
Dari kejauhan Laila melihat anak buah Acnes akan segera mendekat ke arah pabrik tersebut.
Dengan napas yang tidak beraturan, Karena tubuh Arga sangat besar sehingga membuat Laila kewalahan membawa Arga sambil berjalan.
"Aku sudah tidak tahan, karena obat si*al ini," ucap Arga di sela kesadarannya.
"Tolong tahan sebentar lagi mas! aku akan secepatnya membawa kamu pergi dari sini."
Semakin berjalan, semakin menjauh dari pabrik itu, akhirnya Laila dapat berjalan ke jalan raya.
Namun semakin jauh Laila membawa Arga, Laila semakin kehilangan dimana jejak keberadaan Andi dan teman-temannya.
Dari kejauhan Laila kembali lagi melihat Bayu, yang semakin mendekat ke arah Laila dan Arga, yang memakai motor nya.
'Ya Tuhan tolong selamatkan kami.' batin Laila.
Tidak berapa lama, ada seorang laki-laki yang membawa mobil pick up, dengan mengangkut sayur-sayuran, hendak melintas di depan Laila.
"Bang, bang, berhenti!" panggil Laila.
Laki-laki tersebut berhenti di depan Laila, sehingga Bayu yang lewat dengan motor nya tidak dapat melihat Laila.
"Ada apa mbak?" ucap abang yang membawa sayur tersebut.
"Bang tolong bantu saya, mengantarkan mas ini," jawab Laila dengan muka yang memelas.
"Maap mbak saya harus mengantarkan sayuran ini kepasar."
Laila berpikir sejenak, sehingga Laila mendapatkan ide cemerlang.
"Bang, percaya kepada saya! saya akan membayar sayuran ini 5 kali lipat dari penghasilan abang di pasar."
"Jangan bercanda mbak! saya perlu uang karena anak saya sedang sakit."
"Saya tidak bercanda bang, saya serius," tolong Bang bantu kami.
__ADS_1
Dengan terpaksa abang-abang pengantar sayur tersebut memberi tumpangan Laila dan Arga, untuk segera pulang ke kampung halaman istri Arga.
Laila dan Arga duduk di himpitan sayur-sayur tersebut.
"Mas bertahanlah! aku akan mengantarkan kamu ke tempat dimana seharusnya mas pulang." ucap Laila.
Beruntung nya obat pera**sang yang di berikan oleh Acnes, adalah obat dosis yang rendah, sehingga Arga tidak seperti cacing kepanasan yang meronta-ronta ingin minta salurkan na*su.
Apalagi Arga sempat berendam di dalam bathup, sehingga sedikit berkurang efek dari obat pe***gsang tersebut.
***
Semakin hari, semakin bertambah cacian, dan tuduhan yang Nara dapatkan.
Hinaan bertubi-tubi Nara dapatkan.
Apalagi Dina sempat datang ke kampung tersebut, dan mengatakan diri nya adalah istri sah pertama Arga.
Dan Dina juga mengatakan karena Nara lah yang merebut Arga, sehingga Arga meninggalkan rumah dan istri sah nya.
Semua warga pada percaya dengan Fitnah yang Dina berikan.
Walaupun Nara sedikit mulai percaya lagi kepada Arga, karena Melani sempat memberi semangat dan meyakinkan hati Nara, bahwa cinta Arga tidaklah seperti tuduhan orang-orang.
'Kamu kapan pulang mas?' aku rindu kamu. Anak kita juga rindu mas, kami menderita di sini tanpa mas. Mas Arga, maapkan aku yang sempat meragukan perasaan dan kesetiaan kamu, setelah mbak Melani datang, aku semakin percaya bahwa kesetiaan kamu hanya untuk aku seorang, batin Nara.
Setiap hari nya Nara selalu mengurung diri di dalam kamar, bahkan Nara juga tidak memiliki nafsu makan setelah kepergian Arga.
Jika saat ini Nara tidak memikirkan kesehatan anak yang ada di dalam kandungan nya, mungkin saja saat ini juga Nara sudah menghabisi nyawa nya.
Tiba-tiba dari arah luar, pintu kamar Nara di ketok oleh seseorang.
Tok tok tok.
"Nara apa ibu boleh masuk?"
__ADS_1
"Masuk saja bu! pintu tidak di kunci," jawab Nara.
Ceklekkkkk
Heny membawa nampan, yang berisi nasi, sayur, ikan, dan juga air minum.
"Makan duku Nak! percayalah kepada Allah, suami mu pasti akan segera pulang," ucap Heny.
"Aku tidak nafsu makan bu, nanti saja!"
"Makan dulu Nak, setidak nya ini demi bayi yang ada di dalam kandungan kamu!" apa kamu tidak kasihan melihat dia yang di dalam sana bersedih dan kelaparan melihat ibu nya seperti ini.
"Aku rindu mas Arga bu, kapan dia pulang?" ucap Nara yang meneteskan air mata nya.
"Percayalah kepada Allah Nak! jika Arga akan secepatnya pulang dan mengantarkan suami mu ke tempat dimana dia seharusnya pulang." jawab Heny.
"Tapi kapan bu?"
"Secepatnya Nak bersabarlah! jadi makan dulu, apakah kamu mau ketika Arga pulang melihat istri dan anak nya kurus seperti ini?" apa kamu mau Arga berpikir, kenapa aku tidak tinggal di tempat gadis itu saja yang tubuh nya se*si dan montok, indah di depan mata.
"Ibu!!!!! kenapa ibu membuat aku semakin panas?"
"Nah maka nya makan dulu dan isi tenaga mu! biar kamu dan anak mu sehat, tubuh mu juga tidak kurus seperti ini," ucap Heny.
Setelah itu Nara kembali mau makan, atas rayuan-rayuan yang Heny berikan.
Tiba-tiba dari arah luar rumah nya ada seseorang yang sedang mengetuk pintu rumah nya.
Tok tok tok.
"Siapa bu?"
"Tidak tau, biar ibu yang buka! kamu teruskan saja makannya!"
"Iya bu."
__ADS_1
Heny berjalan ke arah ruang tamu, saat Heny membuka pintu rumah nya.
Ceklekkkkkkk