Nara

Nara
Mas Ganteng


__ADS_3

Sesampainya di pasar malam, semua orang pada bermondar-mandir, membeli apa yang mereka inginkan.


Arga dan Heny, mulai menyiapkan alat-alat penggorengan.


Heny memotong-motong pisang agar menjadi kecil.


Sedangkan Arga mulai membuat adonan Pisang Keju nya.


Belum selesai menyiapkan semua nya, tiba-tiba ada beberapa orang yang mulai menghampiri lapak Arga dan Heny.


"Mas baru ya di sini,?" ucap salah satu ibu muda.


"Iya bu, baru hari ini buka," silahkan duduk dulu bu.!"


"Eh iya Mas Ganteng."


"Tahan godaan Nak Arga heeeee," ucap Heny.


"Ah ibu, aku tahan dengan godaan seperti itu," ucap Arga yang membela diri.


Setelah Pisang Keju masak dengan sempurna, Arga mulai membuat pisang tersebut ke dalam kotak yang mulai berukuran kecil harga nya 10 ribu dan yang besar 15 ribu.


Arga memberi toping sesuai pesanan para pelanggan.


Sedangkan Heny yang sudah mulai mengerti, hanya bertugas di bagian penggorengan.


Sedangkan Arga yang bertugas di bagian melayani.


Hingga pukul 9 malam akhirnya Pisang Keju AD habis tanpa tersisa.


"Alhamdulillah bu, hari pertama kita jualan semua nya pada habis."


"Iya Nak Arga Alhamdulillah, semakin semangat nih ibu untuk jualannya."


"Iya bu, besok aku harus kepasar lagi nih buat beli bahan-bahan yang pada habisan."


"Iya Nak Arga kalo bisa belinya lebihin sedikit, mungkin untuk beberapa hari ini jualan akan masih laris," karena orang pada penasaran dengan menu rasa yang berbeda.


"Iya bu."


Setelah selsesai membereskan barang-barang jualannya, Arga akan segera pulang.


Namun Arga melihat ada seorang penjual, yang menjual berbagai macam cemilan.


Arga menghampiri penjual tersebut dan bertanya berapa harga nya, dan penjual tersebut mengatakan 5 ribu perbungkus.

__ADS_1


Karena Arga juga suka nyemil, apa lagi saat pada malam hari.


Jadi Arga membeli 4 macam jenis cemilan kering.


Arga membayar cemilan tersebut dan berkata terimakasih kepada bapak-bapak tersebut.


"Beli apa Nak Arga.?"


"Ini bu satu buat ibu, cemilan kering," aku sering suka nyemil bu pada malam hari, apalagi sering banyak kerjaan.


Arga dan Heny mulai meninggalkan pasar malam tersebut.


Saat di perjalanan Heny mengajak Arga ke tempat dagangan Fajar.


Heny hanya ingin mengetahui, apakah di sana laku atau sepi.


Sebenarnya Arga ingin cepat-cepat pulang, karena dia sudah tidak sabar ingin menggempur sang istri yang sedang menunggu di rumah.


Namun Arga juga tidak dapat menolak permintaan sang ibu mertua.


Dulu nya, apa yang dia perintahkan semua orang pasti menuruti, termasuk Heny yang saat itu adalah kepala maid di mansionya.


Bahkan Arga tife lelaki yang sangat tidak suka jika di perintah oleh orang lain.


Namun entah kenapa sekarang Heny sedikit berani untuk memerintah Arga, atau karena sekarang bagi Heny Arga adalah menantu nya, bukan lagi majikannya yang harus di hormati apa kemauannya.


"Eh maapkan ibu Nak Arga, ibu lupa jika Nara pasti sedang menunggu kamu."


"Tidak apa-apa ibu, lagian juga motor kita lewat tempat mangkal om Fajar."


Setelah beberapa menit akhirnya Heny dan Arga sampai di tempat mangkal nya Fajar.


"Assalamu Alaikum," ucap Arga dan Heny bersamaan.


"Wa Alaikum salam," bagaimana Arga, apakah jualannya sudah habis atau belum.?


"Alhamdulillah sudah habis, dan hari ini jualannya pada di borong sama ibu-ibu dan para anak-anak.


"Alhamdulillah ya, punya om sedikit lagi juga pada habis," mungkin orang pada penasaran dengan rasa nya.


"Yasudah Fajar, jika sudah habis cepat pulang.!"


"Iya kak, sebentar lagi juga habis," kakak pulanglah duluan, nanti sebentar lagi aku juga pulang.


Arga dan Heny segera pulang, karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam.

__ADS_1


***


Brakkkkkkkk


"Maap pak, maapkan saya," ucap perempuan tersebut kepada seorang laki-laki.


"Iya tidak apa-apa," apakah kamu orang baru di sini.?


"Iya pak saya orang baru yang ingin mendaptar pekerjaan," namun kata nya saya tida berpengalaman di bidang perkantoran.


"Kata siapa.?"


"Itu pak cewe-cewe yang ada di sana, setelah melihat berkas-berkas saya, dan katanya saya cocok menjadi cleaning service.


"Benarkah, apakah saya boleh melihatnya.?"


"Boleh pak, boleh sekali," ini pak.


"Iya terimakasih, saya lihat dulu ya,!" kamu boleh pulang, dan jika nanti sudah saya periksa dan hasilnya bagus, kamu akan saya hubungi dan segera bekerja.


"Benarkah pak, apakah saya benar-benar tidak mimpi kan?"


"Benar sekali, kalo boleh tahu siapa nama kamu.?"


"Nama saya Laila pak, dan saya dari kampung," pergi ke kota untuk merubah nasip.


"Baiklah Laila, nanti akan saya hubungi kembali," jika menurut saya hasilnya bagus, nanti saya akan mehubungi ku.


"Terimakasih banyak pak, kalo begitu saya permisi," ucap Laila.


"Baiklah hati-hati Laila."


Setelah Laila pergi dan meninggalkan tempat tersebut.


'Cantik."


Hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki tersebut.


Hai gaes ayo tebak, siapa laki-laki tersebut.


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan


Vote


Vote

__ADS_1


Vote


Vote 😊😊😊😊🙏


__ADS_2