Penutup Noda

Penutup Noda
Sesuka hati


__ADS_3

Sampai didepan pintu kamar hotel, Nuza masuk ke dalam. Tetapi tidak untuk Naya, dirinya masih berdiri mematung didepan pintu.


Nuza yang tidak begitu memperhatikan istrinya, segera melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan kaos oblong dengan celana kolornya saja tanpa malu dan canggung.


Setelah itu, dirinya baru tersadar jika tak mendapati istrinya. Kemudian, Nuza menoleh ke belakang. Dilihatnya sang istri yang masih berdiam diri mematung.


"Mau masuk atau tidak? apa mau bermalaman di depan pintu? baiklah, kalau masih tidak mau masuk, aku akan menutup pintunya."


Dengan reflek, Naya langsung masuk ke kamar hotel, lantaran dirinya tak mau bermalaman di depan pintu.


Tanpa pikir panjang dan malu maupun canggung, Naya langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan meraih selimut tebalnya untuk menutupi seluruh anggota tubuhnya hingga tak terlihat sama sekali, bak lontong yang terbungkus daun pisang.


Nuza yang melihat istrinya yang langsung tidur begitu saja tanpa permisi, segera menariknya.


"Aw! lepaskan, aku ngantuk." Pekik Naya sambil mempertahankan selimutnya.

__ADS_1


"Enak saja main tidur, tempat tidurmu itu di sana." Ucap Nuza sambil menunjuk pada sofa dengan telunjuk jarinya.


"Aku tidak mau, kamu aja yang tidur di sana." Jawab Naya yang tetap mempertahankan.


Nuza yang tidak mau kalah dari istrinya, dengan sekuat tenaganya untuk menarik tubuh milik sang istri dan tidak peduli jika harus menggendong sampai di sofa.


"Lepaskan tanganmu, aku mau tidur, badanku capek semua." Kata Naya sambil menahan diri agar suaminya tidak berhasil saat menarik tubuhnya yang berbalut selimut.


Nuza yang tetap bersikukuh, tak peduli baginya untuk mengusir Naya yang masih bertahan diri di atas tempat tidur.


Karena mereka berdua sama kuatnya, alhasil Nuza kualahan dan tidak berhasil mengusir istrinya sendiri.


"Gak usah ngomongin malam pertama, siapa juga yang mau malam pertama sama kamu. Malam ke sepuluh aja ogah, akunya. Sudahlah sana kamu pergi, aku mau tidur."


"Cih! siapa yang mau malam pertama sama perempuan kek kamu, bisa encok nantinya." Sahut Nuza sambil mengambil selimut didalam lemari dan sekilas melihat istrinya.

__ADS_1


"Berisik, sudah sana tidur aja." Kata Naya dengan muka kesalnya, Nuza menyeringai dan memilih tidur di sofa.


Apa boleh buat, daripada badannya remuk, pikirnya.


Sedangkan Naya tersenyum puas saat melihat suaminya tengah bersiap-siap untuk tidur di sofa.


'Selamat, selamat, akhirnya itu cecenguk bisa ngalah juga.' Batin Naya tersenyum penuh kemenangan.


Nuza yang dapat melihat ekspresi Naya tengah tersenyum tanpa menunjukkan pada dirinya, hatinya terasa sangat dongkol.


'Lihat saja, bakal aku kerjain nanti malam. Dia pikir, aku tidak bisa mengerjai dirinya, cih.' Batin Nuza dengan mata yang terpejam.


Karena rasa kantuk dan lelah tidak bisa ditahan, Naya akhirnya memilih untuk memejamkan kedua matanya. Tidak peduli bagi Naya dengan suaminya sendiri yang tengah tidur di sofa, yang terpenting dirinya dapat istirahat dan tidur dengan nyenyak, pikirnya.


Lambat laun, Naya akhirnya dapat memejamkan kedua matanya dan tidur dengan nyenyak berselimut tebal.

__ADS_1


Berbeda dengan Nuza, dirinya tetap terjaga dengan tidak tidur karena rencananya untuk mengerjai istrinya.


Ketika dirasa sudah tidak ada yang dikhawatirkan bangun dari tidurnya, Nuza tersenyum licik.


__ADS_2