
Arkana: rahasia pengetahuan
Jayantaka:Orang yang bijak sana
Wisam:Penghargaan bintang kehormatan.
Arkana adalah singkatan dari Arga dan Nara.
Tidak ada lagi penerus Danuarta, yang seharus nya Arkana Danuarta.
Sebab Arga tak ingin anak nya akan menjadi penerus perusahaan itu, biarlah dia besar dengan sesuka hati nya.
Anak yang memiliki banyak pengetahuan, cerdas dan pintar.
Bijaksana dalam memilih segala kemauannya tanpa tekanan dan aturan dari orang tua.
Bintang kehormatan, kelak menjadi anak yang mengangkat derajat serta kehormatan kedua orang tua nya.
Arga tak ingin kelak anak nya merasakan perih dan kejam nya kehidupan, yang pernah Arga rasakan.
Biarlah itu menjadi rahasia nya sendiri.
Arga mulai meng Azankan anak nya, supaya kelak menjadi anak yang Sholeh serta dekat dengan sang pencipta nya.
"Kata Bidan Markonah, selama 2 jam anak kita harus di beri Asi sayang!" Asi nya sudah keluar kan? ucap Arga kepada Nara.
Saat ini mereka hanya ber 3 di ruangan, sedangkan Bu Heny, Fajar serta istri nya pulang ke rumah.
Arga meminta Bu Heny pulang dulu, nanti jika baby nya sudah di rumah, maka boleh menginap sepuas nya.
"Iya Mas, Asi nya mulai keluar," jawab Nara.
Kini Arga menatap lekat wajah cantik Nara, yang telah melahirkan buah hati mereka ke dunia ini.
Masih terlihat wajah pucat dan bekas tangisan serta keringat dalam diri Nara.
__ADS_1
Sebab sakitnya melahirkan telah Nara rasakan.
Bertarung nyawa sekuat tenaga untuk melahirkan buah cinta mereka.
"Sayang, terimakasih sudah memberikan ku kebahagiaan selama ini, terimakasih telah mengangkat derajat ku dan menjadikan ku laki-laki terhebat yang mapu memberi penerus keluarga kita, sungguh aku bahagia sayang, terimakasih," ucap Arga langsung mengecup kening Nara.
"Itu sudah menjadi kewajiban ku Mas," terimakasih juga sudah memilih tetap bertahan kepada kami berdua Mas, Mas adalah surga kami, tempat kami berteduh dan bersandar dalam bahagian dan bersedih, jawab Nara.
"Itu sudah menjadi kewajiban Mas sayang! Mas tidak akan pernah meninggalkan kalian dalam keadaan apa pun."
"Mas kasih nama anak kita apa Mas?" ucap Nara kepada Arga.
"Arkana Jayantaka Wisam," jawab Arga.
"Nama yang bagus Mas, semoga menjadi anak yang berbakti kepada ke dua orang tua, serta menjadi panutan Agama."
"Amin," jawab Arga.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
Sebelum Nara ingin membangunkan Baby Arkana, ternyata Baby Arkana sudah terbangun terlebih dahulu.
Tangis nya yang kencang membuat Arga yang sempat tertidur, menjadi terbangun, oleh tangisan Baby Arkana.
"Sini Mas biar aku kasih Asi dulu!"
"Ini sayang! kamu sambil baringan ya!" biar lebih enak sayang.
"Aku kurang bisa Mas, itu hidung nya ketutup Asi," ucap Nara.
"Hei sayang sini Papah bantu ya, ini besar karena sumber kenikmatan milik Papah, jadi wajar jika besar ya." ucap Arga yang mulai tak wajar pembicaraannya.
"Mas ih, masih sempat-sempat nya juga membahas itu!" ucap Nara.
"Kan Mas juga pengen sayang," nanti kalo kamu sudah enakan, kasih Mas servis ya! Mas tidak tahan kalo nunggu kelamaan sayang, jawab Arga.
"Servis gimana Mas?" ucap Nara yang berlaga sok polos.
"Ih sayang pura-pura tak tahu, apa pura-pura tak ingat?" jawab Arga.
__ADS_1
"Lah aku mana tahu Mas."
"Yah seperti kamu yang sering mainin punya Mas seperti permen lolipop sayang!"
Nara merasa malu ketika Arga membicarakan masalah intim, namun Nara juga mengerti harus bisa membagi waktu antara Baby Arkana dan juga Papah nya Arkana.
"Iya Baby? besar," jawab Nara.
"Ih gak sabar Mas sayang," ucap Arga.
"Mulai deh."
Kini Arga mulai ketawa, melihat istri nya yang mulai mengomel.
"Uh Nen nya enak nya sayang?" jangan di habisin ya! sisain buat Papah juga," ucap Arga yang sambil memainkan pipi Baby Arkana.
"Mas kalo masih gangguin anak nya, nanti benaran gak aku kasih jatah loh!" ancam Nara, yang membuat nyali Arga menciut.
"Ih Mamah nya Arkana mulai galak deh," ucap Arga sambil memeluk dan mencium kening Nara.
Kini Baby Arkana, kembali tertidur setelah di beri Asi oleh Nara.
"Giliran Papah ya sayang!" Papah juga mau Nen nya.
"Mas ih mulai deh."
"Sayang Mas serius loh, Mas gak bisa tidur lagi nih," rengek Arga yang meminta jatah nafsu birahi nya kepada Nara.
Walaupun Nara baru melahirkan, namun Arga seperti anak kecil yang merengek meminta giliran jatah nya.
Terpaskas Nara melakukan seperti yang Arga inginkan.
Menghisap lolipop milik Arga, sehingga Arga me**esah nikmar oleh sentuhan-sentuhan hangat mulut Nara.
"Ohhhhh sayang, ini nikmat sekali," terimakasih sayang.
"Sama-sama Mas," jawab Nara.
Arga mengecup kening Nara berkali-kali tanda syukur, bahwa diri nya tidak akan berpuasa dengan menyiksa diri nya selama 2 bulan lebih.
__ADS_1
Hai gaes kasih author semangat ya, seperti Nara kasih Mas Arga semangat ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote 😘😘😘😘