
Tak terasa sudah 2 bulan umur Baby Arkana, dan 2 bulan juga dia selalu bangun setiap malam nya.
Mengganggu tidur ku bersama Nara.
Namun bukannya marah, malah kami merasa bahagia dengan tangisan Baby Arkana pada malam hari.
Dimana aku bisa merasakan apa yang dulu nya tidak pernah aku rasakan bersama ke 3 mantan istri ku.
Besok adalah hari minggu, dan akan mengadakan acara Aqiqah dan Tasmiyah.
Aku mengadakan makan besar-besar untuk satu kampung, bahkan semua kenalan ku termasuk para pegawai kantor.
Aku menyerahkan kepada orang yang lebih mengerti untuk memasak 2 ekor kambing dan 1 ekor sapi.
ke 3 ekor binatang itu akan di masak dengan menu yang berbeda-beda.
Hari yang di tunggu telah tiba.
Kini rumah Arga, di hias sederhana, namun terlihat sangat mewah.
Baby Arkana sudah terlihat sangat tampan, sudah seperti duplikat Arga lagi kecil.
Para warga sudah berdatangan, apa lagi Bu Rt yang sudah datang terlebih dahulu, menikmati semua yang telah terhidang.
Terkadang Bu Rt juga membawa kantong keresek, untuk membuat menu masakan itu ke dalam kantong keresek nya.
Tiba-tiba Andi memberi pesan kepada Arga, mengatakan bahwa tidak bisa pergi karena saat ini Laila sedang di rawat di rumah sakit.
"Maaf gue tidak bisa pergi, tiba-tiba Laila pingsan," dan saat ini masih di periksa oleh dokter, ucap Andi.
"Semoga tidak terjadi apa-apa, yadudah jagalah istri mu!" nanti kabari gue terus. jawab Arga.
Tiba-tiba Nara datang bersama Baby Arkana.
__ADS_1
"Siapa Mas? aku dengar kamu habis telponan," ucap Nara kepada Arga.
"Andi mengatakan tidak bisa pergi ke acara Baby Arkana sayang," kata nya saat ingin pergi, tiba-tiba Laila jatuh dan pingsan.
"Semoga tidak terjadi apa-apa ya Mas," jawab Laila.
"Sayang setelah ini apakah kamu mau nengokin Nenek?" ucap Arga kepada Nara.
"Mas itu Nenek kamu, yang berarti juga Nenek aku!" sejahat apa pun dia kepada kita, tetap kita harus menghormati.
"Apa lagi Nenek pasti bisa menerima aku Mas, karena kita bawa Baby Arkana," ini kan yang selama ini Nenek inginkan?
"Terimakasih sayang, kamu selalu pengertian kepada Mas."
"Sama-sama Mas."
Semua orang pada berdatangan, mengucapkan selamat untuk Nara dan Arga.
Banyak kado dan bingkisan kecil untuk Baby Arkana.
Setelah acara selesai, kini hanya tersisa orang-orang yang membersihkan rumah Arga.
Arga meminta kepada warga yang kurang mampu untuk membersihkan rumah nya dan akan di berikan uang bayaran yang lumayan besar, sehingga mereka pada semangat.
Saat ini Baby Arkana sedang berada di dalam bok Baby, yang tertidur pulas.
Sedangkan Nara terdengar sedang membersihkan tubuh nya.
Tidak lama setelah itu Nara keluar dari kamar mandi, dan hanya menggunakan handuk di dada nya dan handuk yang melilit rambut nya.
"Mas mau bersih-bersih dulu? biar aku buatkan air hangat, ucap Nara kepada Arga.
Sedangkan Arga tak dapat lagi berkata-kata, setelah melihat keindahan nyata di depan mata.
__ADS_1
"Sebenarnya Mas ingin mandi bareng kamu sayang," jawab Arga yang terdengar suara parau nya.
"Tapi aku sudah mandi Mas, kalo mandi lagi pasti sangat dingin," ucap Nara.
Saat Arga ingin mulai men**mbu Nara, tiba-tiba handphone nya berbunyi.
"Akhhhhh sial, kenapa ganggu terus sih," gerutu Arga yang membuat Nara hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Iya ada apa," jawab Arga dengan kesal.
"Arga sebaik nya lo cepat pulang! Nenek baru saja di larikan ke rumah sakit," ucap Andi yang ada di seberang telepon.
"Loe gak lagi bercanda kan? ini reel kan bukan akal-akalan Nenek?" jawab Arga.
"Ya ampun lo tidak percaya sama gue? ini reel bro nyata," cepat lo kesini sebelum nyesal!.
Sambungan telepon tertutup, Arga terduduk lesu di ujung ranjang.
Nara yang melihat nya pun merasa kasihan.
Nara sempat mendengar obrolan Arga dengan Andi.
"Kita berangkat malam ini sayang, bersiaplah!" sebentar lagi ada seseorang yang akan menjemput kita, ucap Arga dengan tatapan penuh kekosongan.
"Iya Mas aku akan bersiap," jawab Nara.
Nara menyiapkan semua kebutuhan mereka ber 3, terutama untuk Baby Arkana yang saat ini sering berganti pakaian.
Baby Arkana yang masih mengantuk, masih terlelap dalam dekapan sang ayah.
Pukul jam 10 malam, Arga dan Nara berpamitan kepada Bu Heny, untuk segera pergi ke kota.
"Kabari Ibu jika terjadi apa-apa!" pesan Heny kepada Arga.
__ADS_1
"Iya Bu, aku akan selalu mengabari Ibu," jawab Arga.
Mobil melaju membawa Arga, Nara, dan juga Baby Arkana, untuk segera pergi ke kota.