Nara

Nara
Melupakan Sesuatu


__ADS_3

Keesokan harinya Arkana mendapatkan telepon dari ayahnya, yang mengatakan bahwa beberapa hari ini dirinya sedang sakit dan dirawat oleh temannya. Hati anak mana Yang merasa sangat tidak tenang, dan tidak berguna saat orang tua sakit. namun dirinya tidak berada di sisi orang tuanya.


"Maafkan aku Pah, karena keegoisanku untuk pergi ke tempat ini membuat papah tidak ada yang merawat. Maafkan aku beberapa hari ini tidak mengetahui jika dirimu sedang sakit," ucap Arkana.


"Ah kamu jangan terlalu berlebihan, papah sudah sembuh, ini saja sudah seperti biasanya. maklum saja usia seperti papah ini sudah mulai renta, dan penyakit juga mulai pada datang," jawab Arga.


"Jaga kesehatan Pah, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang membuat Papah merasa lelah. Oh iya siapa yang merawat papah? Aku harus berterima kasih kepadanya. dia telah merawat Papah dengan baik, sedangkan aku saja anak sendiri tidak merawat Papah dalam keadaan sakit."


"Sudahlah tidak perlu berterima kasih kepadanya, Papah sudah cukup berterima kasih dan mereka orang-orang yang baik, dan sekarang Papa sudah sehat. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi."


"Bagaimana aku tidak kuatir, Papah sakit loh selama 2 hari, bahkan sampai saat ini aku tidak terlalu mengetahui bagaimana keadaan Papah sekarang."


"Papah sehat, cuman butuh istirahat beberapa hari saja untuk memulihkan keadaan papah. Oh iya bagaimana perempuan yang ada di apartemen kamu? Apa dia masih berada di sana?" Ucap Arga yang mengalihkan pembicaraan kepada Arkana.

__ADS_1


"Ya dia masih berada di sini Pah, mau ke mana lagi dia? Saat ini dia hanya memiliki aku, bahkan dari awal dia tidak pernah sedikitpun keluar apartemen. aku sedikit kasihan kepadanya dan berniat untuk mengajaknya jalan-jalan, namun dia merasa takut jika bertemu para mucikari itu di luar sana."


"Ya setidaknya di apartemen kamu sediakanlah sesuatu yang tidak membuat dia cepat merasa bosan! Saran Papah jaga dia dengan benar jangan sampai terjadi hal buruk kepadanya."


Entah kenapa Arga merasa kasihan kepada wanita tersebut, walaupun Arga tidak pernah bertemu sama sekali dengan Aluna. namun Arga percaya bahwa Aluna perempuan yang baik-baik tidak seperti masa lalu Arkana, yang mampu meninggalkan luka kepada anak nya.


Setelah cukup bercerita dan memberi saran kepada Arkana. Arga menyudahi panggilan Video Call nya, dan berpamitan untuk istirahat.


"Maaf Tuan, saya mengganggu," ucap Aluna, yang menundukan kepalanya.


"Iya ada apa Aluna?" Jawab Arkana.


"Tuan, semua bahan di dapur pada habis. Bagaimana aku bisa memasak untuk makan kita nanti malam," ucap Aluna kepada Arkana.

__ADS_1


Arkana lupa memeriksa bahan-bahan yang ada di dapur, ternyata dengan cepat semuanya habis dan Arkana, lupa bahwa Aluna suka menghabiskan waktunya berada di dapur untuk menghabiskan kebosanannya.


"Baiklah sebentar lagi kita akan keluar untuk membeli keperluan dapur. bersiap-siaplah! Aku mandi sebentar dulu setelah itu tunggu aku di bawah, dan kita segera pergi," jawab Arkana.


"Baik Tuan," jawab Aluna, dan segera pergi meninggalkan kamar Arkana.


Dengan cepat Arkana membersihkan tubuhnya untuk segera pergi ke supermarket, bersama dengan Aluna.


Setelah selesai mandi dan berpakaian yang cukup rapi, Arkana turun ke lantai bawah untuk menemui Aluna, yang sudah menunggu sedari tadi.  "Maaf lama menunggu, ayo kita berangkat!" Ucap Arkana, kepada Aluna.


"Baik Tuan," jawab Aluna.


Tanpa merasa ragu Arkana, dan Aluna, pergi meninggalkan apartemen untuk membeli keperluan dapur, dan melupakan jika saat ini Aluna dalam pengawasan para mucikari tersebut.

__ADS_1


__ADS_2