
Sore hari nya seperti janji Arga kepada Nara, untuk mengantarkan Nara ke bidan yang ada di desa ini.
Setelah sampai di bidan tersebut, Arga dan Nara di sambut baik oleh Bidan yang kemungkinan berumur 35 tahun, hampir mendekati umur Arga sekarang ini.
"Wah akhirnya bu Nara bisa ke tempat saya," ucap Bidan yang bernama Markonah.
"Kan istri saya baru hamil bu Bidan! jadi ya jelas baru kesini," jawab Arga.
"Lah siapa bilang, Nara ini dulu nya sering bantu ibu hamil ke tempat saya, Nara juga sering bantu posyandu di tempat ini," ucap Markonah kepada Arga, yang membuat Arga baru mengetahui kenyataan itu.
"Baru tahu saya bu," jawab Arga.
Kini Nara sudah berbaring di atas ranjang, siap untuk di periksa.
Perut Nara sudah terlihat sangat membuncit.
Bidan tersebut menekan-nekan perut Nara, untuk mengira-ngira kesehatan janin yang ada di dalam perut Nara.
Karena di desa ini masih belum lengkap alat USG, sehingga sulit untuk melihat jelas janin yang ada di dalam perut Nara.
Biasa nya jika warga ingin melihat bayi mereka, mereka akan pergi ke desa sebelah.
Di sana alat-alat sangat lengkap, sehingga mereka bisa melihat jelas kelamin anak mereka.
Namun untuk pergi ke sana memakan waktu 2 jam lama nya, sehingga Arga memutuskan untuk periksa di sini dulu.
Ingin mengetahui keadaan bayi dan ibu nya yang satu bulan ini dia tinggalkan.
"Saya tidak dapat merasakan dengan jelas Bu Nara!" izinkan saya periksa melalui jalan bawah ya, agar saya bisa lebih jelas merasakan keadaannya.
"Apakah itu akan menyakiti ibu dan bayi nya Bu Bidan?" ucap Arga.
Pertanyaan Arga kali ini sungguh seperti orang yang tidak pernah sekolah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Pak Arga, anda jangan merasa takut!" jika dengan jari saya akan mebahayakan ibu dan anak, bagaimana benda besar dan panjang masuk sempurna ke dalam rahim bisa tidak berbahaya?
Kali ini jawaban yang ibu bidan berikan, mampu membuat Arga dan Nara menjadi malu.
"Lakukanlah Bu bidan!" jawab Nara.
Nara di bantu oleh Arga untuk melepaskan kain segitiga merah itu, agar Bu Bidan dapat memperiksa dengan jelas.
"Saya mulai ya bu Nara! jangan tegang dan merasa takut bu."
Arga yang melihat Nara sedikit meringis merasa sangat kasihan, sebab seperti nya Bu Bidan semangat sekali memasukan jari nya ke rahim Nara.
Arga mengusap rambut Nara, memberikan semangat, agar Nara tidak menjadi tegang.
"Bayi nya sehat, sudah sangat besar, saat ini sudah menginjak bulan ke 8 ya bu Nara."
"Keadaan kondisi istri saya bagaimana Bu Bidan?"
"Tenang saja pak Arga! keadaan ibu dan bayi nya sangat sehat, nanti akan saya beri vitamin."
"Oh iya bu Bidan saya mau tanya, kalo nganu boleh tidak?" ucap Arga dengan malu-malu menanyakan hal tersebut kepada Bu Bidan.
"Boleh sekali pak Arga!" bahkan sangat di anjurkan sekali untuk sering-sering melakukan hubungan intim, agar proses persalinan nanti lancar jalan keluar nya.
Jangan di tanya lagi, bagaimana saat ini muka Arga yang terlihat sangat cerah karena bahagia.
Setelah selesai, Arga dan Nara berpamitan kepada Bidan Markonah, untuk segera pulang.
"Mau mampir kemana dulu sayang?" ucap Arga kepada Nara.
"Mau jajan bakso boleh Mas?"
"Boleu dong sayang! kenapa tidak boleh."
__ADS_1
"Tapi mau makan nya di rumah saja Mas, tidak mau di warung nya."
"Iya boleh sayang."
Setelah itu Arga melajukan motornya segera ke warung bakso.
Ternyata tempat penjual bakso tersebut sangat ramai para pengunjungnya.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Arga sudah selesai.
Kini Arga dan Nara melajukan motor matic nya menuju pulang ke rumah.
Setelah tiba sampai rumah, Nara cepat-cepat pergi ke dapur untuk mengambil 2 mangkok beserta sendok dan garpu.
"Mas suka makan bakso apa tidak?" ucap Nara kepada Arga.
"Suka sayang! bagian Mas mana?"
"Ini Mas."
Nara dan Arga menghabiskan bakso yang mereka beli.
Setelah selesai Arga bersiap-siap ingin pergi ke musholla, untuk menunaikan sholat magrib nya.
"Mas pergi dulu ya sayang, jangan lupa tutup pintu nya!"
"Iya mas hati-hati di jalan."
"Nanti Mas sampai sholat Isa ya sayang! setelah itu siap-siap pakai gaun yang paling cantik!" Mas mau tengokin dedek bayi nya sayang.
"Ih Mas apaan sih," jawab Nara dengan malu-malu.
Arga melajukan motornya untuk segera sampai ke Musholla yang ada di desa itu.
__ADS_1