Nara

Nara
Di Fitnah


__ADS_3

Setelah selesai urusan di rumah Arga, dan semua nya sudah selesai.


Andi memutuskan untuk pulang ke kota bersama Laila.


Kali ini Andi tidak bersama Riko dan Andre lagi, sebab Andi merasa sangat tidak tenang jika Riko memandang Laila dengan tatapan seperti menyukai.


Entahlah kenapa tiba-tiba hati Andi merasa sangat tidak senang, ada rasa cemburu, namun saat ini status hubungan mereka masih antara majikan dan pelayan.


Ehh pelayan hati maksud nya.


Sebab Andi sering memperlakukan Laila, seperti kekasih nya.


Saat bersama Laila, Andi merasakan sudah memiliki istri. semua keperluan Andi, adalah tugas-tugas Laila.


Saat Andi dan Laila di kurung oleh anak buah Desita, bahkan Andi tidak segan-segan saling berbagi kenyamanan.


Contoh nya saja saat Laila ingin tidur, Andi dengan suka rela menyerahka paha nya untuk menjadi tempat ternyaman Laila tidur.


Saat Laila dalam keadaan kedinginan, pelukan Andi adalah salah satu penghangat bagi tubuh Laila.


Dan sebaliknya, Laila juga melakukan hal yang sama kepada Andi.


Saat itu juga di tempat itu, tidak ada kata majikan dan pelayan.


Dan saat itu juga, Andi merasa diri nya telah bergantung kepada Laila, tanpa Laila Andi merasakan ada yang kurang.


Dan sebab itu juga, saat Riko memandang Laila dengan tatapan entah sulit di artikan, Andi merasakan takut untuk kehilangan, takut jika suatu saat nanti Laila merasa lebih nyaman berada di dekat Riko, daripada diri nya.


Saat ini mereka masih berada di jalanan, Andi melihat ke arah Laila yang seperti sedang kelelahan.


"Kamu lelah?" ucap Andi kepada Laila.


"Tidak Tuan, aku hanya kepikiran adik ku saja! selama aku tidak ada bagaimana keadaan diri nya?"


"Adik kamu aman Laila!" saat kita di kurung, aku meminta kepada anak buah Arga, untuk menjaga dan merawat adik mu saat kamu tidak ada.


"Benarkah Tuan?"


"Benar sekali! jadi jangan bersedih dan memikirkan keadaan adik mu!"


"Baiklah Tuan."


"Apa panggilan itu bisa di ganti?"

__ADS_1


"Rasa nya saya tidak sopan Tuan!"


"Kamu saja bisa memanggil Arga dengan sebutan Mas! kenapa dengan ku tidak bisa?"


"Apakah itu harus?"


"Tentu saja."


"Kalo begitu aku harus memanggil dengan sebutan apa?" ucap Laila kepada Andi.


"Aku ingin sebutan Mas juga!"


"Mas?"


"Iya Mas! aku rasa itu lebih baik!"


"Baiklah Mas." jawab Laila.


"Laila."


"Iya Mas, ada apa?"


"Apa hubunganmu dengan Bayu?"


"Aku tidak tahu Mas."


"Kenapa?"


"Kalo di bilang ada hubungan, tapi tidak ada kata jadian."


"Maksud kamu? hanya sekedar dekat saja?" atau ada hubungan spesial namun tidak saling mengungkapkan?


"Lebih tepatnya, kami hanya saling menjaga saja Mas!" dia meminta saya menunggu selama 7 tahun, dan kata nya kalo dia sudah pulang, dia akan melamar saya.


Andi hanya mangut-mangut saja, Andi mengerti sekarang kenapa tiba-tiba saat Laila melihat Bayu, muka nya cepat berubah sedih.


"Aku akan membantu kamu!" ucap Andi kepada Laila.


"Membantu dalam rangka apa Mas?"


"Agar semua nya cepat selesai! aku bisa saja selama 1 minggu ini meminta kepada anak buah ku untuk mengawasi nya dari jauh."


"Mas aku tidak ingin terus merepotkan kamu."

__ADS_1


"Jangan merasa seperti itu! aku ingin menolong mu saja, agar masalah mu cepat selesai!"


Laila memandang wajah dan mata Andi, seperti mencari ketulusan.


Namun benar sekali, yang di dapatkan oleh Laila adalah kebenaran, bukan kebohongan.


***


"Mas mau kemana?" ucap Nara kepada Arga.


"Mas mau cek, tempat jualan Mas sayang."


"Mas baru juga sehat, baru juga pualang, istirahatlah dulu Mas! besok-besok saja kerja nya," pinta Nara kepada Arga.


"Sayang Mas sudah sehat, Mas sudah merasa lebih baik setelah terobati semua nya karena adanya kamu."


Tiba-tiba dari arah luar rumah Arga dan Nara, terdengar banyak teriakan dari orang kampung.


"Ada apa Mas? kenapa mereka semua pada teriak?"


"Tidak tahu sayang, ayo kita sama-sama keluar!"


Setelah Arga dan Nara membuka pintu rumah mereka, Arga di kejutkan oleh tuduhan, dan fitnah dari warga.


"Eh masih berani kamu datang kesini tukang selingkuh!"


"Dasar sok-sok kegantengan."


"Tukang nikah."


"Pembohong."


"Suka nyakitin perasaan istri."


"Meninggalkan istri demi pelakor."


Seperti itu lah terdengar ucapan dari warga, dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang masih mereka katakan.


"Tenang-tenang! biar kita minta penjelasan dulu kepada Pak Arga!" ucap Pak RT kepada semua warga.


Saat ini Arga dan Nara sedang berada di Balai Desa.


Dan di temani oleh Heny dan juga Fajar, adik dari Heny dan paman dari Nara.

__ADS_1


__ADS_2