Nara

Nara
Menjadi ART


__ADS_3

Setelah pintu kamar terbuka, Arkana dibuat terkejut melihat Aluna dengan mata yang seperti Panda. "Apa yang kau lakukan malam tadi? Sehingga Matamu seperti itu. apa kamu tidak tidur semalaman," tanya Arkana yang terlihat jelas khawatir kepada Aluna.


Sedangkan Aluna baru sadar setelah mendengar ocehan di pagi hari oleh Arkana. "Maaf tuan aku tidak bisa tidur semalaman. baru setelah shalat subuh tadi aku bisa tertidur dengan pulas."


"Apa yang kau pikirkan sehingga tidak dapat tertidur dengan pulas," tanya Arkana yang merasa penasaran kepada Aluna sehingga Arkana melupakan jika dirinya ingin cepat-cepat mandi.


Sedangkan Aluna tertunduk ingin berkata jujur namun merasa malu. sebab semalaman penuh Aluna memikirkan keadaan Arkana yang tidur di luar.


"Kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaan saya. Apa yang kamu lakukan tadi malam sehingga tidak dapat tertidur," pinta Arkana.

__ADS_1


"Saya memikirkan tuan. Bagaimana bisa tertidur dengan pulas saat tidur di luar ruangan," jawab Aluna.


Setelah mendapatkan jawaban dari Aluna, Arkan hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah laku perempuan di depannya ini. "Jangan memikirkan saya, sampai tidak dapat tertidur dengan pulas! Saya sudah terbiasa seperti ini, nanti setelah pulang dari Cafe kita sama-sama mencari apartemen baru," ucap Arkana, dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Aluna pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi hari bersama dengan Arkana. Aluna memasak menu sederhana yaitu nasi goreng dan telur ceplok. Aluna juga membuatkan secangkir kopi panas buat Arkana.  "Berasa sudah punya suami aku ini," ucap Aluna, yang berbicara sendiri.


Setelah semuanya sudah siap Aluna pergi ke kamar untuk segera membersihkan tubuhnya. saat Aluna, ingin membuka kamar mandi dan Saat itu pula Arkana juga ingin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Belum sempat Arkana membuka pintu kamar kepala Aluna keluar dari kamar mandi berucap. "Tuan, makanan sudah aku siapkan. Tuan duluan saja sarapannya," ucap Aluna dan langsung menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian Arkana keluar dari kamar dan segera menuju meja makan. saat Arkana melihat masakan yang terhidang di atas meja, perut Arkana merasa meronta-ronta ingin segera mencicipi masakan Aluna.


Ini pertama kalinya Arkana makan pagi yang disediakan seorang perempuan. walaupun di rumahnya dulu ada seorang bibi, namun suasananya sangat berbeda. "Aku merasa sudah memiliki istri," batin Arkana dalam hati dan tersenyum.


"Kenapa Tuan tersenyum? Apa ada yang salah dengan masakan saya," tanya Aluna yang tiba-tiba saja datang.


"Tidak apa-apa, masakannya sangat enak, terima kasih sudah mau memasaknya buat saya," jawab Arkana.


"Tidak apa-apa Tuan, saya ikhlas memasaknya. Oh iya tuan bagaimana saya jadi asisten rumah tangga Tuan saja? Tidak apa-apa jika tidak diberi gaji, yang penting saya bisa menumpang untuk hidup dan saya juga merasa aman jika bersama dengan Tuan," ucap Aluna.

__ADS_1


Arkana berpikir sejenak apa yang dibilang oleh Aluna memang ada benarnya walaupun mereka harus tinggal dalam satu atap. namun jika selagi mereka tidak memiliki rasa semuanya akan aman-aman saja. "Baiklah jika kamu maunya itu, mulai hari ini kamu boleh mulai bekerja. jangan merasa sungkan anggaplah seperti rumah sendiri."


Setelah itu Arkana melanjutkan makannya dan meminum kopi buatan Aluna. hangat dan terasa sangat nikmat itulah yang dirasakan Arkana saat ini.


__ADS_2