Nara

Nara
Praktek Memasak


__ADS_3

Keesokan harinya Arkana, yang awalnya berniat ingin mengantarkan Aluna ke kontrakan di samping Cafe nya itu, menjadi mengurungkan niatnya. sebab Arkana tidak ingin jika dirinya kembali kecolongan jika Aluna ditemukan oleh Alex beserta anak buahnya.


Namun saat ini Arkana membiarkan sementara waktu Aluna berada di apartemen. Apalagi Arkana Jarang sekali berada di sini. lebih banyak menghabiskan waktunya di cafe dan pulang ke apartemen saat malam hari.


"Kamu di sini saja dulu! jangan kemana-mana, dan Jangan pernah keluar dari Apartemen ini. jika kamu tidak ingin para mucikari itu akan mencari keberadaan kamu."


"Terima kasih Tuan, atas bantuannya. aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan Tuhan kepada diriku," ucap Aluna.


"Tidak perlu memikirkan hal yang berlebihan! Cukup diam disini dan tunggu nanti aku kembali," jawab Arkana, dan pergi begitu saja meninggalkan Aluna yang masih berdiri mematung.


Aluna merasa sangat bahagia. Sebab masih ada yang peduli kepada dirinya. Walaupun hanya orang asing, yang baru kemaren Aluna kenal.


Sedangkan Arkana, sudah sampai di Cafe miliknya. Arkana kembali diperlakukan sebaik mungkin, terutama bagi kaum hawa. Yang melihat Arkana seperti ada rasa ingin memiliki.


"Bagaimana Rio, apakah kemarin pengunjung banyak?" Tanya Arkana, kepada Rio.


"Iya Tuan, pengunjung sangat banyak. dan penghasilan pun juga mulai bertambah. Sepertinya kita butuh satu orang karyawan lagi untuk membantu-bantu, kita di sini Tuan," ucap Rio, yang memberi pendapat kepada Arkana.


"Benarkah? pegawai seperti apa yang akan kita cari? apakah yang mengantar-antar makanan, atau di bagian mana?" tanya Arkana.

__ADS_1


"Tidak keduanya Tuan, kita memerlukan pegawai yang bisa menjaga di bagian kasir. Sebab penjaga kasir yang bekerja disini izin untuk beberapa hari, karena anak nya sedang sakit," jawab Rio.


Arkana jadi teringat kepada Aluna, mungkin akan aman-aman saja, jika Aluna bekerja di bagian kasir. Apalagi setiap harinya Arkana bisa memantau, dengan siapa saja Aluna bertemu. "Tutup lowongan nya! aku sudah menemukan seseorang di bagian kasir," perintah Arkana, kepada Rio.


Rio merasa bingung, sebab Bos nya ini baru beberapa hari berada di sini. Mana mungkin sudah menemukan orang yang akan dipercayai untuk berada di bagian kasir. "Maaf Tuan, kalau saya lancang. Siapakah yang akan Tuan, pilih untuk berada di bagian kasir? Sedangkan yang saya tahu, Tuan baru beberapa hari ini berada di kota ini," tanya Rio.


Benar yang dikatakan oleh Rio, sebab dirinya baru beberapa hari berada di sini. Bagaimana bisa, dengan cepatnya percaya kepada Aluna. yang baru ditemui kemarin. Namun Arkana, yakin jika Aluna adalah orang baik dan jujur, tidak mungkin Aluna akan berkhianat kepada dirinya. "Lakukan apa yang aku pinta!" Perintah Arkana.


"Baik Tuan," jawab Rio.


Setelah itu Rio, meninggalkan tempat tersebut dan mengambil tanda pembuka lowongan.


"Pak Bos yang minta," jawab Rio.


***


Sedangkan Aluna, yang berada di Apartemen merasa kesepian. Namun, Aluna juga tak berani untuk keluar walaupun hanya sebentar.


Disaat Aluna mulai mengantuk, tiba-tiba pintu Apartemen terbuka. Dan saat itu juga Aluna bergegas berdiri, takut orang lain yang akan masuk. Namun saat langkah Aluna, ingin menaiki anak tangga, tiba-tiba terhenti. saat Arkana memanggil dirinya.

__ADS_1


"Aluna, mau kemana kamu?" Tanya Arkana, kepada Aluna.


"Saya mau ke atas Tuan, maaf saya pikir tadi yang baru datang itu orang lain bukan Tuan, jadi saya berniat ingin bersembunyi," jawab Aluna, kepada Arkana.


"Jangan takut karena Apartemen ini hanya saya yang mengetahui passwordnya, jadi tidak akan ada orang lain yang bisa membuka pintu ini, jika bukan saya," jelas Arkana.


"Maaf Tuan, saya tidak mengetahuinya," jawab Aluna.


"Tidak apa-apa, Mari ke sini! Saya ingin berbicara kepadamu. Ada hal penting yang harus saya sampaikan," ucap Arkana.


Aluna berjalan mendekat ke arah Arkana, yang saat ini sedang duduk di sofa. setelah Aluna sampai, Aluna duduk yang di sofa seberang Arkana duduk.


Setelah Aluna duduk, Arkana mulai menyampaikan apa yang ingin dibicarakan. "begini Aluna, saya ingin mengajak kamu untuk bekerja di cafe saya, bukan saya tidak ingin bertanggung jawab untuk keselamatanmu. namun saya yakin di sana tempatnya lumayan aman dan masih dalam jangkauan saya."


"Maaf tuan, sebelumnya saya ingin bertanya, pekerjaan apa yang pantas buat saya? Karena sebelumnya saya tidak pernah bekerja sama sekali. saya hanya bisa membersihkan ruangan dan memasak," jawab Aluna.


Arkana berpikir sejenak bagaimana nantinya Aluna akan menjaga kasir, sedangkan Aluna hanya bisa membersihkan ruangan dan juga memasak. "Memangnya kamu bisa memasak apa?" tanya Arkana kepada Aluna.


"Bagaimana saya menjelaskannya Tuan? apakah saya praktekan saja? Biar Tuan, bisa merasakan apa yang saya bisa," jawab Aluna.

__ADS_1


Arkana, berpikir sejenak namun tidak lama Arkana berucap. "Ayo kita praktekan sekarang!" Ajak Arkana, yang langsung berdiri mengajak Aluna pergi ke dapur.


__ADS_2