Penjara Cinta

Penjara Cinta
Lelaki Sempurna?


__ADS_3

73


Apakah kalian penasaran bagaimana isi dari CV Fatih? Eh, haruskah ku panggil dia Kak Fatih karena ia berusia lima tahun diatasku?


Lima tahun, jarak usia yang menurut sebagian teman-temanku adalah usia ideal bagi pasangan hidup. Terlihat lebih dewasa, lebih bisa mengayomi dan lebih bisa membuat kita nyaman.


Namun, sejak kapan sikap dewasa berhubungan dengan usia? Bertambahnya angka tidak menjamin seseorang akan bertambah dewasa, akan menjadikannya lebih bijaksana atau pandai membuat nyaman orang di sekitarnya.


Baiklah, kembali lagi ke CV Fatih tadi. Sejujurnya, aku tidak bisa menunjukkan detail isi CV miliknya. Yang jelas, sehebat apapun isi CV nya, hatiku tidak beranjak atau bergeser sedikitpun. Tidak ada celah hingga ia bisa menggeser sedikit saja posisi Hengky dari dalam hati.


Bahkan jika ia bisa menggesernya, akan sangat kecil kemungkinan bahwa ia bisa menerima diriku yang sebenarnya, sama seperti Hengky. Akan terlihat sangat mengerikan jika aku menceritakan keadaan diriku yang sebenarnya padanya, padahal itu adalah rahasia terbesar dalam hidupku dan dia adalah orang asing dalam hidupku.


Jika dia dapat memaklumi atau menolakku dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika ternyata lisannya tidak terjaga, akan jadi apakah aku dan keluarga besarku?


Namun syukurlah, aku tidak perlu pusing memikirkan alasan apapun karena dalam CV ku tertulis jelas,


Naya adalah seorang wanita yang penuh cela, yang berlumur noda. Yang bahkan jika laki-laki paling buruk saja dihadapkan pada Naya, ia akan berfikir ribuan kali untuk mengikrarkan janji suci atau mengikat janji sehidup semati.

__ADS_1


Tentu saja aku tidak bisa menuliskan keadaanku secara gamblang padanya, bukan?


Jika kubaca kembali, isi dari CV nya menjelaskan bahwa ia hanya meneruskan amanah dari orang tuanya untuk memimpin Pondok Pesantren. Ia berharap, istrinya kelak dapat menemaninya melanjutkan perjuangan Ayahnya dan tinggal bersama di lingkungan Pondok Pesantren.


Menurutnya menikah adalah tindakan paling alamiah untuk menciptakan kestabilan dalam diri manusia. Allah telah menciptakan dorongan biologis dalam diri kita, dan sebagai manusia biasa, pasti kita tidak bisa menolak hasrat tersebut. Satu-satunya solusi dari semua itu adalah pernikahan.


Ada kisah menarik yang ia selipkan dalam CVnya,


Suatu hari, Ibnu Mubarak sedang berada dalam perjalanan jihad bersama para sahabatnya. Beliau berkata, “Apakah kalian tahu amalan apa yang lebih baik daripada amalan yang sedang kita lakukan ini?”


“Kami tidak tahu,” jawab mereka.


“Amalan apakah itu?” tanya mereka.


Ibnu Mubarak menjawab, “Seorang laki-laki mulia yang menjaga diri dari perbuatan dosa, mencari nafkah yang halal, yang memiliki anak, ia bangun pada tengah malam hari dan melihat anak-anaknya tidur tanpa selimut lalu ia menyelimuti mereka dengan kain yang ia miliki. Itulah amalan yang lebih baik daripada amalan kita saat ini.”


Fatih menambahkan kalimat manis di penutup ceritanya,

__ADS_1


Pernikahan untukku bukan hanya sekedar menyatukan hubungan dua sejoli yang saling cinta, bukan hanya pengubah status semata, apalagi hanya untuk memamerkan pasangan kita pada dunia. Tetapi menyatukan keikhlasan hati sepasang kekasih yang cinta pada Allah untuk istiqomah mengamalkan segala perintahNya.


Aku ingin menikah denganmu bukan karena jatuh cinta semata, aku ingin menikahimu, karena surgaNya terasa lebih dekat saat bersamamu.


Okay, aku akui aku menangis saat selesai membaca CV nya. Hatiku tersentuh dengan bagaimana mulianya ia memandang seorang wanita. Bagaimana ia sepertinya memperlakukan seorang wanita sesuai dengan yang Baginda Rasul ajarkan.


Aku melirik nama akun media sosialnya. Buru-buru aku meraih handphone lalu mengetik namanya disana, pandangan mataku tertuju pada akun media sosial yang jumlah pengikutnya jauh lebih banyak dariku.


20,3 juta pengikut. Dia adalah seorang selebgram di daerahnya.


Postingan media sosialnya dipenuhi dengan kegiatan sosial yang ia lakukan, kegiatan nya sebagai motivator di berbagai sekolah, juga aktivitas yang nampaknya ia sukai, menulis.


Terlihat sangat sempurna.


Bagaimana mungkin ada manusia sesempurna ini?


Jika terlihat sangat sempurna, bukankah sepatutnya itulah yang membuatku curiga. Tidak, tidak ada manusia yang sempurna. Dibalik sebuah rumah mewah yang berlapis emas, selalu menyimpan sisi kelam yang tidak kita ketahui.

__ADS_1


Aku menarik nafas panjang, otakku terus mencari cara, bagaimana caranya aku bisa menolak seorang laki-laki yang terlihat sempurna seperti ini?


__ADS_2