
#29
Melihat Andy berjalan ke arahku, Hengky langsung berdiri menahan tubuhnya.
“Aku sudah pernah bilang dulu kan, aku hanya membuktikan...aku hanya membuktikan bahwa apa yang kudengar dari Maya adalah kebohongan...”
Suara Andy serak, ia masih berusaha membuat kontak mata denganku, berusaha agar aku melihat matanya dan mendengar kejujuran pada kalimatnya.
“Oh, ya. Tentang Fahri. Ya Tuhaan... sii brengsek itu tahu kejadian yang sebenarnya lima tahun lalu. Entahlah, mungkin Andy tidak sengaja memberitahukannya pada adik angkatnya itu. Dia mengancamku agar jangan mengganggu kakaknya lagi atau dia akan menyebarkan berita yang sebenarnya pada semua orang.
Aku menuruti perintahnya.
Bodoh sekali, kenapa aku menurut padanya? Aah... mungkin karena wajahnya... wajahnya mirip sekali dengan Kak Andy.
Aku sesekali memintanya bertemu hanya untuk menatap wajahnya lalu menikmatinya, membayangkan bahwa Fahri adalah Andy.
Bahkan saat beberapa kali ia meminta uang dariku, mengancamku, aku dengan bodohnya terus mengirimkannya uang, beberapa kali kami bahkan tidur bersama.
Tidak ada masalah dengan itu selama ia memiliki wajah yang mirip dengan Kak Andy. “
Shinta mengangkat pundaknya. Ia membuang puntung rokok yang masih setengah,
“Sialnya malam itu, aku ketahuan oleh Ayah karena ia memeriksa mutasi rekening ku. Ia memerintahkan ku untuk menjauhi Fahri.
__ADS_1
Ya Tuhaaan... bagaimana mungkin?
Bagaimana mungkin aku menjauhinya sedangkan aku membutuhkannya?
Aku pergi malam itu juga. Tapi laki-laki tidak tahu diri itu malah mengusirku saat aku sampai ditempatnya.
Kurang ajar! Berani-beraninya dia mengusirku! Sembilan jam perjalanan dan begitu sampai dia malah mengusirku?!
Aku hampir berhasil merayunya dengan tubuhku, namun saat kami hampir sampai di puncak... ia mendadak marah mendengar ku berteriak memanggil nama Andy... dan aku...”
PLAK!!
Kalimat Shinta terhenti. Ia kaget setengah mati lalu berdiri menghadap Hengky,
PLAK!!
“Hey!! Kurang Ajarr... !!”
“Yang pertama untuk hubunganku dan Andy yang memburuk karena mulut kotormu dan yang kedua untuk Naya. Aku tahu dia tidak akan melakukannya jadi tangan ini..” Hengky mengangkat tangan yang baru saja menampar Shinta, “Tangan ini mewakili Naya."
Hengky tersenyum sinis. Ia meludah kesamping lalu berjalan menghampiri ku, merangkul pundak ku,
"Mulai saat ini kamu bukan bagian dari kami dan mulai saat ini kamu tidak akan bisa mengganggu Naya lagi.”
__ADS_1
“Kamu ditipu oleh Naya, Hengky!!” Shinta berteriak sambil menangis.
“Aku yang ditipu oleh mu, Shinta Maya Andini! Satu lagi, aku akan mulai memikirkan ulang tentang kerja sama antara Ayahmu dan Papi. Sepertinya, kalian mulai bermain nakal ya?”
Shinta mulai panik, ia berjalan cepat ke arah Hengky.
“Berhenti disitu! Taruh kunci villa ini dan jangan pernah injakkan kaki lagi disini!”
Andy menghela nafas panjang. Ia berjalan menghampiri Shinta yang mulai menangis,
“Ayo, kita tunggu di depan.”
“Kenapa Kakak selalu baik sama aku? Kalau Kakak bukan menyukaiku, lalu apa??”
“Karena kamu sudah ku anggap adikku. Aku menyayangi kamu sama seperti aku menyayangi Hengky. Kesalahan apapun yang kalian perbuat, aku tidak bisa benar-benar membenci kalian karena kalian adikku...”
Tangisan Shinta makin keras keluar. Ia terduduk lalu memukul lantai,
“AKU GAK MAU JADI ADIKMU, ANDY NUGROHO! AKU GAK MAUU!!!”
Sementara tangisan semakin keras terdengar, suara beberapa mobil terdengar mendekat.
Aku tidak terlalu jelas mendengar, samar-samar kulihat Ayah dan Ibu Shinta berlari mendekat. Meneriakkan nama anaknya.
__ADS_1