
Disisi lain,Nara sedang memaikai helm yang diberikan Rendi padanya.
"Nih pake helmnya,mau gw pakein?"
"Bisa pake sendiri"
"Yaudah cepet pake"
Motor Rendi berhenti tepat di depan rumah Nara. Rendi langsung membuntuti Nara masuk kerumahnya.
"Woi gw gak diajak masuk nih? tanya Rendi sambil mempercepat langkahnya.
"Masuk tinggal masuk,kaya siapa aja" balasnya dengan malas.
"Yaelahhh gitu amat sama pacar sendiri" kesalnya.
"Duduk sono,mau gw ambilin air dingin dulu"
"Siap sayang" jawab Rendi dengan nyengir kudanya.
"Nih aernya"
"Makasih,emang pacar gw yang satu ini tau aja gw lagi aus"
"Drama lu,gw ngambil air karena gw juga mau minum" jawab Nara tanpa memikirkan omongannya.
"Berasa sadboy gw"
"Yang tadi didepan gerbang siapa?"
"Oh itu,tmn lama"
"Anak baru ya,kok kayanya gw gak pernah liat"
"Iya"
Rendi menikmati minuman yang diberikan pacarnya itu,dan Nara sibuk dengan gamenya.
"Ett dah maen game gak ngajak2"
__ADS_1
"Yaudah gc login"
"Oke sbar"
"Gw mau pushrank ikut gak?" ucap Nara seraya mengutak-atik hp nya.
"Boleh"
Setelah mereka siap dengan gamenya masing-masing,match pun dimulai. Nara yang sedang tier Epic merasa minder dengan Rendi yang bertier Myhtic.
'welcome to mobile legend'
"Maen ama gw mah sans,dijamin menang"
"Halah sombong lu,liat aja"
"Pro mah bebas"
Hanya butuh waktu menit untuk memenangkan match. Dan seperti biasanya Rendi lah yang MVP. Mau diganggu seperti apapun atau sinyal separah apapun, itu tidak berpengaruh padanya.
"Liat,gw kan yang mvp,noob dasar"
"Iya deh iya terserah kamu aja" ucap rendi sambil mengelus rambut Nara.
"Gak usah pegang pegang,alay lo badut"
"Nyesel juga gw megang nya,udah berapa taun lu gak keramas,baunya sma kaya keset rumah gw" usil Rendi sambil tertawa jahat.
"Sialan"
"Udah sono balik,tar dicariin,kan lu anak mamih" kali ini Nara tidak mau kalah jahil dengan Rendi.
"Bales dendam nih ceritanya,gw kan cuma bercanda sayang"
"Udah sono balik"
"Yaudah gw balik,ntar malem gw jemput"
"Gakbisa"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Gw ada janji sama Fira"
"Fira?" nama itu asing ditelinga Rendi.
"Iya,yang tadi didepan gerbang sama gw"
"Oh namanya Fira. Yaudah gw balik dulu. Bye"
"Hm" balasnya sambil menutup pintu.
Saat menaiki anak tangga demi anak tangga Nara mulai kembali terpikir tentang Fira, bagaimana ia bisa kembali kesini bahkan satu sekolah lagi.
Tak ingin memikirkan itu terus menerus,Nara mengambil sebuah benda kecil diatas nakas. Ntah Rendi mempunyai pintu ajaib atau bagaimana, sekarang ia sudah berada dirumah. Padahal jarak dari rumahnya ke rumah Rendi lumayan.
"Aneh amat nih orang,kesambet apaan ya gw bisa nerima diaa"batinnya dalam hati.
"Bodoamat lah, ngapain mikirin dia" ucapnya seraya menaruh hp.
Tiba-tiba…
Nara:Halo apaansi,ganggu aja mau tdr siang gua
Rendi: Yaudah si maap orang nelpon pacar sendiri gak boleh apa?
Nara: Berisik ah,mau tidur gw
Rendi: Yaudah yaudah, tidur gih biar nambah cakep
Nara: Apa hubungannya Sarmun
Rendi: Ada dong
Nara: Apaan?
Rendi: Kamu kalo lagi melek aja cakep apalagi tidur
Nara: Pen muntah gw dengernya
Rendi: Hahaha
Seakan tidak ingin mendengar lebih lama omongan yang akan membuat nya muntah,Nara langsung mematikan telepon dan lanjut tidur siang.
__ADS_1