tenang di sana, Ibu akan sedih jika melihat papah seperti ini. Oh iya Pah, apakah aku boleh bercerita sedikit kepada Papah," ucap Arkana kepada Arga.


Sebab Arkana dengan Arga seperti seorang sahabat yang selalu berbagi bercerita apa saja, masalahnya setiap hari tidak ada yang mereka tutup-tutupi sehingga mereka berdua selalu terbuka dan saling berbagi pendapat.


"Iya ceritakan saja apa yang mau kamu bicarakan," ucap Arga kepada Arkana.


’’Begini lho Pah, tadi Arkana menolong seorang gadis, mungkin umurnya sekitar 18 tahun Pah, dia sepertinya dikejar-kejar oleh seorang Bodyguard, entah apa masalahnya Arkana tidak tahu. Tapi Arkana sempat menolongnya dan membawanya pergi menjauhi para Bodyguard itu,” jawab Arkana kepada Papah nya.


"Terus mana Gadis itu? Apakah sekarang dia ada di apartemen kamu? Atau jangan-jangan kamu tinggalkan dia di tepi jalan," ucap Arga kepada Arkana.


"Iya Pah, setelah sudah jauh perjalanan Arkana, menghentikan gadis itu di tepi jalan. Menurut Papah Bagaimana? Apakah Arkana Terlalu kejam atau itu memang benar yang harus Arkana lakukan," jawab Arkana kepada Papah nya.


"Tentu saja caramu itu salah, karena bagaimana bisa kamu meninggalkan gadis yang dalam keadaan kesusahan. Bagaimana keadaan dirinya di tepi jalan? Coba Tolonglah dia dan cari dia sekarang Arkana! Siapa tahu saat ini dia dalam keadaan kesusahan," perintah Arga kepada Arkana.


Setelah Mendengarkan nasehat dari Papahnya, Arkana baru tersadar bahwa sikapnya salah, dan tidak bisa berpikir dengan benarnjika masalah wanita.


Dengan cepat Arkana mematikan sambungan telepon, dan mengambil kunci mobil untuk segera mencari keberadaan gadis tersebut.

__ADS_1


Maaf ya gaes, kebanyakan bolong up nya.


Tapi tenang aja ya, awal bulan ini Insya Allah Author akan sering2 up nya 🙏🙏


__ADS_2