Penutup Noda

Penutup Noda
Mencari penjelasan yang benar


__ADS_3

Selesai membersihkan diri, Edwin segera keluar dari kamar mandi. Dengan aroma yang begitu wangi, rupanya telah mencuri perhatian istrinya yang sedang menggendong bayinya.


Aluv menoleh pada sosok suaminya yang tengah berjalan mendekat. Kemudian, Edwin memperhatikan bayi istrinya yang berada dalam gendongannya terlihat begitu menggemaskan.


"Mirip kamu, lihat tuh." Ucap Edwin dan tersenyum melihatnya, tak lupa memainkan hidung mancung-nya.


"Gak juga, justru mirip Kak Edwin kalau diperhatikan. Coba deh ambil cermin, terus disamakan." Kata Aluv yang juga ikut memperhatikan wajah bayinya.


"Hem, alasan saja kamu ini. Tapi bener loh mirip kamu, sayang."


Ucap Edwin, kini tangannya mengarah pada hidung istrinya yang tak lupa ditekan oleh kedua jarinya sebentar dan dilepaskan kembali.


"Aw! sakit, tau Kak." Pekik Aluv sambil menyingkirkan tangan milik suaminya yang jahil itu.


"Mau sampai kapan, kamu akan terus memanggilku, Kakak? hem."


"Aku merasa nyaman untuk memanggil dengan sebutan Kakak." Jawab Aluv dan senyum lebar.


"Aku tidak mau dipanggil Kakak, seperti kakak-beradik aja jadinya. Apa kata si bayi nanti kalau sudah besar, disangkanya kita ini kakak-beradik." Kata Edwin yang terus berusaha merayu istrinya.


"Ya deh, ya. Aku akan mencobanya, tapi jangan ketawa, jika kedengaran aneh dan lucu." Jawab Aluv dan duduk di sofa sambil memberinya ASI.


Edwin yang tidak bisa jauh dari istrinya, tetap saja ikut duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Ah ya, katanya mau memberi nama untuk si bayi." Ucap Aluv mengingatkan suaminya.


"Ya juga, ya. Maaf, lupa. Baiklah, aku akan mengambil ponselku sebentar. Kamu duduk saja di sini." Jawab Edwin yang baru saja menyadarinya.


"Ya, akan aku tunggu." Ucap Aluv, sedangkan Edwin bergegas meraih ponselnya diatas nakas.


'Yang benar saja, apa ya aku yang memberinya nama.' Batin Edwin sambil membuka layar ponselnya yang terkunci oleh sandi.


Sambil berjalan, Edwin mencari nama yang sekiranya cocok dan bagus.


"Bagaimana? sudah menemukan nama yang bagus?" tanya Aluv sambil memperhatikan suaminya yang begitu fokus dengan layar ponselnya.


"Em ... bentar, aku lagi nyari yang bagus dan cocok untuknya." Jawab Edwin dan segera kembali duduk didekat istrinya.


"Radien ..." seketika Edwin berhenti berucap dan seperti tercekat, tidak tahu harus mengucapkan nama selanjutnya.


"Kok berhenti, Radien siapa, Kak?" tanya Aluv penasaran.


'Apakah boleh ya, anak di luar nikah di cantumkan nama keluarga besar dari keluarga biologisnya?' batin Edwin penuh tanda tanya.


Karena tidak ingin salah memberi nama, Edwin segera menghubungi temannya yang lebih mengetahui tentang silsilah yang benar.


"Bentar ya, sayang. Aku ada perlu sebentar, entar kita lanjutkan lagi untuk memberi nama si bayi. Tidak apa-apa, 'kan? tidak lama kok." Ucap Edwin beralasan, karena ia tidak ingin menyinggung istrinya.

__ADS_1


"Ya, tidak apa apa." Jawab Aluv disertai anggukan dengan pelan.


Kemudian, Edwin segera bergegas keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya untuk menghubungi temannya.


Sedangkan Aluv, kini menidurkan bayinya karena sudah tidur dengan pulas.


Edwin yang tengah menghubungi teman dekatnya yang lebih mengetahui silsilah yang benar, tak ada bosannya untuk menunggu panggilannya diterima.


Tidak memakan waktu lama ketika menghubungi, akhirnya panggilannya pun telah diterima oleh temannya.


["Hei, Bro. Apa kabarnya?"] sapa Edwin sebelum bertanya ke lebih detail.


Ketika sapaannya diterima oleh temannya, Edwin membalasnya serta menanyakan sesuatu yang tengah menghantui pikirannya.


Saat itu juga, Edwin menceritakan semua kejadian begitu detail. Bahkan, tidak ada satu katapun yang tertinggal.


["Jadi, tidak boleh nih, jika aku menambahi nama besar dari keluarga Galeyandra?"]


Edwin yang masih belum puas, dia kembali memastikannya. Ketika jawaban itu sudah yakin, Edwin merasa lega dan meminta temannya untuk memberi penjelasan yang begitu detail lewat pesan suara, bila perlu videonya.


Permintaan atas penjelasan sudah ia dapatkan, Edwin berpamitan dan tak lupa mengucapkan terimakasih atas penjelasan yang cukup detail.


Kemudian, Edwin memutuskan sambungan telponnya dan segera menemui sang istri untuk memberinya penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2