Nara

Nara
Otw Danu dan Melisa


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari Siska, bahwa Arga dalam keadaan maslah besar.


Melani bergegas untuk menemui bos nya, untuk meminta cuti beberapa hari.


"Mau kemana Melani,?" ucap Danu, pemilik toko tersebut.


"Izin bos beberapa hari boleh tidak.?"


"Mau kemana.?"


"Mau bantu teman yang lagi dalam kesusahan bos, tolong ya bos izinkan saya."


"Baiklah, tapi dengan satu syarat.!"


"Apa bos."


"Saya yang akan anter kamu ke sana, saya hanya tidak ingin kamu berbohong," kata nya izin ke tempat teman tidak tau nya...?


"Aku sudah berubah bos, tidak akan lagi melakukan hal menjijikan seperti itu lagi."


"Tidak ada salah nya bukan, jika aku berjaga-jaga.?"


"Apa masalah nya dengan bos, kenapa ngotot mau membantu aku.?"


"Hanya saja aku tidak ingin, pegawai ku kembali seperti dulu lagi.!"


"Sudah aku peringatkan, aku tidak akan kembali seperti dulu lagi.!"


"Yasudah terserah kamu saja, kalo mau pergi harus aku yang antar, kalo tidak, jangan pergi.!"


"Baiklah, kapan aku bisa berangkat.?"


"Kapan kamu mau, akan aku antar."


"Kalo hari ini.?"


"Baiklah ayo kita bersiap-siap.!"


Setelah semua nya sudah siap, Danu dan Melani pergi dan melajukan motor nya untuk menuju Desa tempat tinggal Nara.


"Jika lelah tidur saja.!"

__ADS_1


"Saya tidak mengantuk bos, takutnya nanti bukan ke Desa sampai nya."


"Maksud kamu.?"


"Ehhh tidak apa-apa lupakah lah.!"


"Saya dengar."


"Kalo sudah dengar kenapa bertanya lagi.?"


Chitttttttttttttt


Tiba-tiba Danu menghentikan mobil nya di tempat yang lumayan sepi, jarang sekali mobil dan motor pada berlaluan.


Sebab Danu mencari jalan pintas agar mereka cepat sampai dan tidak banyak memakan waktu saat di perjalanan.


Danu mendekat ke arah melani, mendekat dan mendekat, hingga hanya berjarak 1 cm.


Danu memandang lekat wajah Melani, dan mereka saling menatap.


"Semua ini tidak geratis,!" ucap Danu, sementara tangannya mengusap lembut pipi Melani.


Danu menatap dengan na*su bibir indah milik Melani.


Wajar saja jika Danu memiliki hasrat kepada Melani.


Danu seorang Duda, yang di tinggal istri nya meninggal dunia , karena penyakit kangker otak.


Sekitar 3 tahun, Danu melupakan yang nama nya perempuan dan fokus kepada pekerjaannya.


Namun setelah bertemu dengan Melani, tiba-tiba hati Danu merasa ada berbeda.


Berbeda saat Danu bersama semua pegawai yang ada di butik nya, Danu terlihat biasa saja, walaupun sering melihat penampilan semua pegawai nya yang terlihat sempurna


Tapi berbeda dengan Melani, perempuan yang gelap di masalalu nya, bisa di bilang perempuan yang nakal dan menji*ikan.


Tapi dengan ketulusan Melani yang ingin benar-benar berubah, dan bekerja bersungguh-sungguh membuat hati Danu yang telah lama membeku, kini perlahan mencair.


Sedangkan Melani yang sudah lama tidak merasakan sentuhan dari laki-laki, kini na*su nya seakan-akan ingin minta di salurlan.


Wajar saja karena dia adalah wanita normal, yang pernah merasakan nikmat nya surga dunia.

__ADS_1


Melaini memejamkan mata nya, saat bibir Danu hampir mendekat ke arah bibir Melani.


Namun saat sudah harapan hampir sampai, tiba-tiba Danu menggagalkan harapan Melani, dan Danu menyentil kening Melani.


"Apa yang kau pikirkan, apa kamu pikir aku akan tergoda.?"


Mata Melani melotot hampir mau keluar.


"Sok jual mahal sekali, bilang saja kamu sebenarnya tergoda kan.?"


"Enggak tuh."


"Iya ngaku saja, kalo tidak tergoda mana mungkin jarak kita tadi sangat dekat, ayo ngaku.!"


Karena merasa ketahuan bahwa Danu juga meinginkan hal tersebut, tiba-tiba Danu langsung men*ium bibir Melani.


Jantung Danu dan Melani berdetak sangat cepat.


Hingga junior milik Danu terasa sangat sesak ingin segera mengarahkan ke dalam sarang nya.


Tangan Danu mulai meraba, pa*a Melani yang sekarang ini sedang memakai rok pendek.


Hingga Danu tersadar, dan cepat melepaskan pagutan bibir mereka.


Setelah itu keheningan terjadi antara Danu dan Melani, Danu cepat-cepat melajukan mobil nya kembali.


Sepanjang perjalanan hanya kesunyian yang melanda, hingga tanpa sadar Melani terlelap dalam tidur nya.


***


"Nak makan dulu ya, beberapa hari ini kamu terlalu melupakan keadaan kamu dan bayi kamu."


"Aku tidak lapar bu, aku mikirin mas Arga."


"Percayalah Nak, jika Arga adalah laki-laki baik.!"


"Bagaimana aku mau percaya bu, wanita itu seperti dekat sekali dengan mas Arga, apa lagi handphone mas Arga sudah beberapa hari ini tidak aktif," kemana dia bu, jika tidak bersenang-senang dengan perempuan lain.


"Jangan berpikir macam-macam dulu Nara,!" ibu lebih mengenal siapa Arga.!


"Siapa dia bu, katakan siapa dia,!" ucap Nara yang menangis terisak dalam pelukan ibu nya.

__ADS_1


__ADS_2