Nara

Nara
Ungkapan Hati


__ADS_3

Setelah Tina, selesai membersihkan tubuhnya. Tiara berpamitan untuk segera keluar. namun sebelum Tiara keluar, Tina mengucapkan terima kasih sudah mau membantu dirinya. "Terima kasih Tiara, maaf jika aku merepotkanmu," ucap Tina kepada Tiara.


"Tidak apa-apa Kak, sudah seharusnya aku membantu kakakku sendiri," jawab Tiara kepada Tina. setelah itu Tiara keluar dan segera pergi ke kamar untuk menemui suaminya.


Adit yang sudah selesai membersihkan tubuhnya duduk di atas kasur sambil menunggu Tiara datang. " sudah selesai Sayang?" Tanya Adit kepada Tiara.


"Sudah Mas," jawab Tiara, namun muka Tiara terlihat tidak suka. Tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum kepada Aditya. hal itu dapat Adit rasakan ada perubahan dalam diri istrinya.


"Kamu kenapa Sayang? Apa ada sesuatu," tanya Adit kepada Tiara.


"Mas menemukan kak Tina dari mana? Kenapa bisa pulang bersama Mas dalam keadaan seperti tadi," ucap Tiara kepada Adit, yang menahan keraguannya sedari tadi.

__ADS_1


"Mas tidak sengaja bertemu Tina di jalan, sudah dalam keadaan seperti itu. Mas pikir ada kemungkinan kakakmu Kena masalah malam tadi," jawab Adit, apa adanya karena memang seperti itu Adit menemukan Tina dalam keadaan sudah berantakan.


"Maksud Mas, kak Tina kena pelecehan se*sual?" Tanya Tiara untuk memastikan kepada Adit.


"Ya aku pikir seperti itu sih, soalnya aku tanya dia kenapa Kakak kamu tidak mau menjawab, malah dia selalu menundukkan wajahnya saja. ya karena bagi aku tidak terlalu penting aku tidak mempermasalahkan hal itu, cuman karena dia adalah keluarga kamu yang juga berarti keluarga aku, mau tidak mau karena tidak ada pilihan aku bawa ke sini saja," jawab Adit.


"Saat aku tanya kak Tina kenapa, dia juga nggak jawab Mas. dia malah diam saja, cuman aku merasa tidak enak aja mas kalau dia berada di tempat ini. Bukannya aku tidak mau berbagi kepada saudara aku, cuman aku tidak ingin bagaimana kedepannya nanti."


"Iya Mas, maaf aku sudah curiga kepadamu. aku sempat tidak percaya tadi saat melihat kalian berdua datang secara bersamaan," ucap Tiara.


"Tidak semudah itu membuatku untuk berpaling darimu. memilih kamu saja aku membutuhkan waktu cukup lama memikirkan. karena saat itu dalam hatiku hanya ada istri pertamaku, terus saat aku sudah mulai bisa melupakan, kenapa harus ada wanita lain lagi yang masuk dalam kehidupanku," jawab Adit.

__ADS_1


"Maaf Mas, aku hanya takut saja jika apa yang saat ini aku miliki, itu juga diinginkan oleh kak Tina. Karena aku adiknya jadi aku tahu betul Bagaimana sifat Kakakku itu," ucap Tiara, yang merasa resah kepada Tina.


"Aku mengerti sayang, jangan berpikir macam-macam. pikirkanlah tujuan utama kita untuk menikah. Oh iya, tadi Ibu nelpon aku. ibu juga tanya keadaan kamu," ucap Adit.


"Iya Mas, aku juga kangen sama ibu dan juga Ziel. Kapan Mas bawa Ziel ke sini? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya," tanya Tiara.


Adit memiliki rencana untuk sementara waktu dengan keberadaan Tina, di apartemen miliknya. Adit juga ingin mengajak Ibu dan juga anaknya untuk menginap di tempat ini, agar Tiara tidak merasa berpikir terlalu berlebihan.


"Besok aku akan jemput ibu dan juga Ziel, untuk menginap beberapa hari di sini. biar nanti kakak kamu bisa ibu yang atur, yang penting kamu selalu percaya kepada aku, bahwa aku tidak akan berpaling kepada siapapun dan harapanku hanya kamu untuk selamanya."


Tiara merasa sangat bahagia dengan ucapan yang keluar dari mulut Adit. tidak merasa malu lagi, dengan cepat Tiara memeluk erat tubuh suaminya itu, yang baru beberapa minggu dia nikahi. "Terima kasih Mas sudah membuat ku percaya, maafkan aku yang tadinya sedikit goyah dengan kesetiaanmu."

__ADS_1


"Iya sayang, aku mengerti," Adit mengecup kening Tiara dengan cukup lama, sehingga tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dari arah luar.


__ADS_2