
Satu tahun memudian.
Setelah kepergian Desita, Arga tidak pernah lagi menampakkan diri nya di kota xx.
Kini hidup Arga beserta keluarga kecilnya, hidup dengan tenang dan bahagia.
Walaupun Arga sudah memiliki harta yang cukup berlimpah, namun Arga tetaplah orang yang dermawan.
Arga di kenal sebagai sosok humoris di dalam keluarga kecil nya, namun sangat sederhana jika berdaur bersama warga Desa.
Cabang Pisang Keju AD, sudah berkembang di berbagai deerah dan bahkan sampai di luar negri.
Sedangkan Arkana, anak satu-satu nya Arga dan Nara, kini menginjak usia 1 tahun.
Anak kecil yang lucu, serta tingkah nya yang selalu saja membuat Arga selalu merasa gemas.
Apalagi Arkana saat ini perkembangannya sangat sempurna, bisa di bilang anak yang cerdas.
"Papa, Mama." celoteh Arkana sambil berlari-lari dengan mobil mainan nya.
"Hei anak Papah, hati-hati sayang jangan berlari-lari!" ucap Arga kepada Arkana.
Arkana berlari memeluk Nara, yang saat ini sedang menyiapka sarapan pagi mereka.
Karena rencana nya hari ini Arga akan mengajak Nara dan Arkana untuk menemui Rumah Makan yang berada di kota xxx.
Nara tidak pernah mau memakai jasa pembantu, hanya saja Nara hanya menggunakan seseorang yang sering membersihkan rumah dan halaman rumah.
Sisa nya Nara lah yang mengerjakan.
Karena Nara tidak ingin jika perannya sebagai istri akan hilang, kalo memakai jasa pembantu.
"Hei sayang ada apa? main sama papah dulu sayang!" ucap Nara kepada Arkana.
"Mamah mau mam." jawab Arkana.
"Mau mam sayang? Ayo sini Papah bantu." ucap Arga kepada Arkana.
"No Papah mau sama Mamah!" jawab Arkana.
Arkana lebih nempel dengan Nara, daripada bersama Arga.
Namun peran Arga juga sangat besar, karena dari Arkana masih bayi sampai Arkana berusia satu tahun.
__ADS_1
Arga tidak pernah melewatkan perkembangan Arkana satu pun.
Setelah selesai sarapan, Arga dan keluarga kecil nya pergi dengan menaiki mobil, untuk pergi ke kota xxx.
Kalo Arkana sudah berada di dalam mobil, maka dia akan duduk anteng, bahkan sampai tertidur pulas.
"Anak Papah ya, enak sekali tidur nya." ucap Arga sambil mengusap-usap kepala Arkana.
Saat ini Arkana sedang tertidur pulas dalam pelukan Nara, sehingga membuat diri nya lebih merasakan nyaman dan ketenangan.
"Dia nyenyak sekali tidur nya Mas." jawab Nara.
"Iya enak sekali, Papah juga ingin tidur di pelukan Mamah." ucap Arga dengan lirikan yang sangat bernafsu.
"Apaan sih Mas." jawab Nara, yang saat ini merasa salah tingkah kepada Arga.
Arga dan Nara, bagaikan seorang anak dan Ayah.
Saat ini terlihat sekali wajah penuaan di muka Arga.
Namun karena Arga selalu menjaga pola makan dan rajin olah raga.
Sehingga di usia tua nya Arga terlihat masih seger dan awet muda.
"Siapa yang malu coba?" elak Nara.
"Sayang." ucap Arga memanggil Nara.
"Iya ada apa Mas?" jawab Nara.
"Bikin adek buat Arkana yuk." pinta Arga.
"Apaan sih Mas." ucap Nara malu-malu.
Arga tertawa senang, bisa membuat istri tercinta nya itu menjadi salah tingkah lagi.
***
Di kota yang berbeda.
Kini perusahaan Danuarta mulai berkembang pesat, karna hasil kerja keras Andi, yang di bantu oleh Riko.
Sedangkan perusahaan yang berada di luar negri di kelola oleh Andre.
__ADS_1
Sedangkan Riko turut bahagia melihat sahabat atau bisa di bilang saudara nya, kini bahagia dengan wanita yang pernah hadir dalam hati nya.
Wanita yang pernah membuat perasaan Riko menjadi cerah, namun tak secerah kenyataan.
Riko harus mengikhlaskan itu semua dari pada hubungannya bersama dengan Andi menjadi berantakan.
Terkadang jika Riko main ke mansion keluarga Danuarta, Andi selalu merasa was-was.
Takut karena Riko masih memiliki perasaan kepada Laila.
Seperti saat ini.
"Mas tolong jaga baby Shilla dulu ya." ucap Laila kepada Andi.
Laila melahirkan sekitar 2 bulan yang lalu, dan berjenis kelamin perempuan.
"Iya sayang." jawab Andi.
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba Riko datang menghampiri Andi.
"Wihhh pak CEO lg jaga anak nih." ucap Riko kepada Andi.
"Maka nya cepat-cepat menikah! biar tahu rasa nya memiliki istri dan anak." jawab Andi.
"Entarlah kalo ada cewe seperti Laila, aku mau." ucap Riko dengan senyum penuh arti.
"Awas lo jangan cari kesempatan kepada istri gue!" jawab Andi.
Tiba-tiba dari arah luar Saras datang memhampiri Andi, Riko, dan Baby Shilla.
Saat ini Saras sedang menimba ilmu di pakultas Kedokteran, karena memang itu adalah cita-cita Saras dari dulu.
"Hai Shilla, ikut aunty yuk." ucap Saras kepada Baby Shilla.
"Baru datang Dek?" ucap Andi kepada Saras.
"Iya kak." jawab Saras.
Namun berbeda dengan Riko, tatapannya penuh dengan perasaan.
Sosok Saras menggambarkan keperibadian Laila, namun sikap Saras sedikit bar bar, berbeda dengan Laila yang selalu kalem.
Hal itu dapat Andi lihat, antara tatapan Riko kepada Saras.
__ADS_1